Kopdar PDITT: Jajal Langsung Rasakan Kuliah di JSI FTIf ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Lazimnya pada sebuah komunitas, sesekali waktu diadakan kegiatan pertemuan yang biasa disebut sebagai kopdar (kopi darat). Istilah kopdar ini adalah sebuah istilah yang mengacu kepada ajang pertemuan antar sesama anggota sebuah komunitas yang sudah saling kenal, namun selama ini interaksi diantara mereka hanya sebatas komunikasi online, melalui smartphone atau internet. Sehingga mereka hanya kenal melalui media virtual, tanpa ada saling bertemu muka sebelumnya.

Beragam maksud dan tujuan kegiatan kopdar ini, antara lain untuk menjalin komunikasi yang aktif, nyata dan terbuka. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk lebih saling mengenal satu sama lain diantara anggota komunitas, mempererat hubungan yang telah terjadi, sekaligus juga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan segala bentuk pertanyaan yang ada dan permasalahan yang muncul untuk kemudian menghasilkan solusi serta jalan keluarnya. Ataupun juga untuk maksud dan tujuan lain yang positif sifatnya.

Demikian juga yang coba diberikan oleh team teaching pengampu tiga mata kuliah program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pada hari Jum’at dan Sabtu (7/10/2016 dan 8/10/2016), 3 mata kuliah tersebut yaitu Statistika, Manajemen Resiko Teknologi Informasi, serta Pemantauan dan Evaluasi Teknologi Informasi yang menjadi beberapa diantara 16 mata kuliah lain dari ITS yang masuk ke dalam program tersebut mengadakan kegiatan kopdar (kopi darat/temu muka, red) untuk komunitas peserta perkuliahannya setelah beberapa waktu telah melakukan aktivitas pengajaran secara online.

 

“Daring” sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi IV merupakan kependekan dari kata “dalam jaringan.” Adalah pengganti kata online yang lebih familiar dan sering dipakai. Adapun PDITT adalah salah satu solusi pemerintah yang ditawarkan dalam upaya perluasan dan pemerataan pendidikan tinggi bermutu di Indonesia. ITS mendapat mandat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia untuk menjadi perguruan tinggi penyelenggaranya. Terlebih, sistem e-learning dengan mengintegrasikan video, gambar dan dokumen-dokumen pendukung lain, ataupun pemberian dan pengumpulan tugas, evaluasi maupun diskusi selama ini telah diterapkan di ITS, sehingga membuat kampus yang dikenal sebagai “Kampus Perjuangan” ini pantas menjadi satu diantara lima perguruan tinggi lain untuk menyelenggarakan kegiatan kuliah daring tersebut.

Untuk mengikuti mata kuliah PDITT yang dapat diikuti oleh mahasiswa di seluruh Indonesia ini, perguruan tinggi terlebih dahulu harus mendaftarkan mahasiswanya yang berminat ke DIKTI. Kepada mahasiswa yang mengikuti seluruh proses pembelajaran dan dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat dan transkrip nilai dari perguruan tinggi penyelenggara yang diakui keabsahannya oleh DIKTI, dan nantinya dapat dipergunakan di kampusnya masing-masing.

Memanfaatkan teknologi jaringan komputer dan internet, perkuliahan online daring ini memang dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang secara mandiri memberikan instruksi dan layanan pembelajaran kepada pesertanya tanpa melibatkan secara langsung para pengampunya. Namun, para pengampu tiga mata kuliah program PDITT di ITS mempunyai pandangan lain menyikapi hal ini. Seperti diungkapkan oleh Anisah Herdiyanti Prabowo SKom MSc, “Diperlukan kegiatan temu muka, selain untuk penjelasan tutorial materinya, juga untuk memberikan experience kepada mahasiswa tersebut merasakan berkuliah di ITS.”

