INFORMATION SYSTEMS INTERNATIONAL CONFERENCE (ISICO)

INFORMATION SYSTEMS INTERNATIONAL CONFERENCE (ISICO) is an international refereed conference dedicated to the advancement of the theory and practices in Information Systems. The ISICO is a two year conference program providing a forum for networking and gathering of academics and practitioners in the Information Systems discipline.

The ISICO invites submission of abstracts of completed research papers, research in progress papers, literature reviews, empirical studies papers, data-based theoretical papers, project reports, or case studies. The conference topics focus on the challenging aspects in the field of Information Systems, including management, economic, and business; education and curriculum; software engineering and design; artificial intelligence and enterprise systems; information, network and computer security; and general topics of Information Systems.

Accepted and selected papers will be published in Proceeding of ISICO, the Open Access Journal of Information Systems (OAJIS), the Indonesian Scholars (IS) journal, and the Institute of Advanced Engineering and Science (IAES) journal that will be included in some prestigious indexing services (http://www.iaesjournal.com/?page_id=232).  The committee will select the best papers and the awards will be announced at the conference dinner..

For more information about INFORMATION SYSTEMS INTERNATIONAL CONFERENCE (ISICO) click here

SEMINAR NASIONAL SISTEM INFORMASI INDONESIA (SESINDO)

SEMINAR NASIONAL SISTEM INFORMASI INDONESIA (SESINDO) is a regular conference in order to support the exchange of academic and practical ideas particularly in the fields of Information Systems. This annual event organized by the Department of Information Systems ITS and the Association for Information Systems Indonesia Chapter (AISINDO). SESINDO is a national conference that all 8 since it was first held in 2009 and is the only national conference affiliated to AISINDO.

SESINDO always attracts many participants both outside and inside the country. In SESINDO 2015, we managed to attract 113 high quality submissions from across Indonesia and make this national seminar is one of the best and reputable national conference in Indonesia.

  1. Sistem Enterprise (SE) 
  • Enterprise Resource Planning
  • Business Process Management
  • Customer Relationship Management
  • Supply Chain Management and Logistics
  • System Dynamics
  • E-business and e-Commerce
  • Marketing Analytics
  • Marketplace Analytics
  • Business Analytics and Knowledge Discovery
  • Production Management
  • Task Analysis
  • Process Mining
  • Discrete Event Simulation
  • Service Science and Innovation
  • Innovation in the Digital Economy
  1. Manajemen Sistem Informasi (MSI)
  • Software Engineering
  • Software Design Pattern
  • System Analysis and Design
  • Research Methods of Information Systems
  • Green Technology Strategies
  • Strategic Information Systems
  • IT Governance and Audits
  • E-Government
  • IT Service Management
  • IT Project Management
  • Information System Development
  • Software Quality Assurance
  • Adoption and Diffusion of Information Technology
  • Health Information Systems and Technology
  • Accounting Information Systems
  • Human Behavior in Information System
  • Social Technical Issues and Social Inclusion
  • Domestication of Information Technology
  • ICTs and Sustainable Development
  • Information System in developing countries
  1. Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi (ADDI)

Database Management Systems

  • Open Data
  • Knowledge Management
  • Semantics Web and Linked Data
  • Big Data
  • Web Services
  • Social Media
  • Social Networks
  • Visualization Information
  • Social Information Systems
  • Social Informatics
  • Spatial Information Systems
  • Geographical Information Systems
  1. Rekayasa Data dan Inteligensia Bisnis (RDIB)
  • Business Intelligence
  • Data Mining
  • Intelligent Systems
  • Artificial Intelligence
  • Autonomous Agents
  • Intelligent Agents
  • Multi Agent Systems
  • Expert Systems
  • Pattern Recognition
  • Machine Learning
  • Soft Computing
  • Optimization
  • Forecasting
  • Meta Heuristics
  • Computational Intelligence
  1. Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI)
  • Computer Security
  • Information Security and Privacy
  • Information Forensics
  • Network Security
  • Cryptography
  • Cloud Computing and Virtualization
  • Emerging Technologies
  • Computer Vision and Image
  • Service Oriented Architecture (SOA)
  • Ethics in Information Systems
  • Service Computing
  • Computer Graphics
  • Image Processing
  • Speech Recognition
  • Human Computer Interaction
  • Augmented Reality
  • Ubiquitous Computing
  • Sensor Networks
  • Medical Image Analysis
  • Internet Technology
  • Computational Biology and Bio-Informatics
  • Game Development
  • Mobile and Pervasive Computing
  • Affective Computing
  • Real-time Systems and Embedded Systems
  • Parallel and Distributed Systems
  • Computing on Graphics Processing Units (GPGPU)

For more information about SEMINAR NASIONAL SISTEM INFORMASI INDONESIA (SESINDO) can be access at http://sesindo.org/

BIONIX Ajak Peserta Ciptakan Inovasi Berdampak

SURABAYA, DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI ITS - Diikuti lebih dari 800 peserta, olimpiade bisnis dan teknologi informasi yang dikemas dalam Bionix 2016 kini menampilkan wajah baru. Tak hanya menantang peserta dalam bidang keilmuan pemrograman saja, lomba besutan Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini hadir untuk mengajak siswa SMA menyelesaikan permasalahan sehari-hari masyarakat Indonesia dengan ide teknologinya.

Hadir di enam region, tahun ini Bionix mulai melebarkan sayapnya ke tanah Sumatera dan Kalimantan. Tak tanggung-tanggung, Bionix 2016 berhasil merangkul 934 tim dengan 861 tim terkonfirmasi. Mengusung tema "Transformation", Bionix mulai menata wajah barunya untuk semakin mendapat tempat khusus di hati siswa Sekolah Menangah Atas (SMA).

"Kita ingin mereka tak hanya mengerti ilmunya. Tapi kita juga berharap mereka mampu menerapkannya untuk membawa dampak besar pemanfaatan teknologi informasi bagi masyarakat. Bahkan kalau bisa dalam skala internasional," ujar Ahsanul Khuluq Saifullah selaku ketua panitia.

Untuk sampai ke final, tambahnya, peserta diharuskan melewati beberapa tahap seleksi yang cukup panjang. Dari 861 tim, tercatat hanya 30 tim yang berkesempatan datang ke ITS untuk mengikuti babak semifinal. Mereka diharuskan menyelesaikan study case terkait pemrograman.

Berlanjut pada tahap final, peserta yang lolos ditantang untuk menciptakan produk nyata melalui Business Model Canvas sekaligus membuat mesin kasir sederhananya menggunakan program Java sebagai program integrasinya. "Di sini peserta diajak untuk membuat produk nyata yang sekiranya mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia," ungkap Ahsan.

Dirinya menambahkan bahwa teknologi informasi yang aplikatif saat ini tengah menjadi soroton utama bagi Bionix. Pasalnya output yang dihasilkan oleh peserta diharapkan benar-benar mampu berdampak bagi masyarakat Indonesia, utamanya Surabaya.

Tim Cepot Menang

Adalah Raden Rafi Sageri dan Ariq Naufal Satria yang tergabung dalam Tim Cepot berhasil menggondol juara satu. Tim yang berasal dari SMA Negeri 1 Bogor ini berhasil menyabet juara dengan menawarkan solusi bagi ruangan sempit. Cepot menginovasi lemari unik yang mampu berintegrasi dengan kasur dan sofa.

"Sebelumnya tidak kepikiran membuat ini karena produk yang kami siapkan sebenarnya berupa aplikasi. Tapi karena produk yang diminta adalah produk fisik jadi terciptalah lemari ini," jelas Rafi.