Untuk kepentingan tersebut, dilaksanakanlah kegiatan kopdar PDITT yang bertempat di Jurusan termuda pada Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS tersebut. Berlangsung selama dua hari, dengan perincian satu hari pertama adalah penyambutan sekaligus pengenalan fasilitas kampus yang ada di ITS, dan dilanjutkan dengan sit in on a class perkuliahan di hari kedua.


 

Dibuka langsung oleh Dr Ir Aris Tjahyanto MKom selaku Ketua Jurusan Sistem Informasi ITS, para peserta mata kuliah dari 7 perguruan tinggi di 5 kota di Jawa Timur datang untuk mengikuti kegiatan di hari pertama ini. 61 orang peserta mata kuliah PDITT yang terdiri atas mahasiswa dengan beberapa tutor mendapatkan penyambutan juga oleh Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi ITS, Nisfu Asrul Sani, SKom MSc yang juga memberikan overview penjelasan tentang JSI ITS, tempat dimana mereka akan melakukan kegiatan kopdar. Setelah itu, dipandu oleh beberapa staf Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI), kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling melihat fasilitas laboratorium-laboratorium yang dimiliki oleh JSI ITS, hingga berjalan-jalan melihat beberapa gedung Jurusan lain termasuk gedung Rektorat kebanggaan ITS.

 

 

Tak kenal maka tak sayang, setelah menjajal langsung suasana berkuliah di JSI ITS, diharapkan kepada para peserta PDITT tersebut akan menimbulkan kesan yang mendalam. Bila selama ini mungkin hanya mendengar dari cerita-cerita saja sambil memendam keinginan merasakan berkuliah di salah satu kampus negeri favorit ini, namun sekarang impian mereka terwujud dan dapat dengan bangga bercerita bahwa pernah menjadi bagian dari kampus tercinta, ITS. (shi)


In Health We Care: Catatan Kegiatan Health and Care di JSI ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Premis “Sakit itu lebih mahal daripada sehat” mungkin memang benar adanya, dimana ketika seseorang terbaring sakit, ada biaya besar yang harus dikeluarkan. Berapa besarnya? Bisa jadi hingga lebih dari dua kali lipat biayanya bila dibandingkan dengan ketika seseorang tersebut dalam kondisi sehat.

Bahwa ketika sehat, mungkin memang tetap diperlukan biaya untuk merawat tubuh supaya tetap dalam kondisi prima, tapi bila dihitung-hitung head to head akan relatif tidak mahal bila dibandingkan dengan seseorang yang tidak sakit. Orang ketika sakit selain butuh biaya untuk perawatan rumah sakit, dokter dan obat-obatan yang tidak murah harganya, diharuskan juga untuk mengeluarkan biaya lagi untuk merawatnya supaya tidak kambuh lagi. Sementara orang yang sehat tidak akan dipusingkan dengan biaya ekstra apapun untuk pemulihan, bukan? Hanya untuk kebutuhan menjaganya.

Premis yang sama bisa juga dipahami dari analogi bahwa dengan sakit yang diderita sehingga menyebabkan seseorang harus menebusnya dengan “harga yang mahal”, yaitu kegagalan berkali-kali saat berusaha mencapai cita-citanya. Sebagai contoh, seorang lulusan sebuah institut/universitas yang sedang mencari kerja, secara nilai akademis dan prestasi boleh dibilang baik, tapi saat dihadapkan dengan pengukuran kesehatan individu tidak jarang akhirnya terpaksa menelan kegagalan karena tidak lulus tes. Semua mungkin bermuara dari seseorang tersebut lalai menjaga kesehatan sebagai anugerah besar dari Sang Pencipta.

Sehingga yang dibutuhkan disini adalah kesadaran in health we care, adalah seberapa kita peduli dengan sehat itu sendiri. Membangun kesadaran betapa pentingnya sehat itu dalam mindset kita sehingga kita tergerak untuk mempunyai kepedulian untuk sehat dan menerapkannya menjadi pola gaya hidup sehari-hari.

Berbicara kepedulian tentang kesehatan, demikian pula yang coba diberikan oleh Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Selain telah memiliki kegiatan Senam Pagi yang rutin diadakan setiap Jum’at pagi, seolah tidak mau hal buruk menimpa kalangan civitas akademika­-nya akibat tidak peduli dengan kesehatan, pada Rabu (19/10/2016) dan Kamis (20/10/2016), Jurusan termuda di bawah Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS ini juga menyediakan tempat di Plaza Sistem Informasi untuk penyelenggaraan kegiatan donor darah dan medical check-up.

Dua kegiatan tersebut bersama dengan kegiatan lain yaitu Seminar Kesehatan adalah bagian dari program “Health and Care” inisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTIf ITS yang didukung penuh oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ITS dan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTC) ITS sebagai penyelenggaranya pada masing-masing Jurusan.

Seseorang yang peduli dengan kesehatan tentu menyadari betapa pentingnya manfaat medical check-up itu. Ya, medical check-up dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, sekaligus mencegah sakit dengan cara mendeteksinya sejak dini. Semakin dini suatu penyakit terdeteksi, maka semakin cepat pertolongan yang dapat diberikan sehingga penyakit tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius, sekaligus mencegah pertolongan yang lebih rumit.

Sementara donor darah sudah seharusnya tidak perlu diragukan lagi pentingnya juga untuk kesehatan. Mendonorkan darah adalah upaya untuk peduli hidup sehat. Manfaat yang akan dirasakan bila kegiatan ini rutin dilakukan yaitu tubuh menjadi bugar, lebih segar, dan tentunya lebih bersemangat.

Dan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, kegiatan donor darah-lah yang terlebih dahulu diadakan sebagai pembuka rangkaian program Health and Care di JSI ITS ini. Dimulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB, beberapa mahasiswa JSI ITS terlihat mendonorkan darahnya. Ada beberapa yang masih terlihat ragu dan takut, namun ada juga yang percaya diri berani untuk melakukan kegiatan mulia ini. Panitia dari HMSI pun sudah berusaha keras untuk memberikan awareness kepada mahasiswa melalui social media-nya pada beberapa hari sebelum kegiatan. Sebagai tambahan, yang spesial dalam kegiatan yang juga mempunyai fungsi sosial kepedulian ini adalah menggandeng Reblood, start-up aplikasi digital dalam bidang kepedulian donor darah yang sama hasil besutan alumni kebanggaan JSI ITS, Leonika Sari Njoto Boedioetomo.

 

Di hari kedua, diadakan kegiatan medical check-up gratis dan terbatas untuk kalangan civitas akademika JSI ITS. Bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) PMI ITS, kegiatan yang diadakan adalah meliputi pemeriksaan mata, kadar asam urat, kadar gula darah dan tekanan darah, yang penting untuk deteksi dini mengetahui kondisi tubuh. Dimulai juga pada pukul 09:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB, animo civitas akademika JSI ITS yang mengikuti kegiatan disini cukup tinggi, dibuktikan dengan adanya antrean pemeriksaan yang cukup panjang, menunjukkan bahwa fasilitas pemeriksaan kesehatan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para mahasiswa hingga dosen dan karyawan.

Namun sayangnya, hal yang tidak baik justru muncul dari hasil medical check-up yang didapat. Mengambil sampling dari 6 orang yang mengikuti medical check-up Program Health and Care ini, ditemukan kondisi yang tidak sehat. Kadar asam urat dari keenam orang tersebut setelah diperiksa menunjukkan angka yang tinggi, hingga mendekati ambang batas atas normal nilai hasil. Bahkan ada satu sample yang jauh diatas batas normal. Sebuah kenyataan yang menjadi warning alert untuk semua.