Sempat mengalami kesulitan saat pemrograman Java, mereka mengaku tidak menyangka bisa menjadi juara pertama sekaligus memperoleh freepass Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Departemen Sistem Informasi ITS 2017. Ditanya mengenai freepass tersebut, keduanya kompak masih bingung menentukan pilihan. "Belum tahu kampusnya mau di mana, tapi yang pasti di bidang teknologi informasi," pungkas Naufal. (arn/ao)

Sumber : www.its.ac.id


Kali Kedelapan SESINDO : Kali Pertama Jalinan Kerjasama ITS Dengan Lemsaneg

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Gelaran kali kedelapan dari Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia tahun 2016 (SESINDO 8 - 2016) telah sukses dihelat oleh Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Bertempat di Swiss Belinn Hotel Manyar Surabaya, pada Selasa (1/11) lalu, tema yang diusung kali ini adalah “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Information Technology (IT) Yang Berkesinambungan Dalam Rangka Menghadapi Kompetisi Global di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN.”

SESINDO adalah seminar rutin dalam rangka mendukung pertukaran gagasan akademik dan praktis, utamanya di bidang Sistem Informasi.  Di tahun 2016, kegiatan tahunan ini kembali diselenggarakan bekerjasama dengan Association for Information Systems Indonesia Chapter (AISINDO) dimana SESINDO adalah satu-satunya seminar nasional yang berafiliasi dengan asosiasi profesional bidang Sistem Informasi di Indonesia tersebut.

Empat tokoh didaulat sebagai keynote speakers pada seminar nasional di tahun 2016 ini, masing-masing adalah Dr Djoko Setiadi MSi selaku Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Republik Indonesia, Erma Suryani ST MT PhD selaku Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS, Drs Kresnayana Yahya MSi selaku pakar statistik dan Chairperson Enciety Business Consult, serta Leonika Sari Njoto Boedioetomo SKom selaku founder sekaligus chief executive officer (CEO) Reblood.

Acara pembuka berupa opening ceremony  digelar di Diamond Ballroom, diawali dengan Laporan Kegiatan SESINDO 8 – 2016 oleh Andre Parvian Aristio SKom MSc yang menjadi Chairman SESINDO kali ini. Disusul dengan acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ITS dengan Lemsaneg yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Lemsaneg, dan sambutan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Sebagai acara utama adalah plenary session yang terbagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama menampilkan Kepala Lemsaneg dan Wakil Dekan FTIf ITS selaku keynote speaker. Dipandu oleh dosen JSI ITS, Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom selaku moderator, pada kesempatan ini Kepala Lemsaneg menyampaikan tentang “Pentingnya Pengamanan Informasi Dalam Stabilitas Ekosistem Kewirausahaan IT.” Dalam keynote speech-nya, beberapa hal seperti profil Lemsaneg, perkembangan dan ancaman teknologi informasi/Cyber, dan peran Lemsaneg dalam mengamankan cyber system negara dan pemerintah dijelaskan oleh Kepala Lemsaneg yang memiliki tanggal lahir sama dengan perayaan hari jadi ITS pada 10 November ini. Setelah itu giliran Wakil Dekan FTIf ITS, menyampaikan keynote speech-nya tentang “Kewirausahaan Teknologi Informasi dan Inovasi Dalam Kompetisi Global.”

Sesi kedua plenary session menampilkan dua keynote speakers berikutnya, yaitu Drs Kresnayana Yahya MSc dan Leonika Sari Njoto Boedioetomo SKom. Dipandu oleh dosen JSI ITS, Renny Pradina Kusumawardani ST MT selaku moderator, sesi ini menampilkan sosok keduanya yang ternyata adalah mentor dan anak didik semasa program Start Surabaya, sebuah program inkubasi dan akselerasi bisnis berbasis IT dari anak muda di Surabaya. 

Setelah break, acara dilanjutkan dengan parallel session, dimana paper-paper yang telah dikategorikan sesuai lima topik bidang yaitu Sistem Enterprise (SE), Manajemen Sistem Informasi (MSI), Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi (ADDI), Rekayasa Data dan Inteligensia Bisnis (RDIB), serta Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI) kemudian dipresentasikan sesuai kelompok bidang topik. Sebagai catatan, SESINDO 8 – 2016 kali ini mencatat statistik peserta sebanyak 73 orang dari 130 organisasi dan institusi, dengan menampilkan 61 paper makalah yang telah terseleksi dimana seluruh paper yang diterima akan dipublikasikan dalam Prosiding dan akan diindeks di dalam Open Access Journal of Information Systems (OAJIS).