 

Menginjak kegiatan terakhir di hari ketiga adalah Seminar Kesehatan yang diadakan di Aula Jurusan Teknik Informatika (IF) ITS pada Jum’at (21/10/2016). Dimulai pukul 13:00 WIB hingga pukul 15:30 WIB, kegiatan ini mendatangkan langsung tenaga ahli psikolog dan dokter untuk membahas beberapa topik kesehatan yang penting bagi mahasiswa seperti gambaran mengenai outcome dari tips dan trik psikotes, persiapan mental diri untuk menghadapi dunia kerja, arti penting kesehatan dan gambaran nilai tes kesehatan di dunia kerja.

 

Akhir kata, benang merah ketiga kegiatan rangkaian program “Health and Care” tersebut semuanya sekali lagi adalah sebagai bentuk kepedulian untuk kesehatan bagi seluruh civitas akademika yang ada di Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS, baik di JSI ITS maupun di IF ITS. Dengan program ini, diharapkan dapat tercipta kondisi fisik yang sehat untuk mendukung suasana dan lingkungan kampus yang baik. Jadi, mengapa tidak, mari bersama peduli untuk sehat? (shi)

Foto : Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ITS


Eitss, Saatnya ETS Di JSI ITS!

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Eitss, pertengahan semester gasal datang juga, saatnya seluruh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadapi Evaluasi Tengah Semester (ETS). Termasuk juga dengan mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS.

Selama sepekan, dimulai Senin (24/10/2016) hingga Jum’at (28/10/2016), sebagian besar mata kuliah yang diajarkan di Jurusan termuda di bawah Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS pada Semester Gasal 2016/2017 ini, baik untuk Program Studi Sarjana dan Program Studi Magister juga melakukan proses evaluasinya atas apa yang telah disampaikan oleh para dosen pengampu selama perkuliahan berlangsung. Evaluasi ini, selain untuk mengukur efektivitas proses pembelajaran, juga ditujukan untuk mengukur sejauh mana hasil belajar mahasiswa, mampu menerima, memahami, dan menguasai bahan ajar yang telah disajikan.

Memang tidak semua mata kuliah melakukan proses evaluasi yang rata-rata berbentuk assessment tertulis ini, karena ada juga mata kuliah yang memilih menerapkan bentuk assessment lain seperti dengan menggunakan model demo atau online.

 

Adapun untuk Program Studi Sarjana (S1) JSI ITS, jadwal ETS di hari pertama diawali oleh empat mata kuliah yaitu Desain dan Manajemen Proses Bisnis, Manajemen dan Administrasi Basis Data, Audit Sistem Informasi serta Pemrograman Integratif pada sesi pertama yang dimulai pada pukul 07:30 WIB. Di hari terakhir, mata kuliah Kecerdasan Bisnis akan memungkasi pekan ETS, saat keseluruhan sesi evaluasi ditutup tepat pukul 15:00 WIB.

Kondisi yang agak berbeda untuk Program Studi Magister (S2) JSI ITS, hari pertama jadwal ETS diawali lebih siang di sesi kedua pada pukul 10:00 WIB dengan mata kuliah Topik Dalam Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi. Dan yang juga berbeda adalah diakhiri mendahului pada hari Kamis (27/10/2016) pada sesi ketiga pukul 13:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB, dengan mata kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan.

 

Dibutuhkan berbagai kesiapan untuk mahasiswa JSI ITS dalam menghadapi assessment terjadwal ini. Selain kesiapan materi yang tentu saja didapat dengan belajar sungguh-sungguh, kesiapan mental seperti ketenangan dan kecermatan dalam mengerjakan setiap soalnya, termasuk juga kesiapan administrasi juga menjadi faktor penting. Sebagai syarat mengikuti ETS ini, mahasiswa wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai identitas peserta. Bila KTM yang bersangkutan hilang dan belum mendapatkan ganti dari Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) ITS, maka bukti cetak Form Rencana Studi (FRS) yang harus dibawa untuk ditunjukkan kepada petugas pengawas sebagai gantinya.