Sebagai penutup saat closing ceremony, diumumkan gelar “Best Paper” dalam SESINDO 8 – 2016 kali ini yang diraih oleh paper berjudul “Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Minat dan Perilaku Belajar Mahasiswa” karya Desy Iba Ricoida dan Desi Pibriana dari STMIK MDP Palembang. Sementara Caesario Oktanto Kisty, mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara menyabet gelar “Best Presenter” untuk paper yang dipresentasikannya berjudul “Analisis Undisturbed Bit Pada Konstruksi S-Box Quasigroup 4x4.” Sebagai informasi juga, paper-paper terbaik akan direkomendasikan untuk dipublikasikan pada Jurnal Sisfo yang telah terindeks pada Portal Garuda.

ITS dan Lemsaneg Sepakat Jalin Kerjasama

Bersamaan dengan digelarnya SESINDO 8 – 2016, ITS resmi menambah lagi satu kerjasama dengan instansi nasional. Kali ini menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), satu-satunya lembaga penyedia dan pengelola persandian negara. Bersama dengan lembaga yang bertanggung jawab mengamankan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara melalui persandian ini, ITS sebagai institusi perguruan tinggi sepakat untuk menjalin kerjasama tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ini menjadi jalinan kerjasama kali pertama antara Lemsaneg dengan perguruan tinggi di Tanah Air.

Isi kesepahaman perjanjian antara ITS dan Lemsaneg yang ditandatangani oleh pimpinan kedua belah pihak, dalam hal ini adalah Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dan Kepala Lemsaneg Dr Djoko Setiadi MSi mencakup beberapa hal yaitu : penelitian dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan sumber daya manusia serta pertukaran dan diseminasi informasi. Adapun jangka waktu kerjasama awal antara kedua belah pihak berlangsung selama lima tahun ke depan hingga tahun 2021, terhitung mulai 1 November 2016. 

Bersama-sama menyadari peran penting masing-masing dimana ITS sebagai institusi akademisi yang menciptakan inovasi produk karya teknologi informasi dan komunikasi melalui pengembangan riset dan keilmuan, sementara Lemsaneg yang ada di ranah birokrasi dan bertugas  menjadi penyelenggara dan pembina tunggal persandian negara dalam menjamin keamanan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara, kedua belah pihak bertekad bersama dalam meningkatkan kualitas saling mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi masing-masing.

Dalam sambutannya seusai menandatangani MoU, Kepala Lemsaneg, Dr Djoko Setiadi MSi mengungkapkan kebanggaannya atas kesadaran ITS akan pentingnya keamanan TIK. Sisi pengamanan agar dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan negara memang menjadi sorotan pria yang pernah bertugas sebagai Pasukan Pengamanan Presiden selama empat tahun ini. Pria yang kini ada dalam periode kedua jabatannya sebagai orang nomor satu di Lemsaneg itu juga berharap agar kerjasama dengan ITS dapat segera ditindaklanjuti dengan kerjasama teknis, diantaranya dalam hal joint research dan publikasi riset.

Sementara Rektor ITS mengatakan “Bagi ITS, kerjasama ini merupakan pendorong kreativitas civitas akademika ITS dalam pengembangan TIK, utamanya terkait keamanan informasi dan kewirausahaan.”  Sebagaimana diketahui, masalah pengelolaan data dan informasi memang masih menjadi hal penting yang harus terus dikembangkan di masa mendatang. Joni melanjutkan, Lemsaneg adalah mitra yang tepat bagi ITS untuk pengembangan dalam bidang TIK. (shi)


Belajar Langsung Dari Pakarnya : International Lecture in Project Management ITS – Campus Outreach SymEx 2016

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Senin (17/10/2016), bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), digelar International Lecture bidang Manajemen Proyek bertajuk “Talent Management: A Strategic Imperative, Building Future Leadership in Project Management” dengan pematerinya adalah Jennifer Tharp PMP, seorang pakar di bidang tersebut yang asal Amerika Serikat.