Bila semuanya sudah siap dan well prepared, tinggal diawali dengan niat berdoa sebelum mengerjakan evaluasi yang sebagian besar bersifat tertutup tersebut. Do your best and God will do the rest, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan sehingga dapat meraih hasil maksimal. (shi)


Libatkan SDM Unggul JSI ITS : Gerak Roda Perubahan Sistem OTK di ITS

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Saat kita memandang logo Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), terlihat jelas gambar roda teknik gerigi yang dapat dengan mudah kita lihat sebagai sebuah unsur utamanya. Roda teknik gerigi berukuran besar yang mendominasi keseluruhan logo, melingkari lambang Tugu Pahlawan Surabaya dan bunga wijayakusuma didalamnya. Roda teknik gerigi yang seolah melambangkan keteraturan sistem yang berputar tanpa henti, sebagai mesin penggerak yang merupakan lambang kerja keras yang dilakukan secara terus-menerus untuk tak kenal lelah menghasilkan sesuatu.

Sebagai institusi yang memiliki keteraturan sistem, tentu saja ITS juga memiliki organisasi dan tata kerja di lingkungannya untuk menyelesaikan semua pekerjaan agar sesuai dengan tujuannya, menciptakan good university governance (GUG). Sebagaimana kita ketahui, di dalam GUG, selain transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas yang menjadi beberapa prinsipnya, masih ada prinsip responsibilitas yang melengkapi. Prinsip terakhir ini diwujudkan ke dalam uraian tugas dan wewenang setiap bagian yang ada di dalamnya, termasuk para sumber daya manusia (SDM) para pemangku jabatan dan kepentingan.

Terkait dengan hal ini, sebagai tindak lanjut diterbitkannya Peraturan Rektor ITS Nomor 10 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) ITS, dilakukan penataan untuk meningkatkan pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai Tridharma Perguruan Tinggi. Sebagai bagiannya, sebanyak 147 pejabat baru dilantik dan dikukuhkan oleh Rektor ITS dalam Upacara Pengambilan Sumpah Jabatan yang diselenggarakan di Grha Sepuluh Nopember ITS pada Rabu (26/10/2016) lalu.

Beberapa nama SDM unggul Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS masuk ke dalam daftar 147 pejabat ITS yang baru dilantik tersebut. Dosen JSI ITS sekaligus mantan Ketua Jurusan (Kajur) Periode 2007 - 2011 , Ir Achmad Holil Noor Ali MKom didapuk menjabat sebagai Kepala Unit Usaha Komersial pada Badan Pengembangan Dan Pengelola Usaha, bersama para dosen JSI ITS lain seperti Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD, Erma Suryani ST MT PhD, Dr Eng Febriliyan Samopa SKom MKom, Dr Ir Aris Tjahyanto MKom dan Edwin Riksakomara SKom MT yang juga berkiprah di tingkat pusat ITS dan menjabat masing-masing sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi, Ketua Jurusan Sistem Informasi, dan Sekretaris Jurusan Sistem Informasi.

Para dosen JSI ITS yang lain juga tak ketinggalan untuk berkiprah di tingkat pusat ITS. Ada nama Hanim Maria Astuti SKom MSc yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Layanan Teknologi dan Sistem Informasi pada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi serta Radityo Prasetyanto Wibowo SKom MKom yang menjabat sebagai Kepala Seksi Layanan Data dan Informasi pada Subdirektorat Layanan Teknologi dan Sistem Informasi Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi.

Sementara seorang dosen JSI ITS yang lain, Hatma Suryotrisongko SKom MEng yang menjabat sebagai Kepala Seksi Distribusi pada Subdirektorat Logistik Direktorat Perencanaan Anggaran dan Logistik berhalangan hadir pada acara seremonial tersebut, dan akan dilantik pada periode berikutnya.

Adapun salah seorang tenaga kependidikan JSI ITS juga tak ketinggalan untuk turut berkiprah. Adalah Bambang Widjanarko ST yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Peralatan pada Subdirektorat Pengelolaan Sarana dan Peralatan Pendidikan dan Penelitian Direktorat Perencanaan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana.

Farewell Mas Bams, Welcome Bu Ndari : Pisah Sambut Pegawai Di Lingkungan JSI ITS

Bahwa sekali lagi sebagai tindak lanjut Peraturan Rektor ITS Nomor 10 Tahun 2016 tentang OTK ITS tersebut diatas, maka ditetapkan pula Keputusan Rektor ITS Nomor 7382/IT2/HK.00.01/2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan/Pengangkatan Kembali Para Kepala Subbagian di Lingkungan ITS. Hal ini adalah sebagai bagian dari penataan pejabat struktural di lingkungan ITS.

Untuk itu, Rektor ITS memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat 46 orang pegawai dari tugasnya diiringi dengan ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatannya. Selanjutnya, Rektor ITS mengangkat atau mengangkat kembali sejumlah 49 orang pegawai untuk menjalankan tugas baru. Sebanyak 46 orang dengan jabatan lama sebagai para Kepala Subbagian pada beberapa biro, jurusan, lembaga, badan, kantor dan unit diangkat kembali untuk menduduki jabatan baru sebagai Kepala Subbagian pada beberapa biro, fakultas, departemen, lembaga, badan, kantor dan juga unit. Hal ini diikuti dengan penambahan sejumlah 3 orang baru yang dipromosikan untuk juga diangkat menduduki posisi jabatan tersebut.

Termasuk ke dalam promosi pegawai itu, JSI ITS harus ‘merelakan’ salah seorang civitas akademik­-nya, Bambang Widjanarko ST. Bapak empat orang anak yang akrab disapa Mas Bams ini ditarik ke kantor pusat ITS, meninggalkan jabatan terakhirnya sebagai Teknisi pada Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI) di JSI ITS.

Suasana haru dan sedih terpancar dari raut wajah pria kelahiran Madiun, 20 Desember 1977 ini. Saat didaulat untuk mengucapkan kata-kata perpisahan pada acara Pisah Sambut Pegawai Di Lingkungan JSI ITS yang digelar pada Rabu (2/11/2016) lalu, dengan mata yang berkaca-kaca, pria yang telah tergabung pada unit kerja JSI ITS semenjak awal berdirinya tersebut mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pimpinan selama lebih dari 15 tahun mengabdi di Jurusan termuda pada Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) tersebut. Ucapan terima kasih yang sama juga tak lupa diucapkannya untuk seluruh dosen dan karyawan selama ini, seraya tak lupa menyemangati rekan kerja yang lain agar tidak berhenti berkiprah. “Saya yakin, ada beberapa yang memiliki kemampuan untuk itu,” serunya memotivasi.

Paulo Coelho, seorang novelis asal Brasil pernah menulis, “If you’re brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello.” Civitas akademika JSI ITS boleh bersedih mengucap selamat tinggal kepada sosok Laboran yang pernah meraih Juara 1 Laboran Berprestasi Tingkat ITS Tahun 2011 tersebut, namun civitas akademika JSI ITS juga harus bergembira mengucap selamat datang kepada seseorang yang siap memberi ‘warna baru’ untuk Jurusan yang didirikan sejak tahun 2001 ini. 

Mengisi posisi jabatan Kepala Subbagian Tata Usaha JSI ITS yang telah lama kosong setelah pejabat lama Veny Nopeanti SE mengundurkan diri karena izin tugas belajar, ada nama Tjatwari Atisoendari SSos MSi yang didaulat untuk menggantikan. Bertugas di Jurusan yang langsung menangani proses kegiatan akademik, bagi perempuan kelahiran 20 Juli 1969 yang akrab disapa Bu Ndari ini adalah kali pertamanya. Sebelumnya, ibu dua orang anak yang sudah beranjak remaja ini menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Biro Umum dan pernah juga menjadi staf Hubungan Masyarakat (Humas) serta staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan. Selamat datang dan selamat bertugas, Bu! (shi)


Kali Kedelapan SESINDO : Kali Pertama Jalinan Kerjasama ITS Dengan Lemsaneg

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Gelaran kali kedelapan dari Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia tahun 2016 (SESINDO 8 - 2016) telah sukses dihelat oleh Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Bertempat di Swiss Belinn Hotel Manyar Surabaya, pada Selasa (1/11) lalu, tema yang diusung kali ini adalah “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Information Technology (IT) Yang Berkesinambungan Dalam Rangka Menghadapi Kompetisi Global di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN.”