Kegiatan kuliah tamu internasional ini sendiri menjadi agenda campus outreach, dimana ITS beruntung mendapat kesempatan untuk dikunjungi sebagai bagian rangkaian acara SymEx 2016 di Surabaya, acara khusus untuk komunitas manajemen proyek yang digelar oleh Project Management Institute (PMI) Indonesia Chapter untuk memperluas jejaring, sebagai ajang berbagi dan belajar serta untuk meningkatkan kemampuan diri masing-masing anggotanya.

Melalui kerja bareng dengan Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO) yang berkantor pusat di Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS sebagai tuan rumah kegiatan, memungkinkan para peminat bidang Manajemen Proyek dari kalangan ITS pada khususnya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan dan belajar dari segudang pengalaman yang telah dijalani oleh Jennifer Tharp selama karir profesionalnya. Utamanya adalah mahasiswa JSI ITS yang mengambil Mata Kuliah Manajemen Proyek Sistem Informasi di semester ini, baik untuk tingkat Sarjana dan Magister. Sementara para profesional dan praktisi dari luar ITS seperti anggota AISINDO dan kalangan lainnya juga tetap terwadahi hasrat untuk belajar langsung dari perempuan berambut blonde ikal tersebut, mengingat kegiatan ini juga terbuka untuk umum meski sifatnya terbatas.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Jurusan Sistem Informasi ITS, Dr Ir Aris Tjahyanto MKom, dan dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Presiden AISINDO, Tony Dwi Susanto ST MT PhD ITIL hingga memasuki materi utama berupa pemaparan materi dari salah seorang Dewan Direksi PMI tersebut.

Nama Jennifer Tharp sendiri, perempuan asal San Francisco ini sudah tak diragukan lagi keberhasilannya dengan segudang pengalaman kaliber internasionalnya di berbagai sektor, mulai dari perencanaan strategis sales & marketing, keuangan, pengembangan bisnis, hingga manajemen proyek teknologi informasi. Track record keberhasilan perempuan yang juga adalah seorang instruktur pengajar mata kuliah Project Management & Sustainability di University of California Berkeley ini dibuktikan dengan mengembangkan bisnis beserta tim kerja, dimulai dari dasar hingga sukses tumbuh menjadi perusahaan besar.

Karir profesionalnya diawali semenjak menjadi seorang manajer di Technicolor, perusahaan yang menaungi produk merek RCA dan GE. Prestasi moncer Jennifer adalah kesuksesannya memimpin perusahaan Amerika tersebut hingga meraup laba 8 milyar dolar untuk penjualan produksi peralatan elektroniknya. Setelah tujuh tahun berkarir disana, karirnya terus melesat, tak kurang beberapa raksasa industri dunia sekelas Vodafone dan Cisco pernah merasakan sentuhan perempuan yang juga pernah menjadi konsultan lepas untuk beberapa perusahaan yang tak kalah mendunianya seperti e-Bay dan Nikon ini.

Dalam materinya, Chair of Audit and Performance Oversight Committee di PMI ini menampilkan kajian nilai strategis dari talent management dan pengembangannya. Berangkat dari penelitian yang dilakukan oleh PMI, Human Systems International dan Economist Intelligence Unit yang menunjukkan bagaimana kurangnya talent akan menghambat implementasi strategi sebuah organisasi, menurunkan tingkat keberhasilan sebuah proyek serta berdampak negatif. Digambarkan juga bagaimana diskonektivitas antara para pekerja dan pimpinan eksekutif, contoh-contoh organisasi yang buruk, pun arah kemana organisasi dapat ditingkatkan.

Sebagai akhir, dipaparkan arah yang jelas tentang apa yang organisasi dapat lakukan untuk meningkatkan strategi talent management mereka guna menaikkan tingkat keberhasilan proyek. Sungguh sebuah pengetahuan hasil belajar dari sang pakar yang membuka wawasan lebar-lebar setiap peserta kegiatan ini dan dapat digunakan kelak! (shi)