SESINDO adalah seminar rutin dalam rangka mendukung pertukaran gagasan akademik dan praktis, utamanya di bidang Sistem Informasi.  Di tahun 2016, kegiatan tahunan ini kembali diselenggarakan bekerjasama dengan Association for Information Systems Indonesia Chapter (AISINDO) dimana SESINDO adalah satu-satunya seminar nasional yang berafiliasi dengan asosiasi profesional bidang Sistem Informasi di Indonesia tersebut.

Empat tokoh didaulat sebagai keynote speakers pada seminar nasional di tahun 2016 ini, masing-masing adalah Dr Djoko Setiadi MSi selaku Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Republik Indonesia, Erma Suryani ST MT PhD selaku Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS, Drs Kresnayana Yahya MSi selaku pakar statistik dan Chairperson Enciety Business Consult, serta Leonika Sari Njoto Boedioetomo SKom selaku founder sekaligus chief executive officer (CEO) Reblood.

Acara pembuka berupa opening ceremony  digelar di Diamond Ballroom, diawali dengan Laporan Kegiatan SESINDO 8 – 2016 oleh Andre Parvian Aristio SKom MSc yang menjadi Chairman SESINDO kali ini. Disusul dengan acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ITS dengan Lemsaneg yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Lemsaneg, dan sambutan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Sebagai acara utama adalah plenary session yang terbagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama menampilkan Kepala Lemsaneg dan Wakil Dekan FTIf ITS selaku keynote speaker. Dipandu oleh dosen JSI ITS, Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom selaku moderator, pada kesempatan ini Kepala Lemsaneg menyampaikan tentang “Pentingnya Pengamanan Informasi Dalam Stabilitas Ekosistem Kewirausahaan IT.” Dalam keynote speech-nya, beberapa hal seperti profil Lemsaneg, perkembangan dan ancaman teknologi informasi/Cyber, dan peran Lemsaneg dalam mengamankan cyber system negara dan pemerintah dijelaskan oleh Kepala Lemsaneg yang memiliki tanggal lahir sama dengan perayaan hari jadi ITS pada 10 November ini. Setelah itu giliran Wakil Dekan FTIf ITS, menyampaikan keynote speech-nya tentang “Kewirausahaan Teknologi Informasi dan Inovasi Dalam Kompetisi Global.”

Sesi kedua plenary session menampilkan dua keynote speakers berikutnya, yaitu Drs Kresnayana Yahya MSc dan Leonika Sari Njoto Boedioetomo SKom. Dipandu oleh dosen JSI ITS, Renny Pradina Kusumawardani ST MT selaku moderator, sesi ini menampilkan sosok keduanya yang ternyata adalah mentor dan anak didik semasa program Start Surabaya, sebuah program inkubasi dan akselerasi bisnis berbasis IT dari anak muda di Surabaya. 

Setelah break, acara dilanjutkan dengan parallel session, dimana paper-paper yang telah dikategorikan sesuai lima topik bidang yaitu Sistem Enterprise (SE), Manajemen Sistem Informasi (MSI), Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi (ADDI), Rekayasa Data dan Inteligensia Bisnis (RDIB), serta Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI) kemudian dipresentasikan sesuai kelompok bidang topik. Sebagai catatan, SESINDO 8 – 2016 kali ini mencatat statistik peserta sebanyak 73 orang dari 130 organisasi dan institusi, dengan menampilkan 61 paper makalah yang telah terseleksi dimana seluruh paper yang diterima akan dipublikasikan dalam Prosiding dan akan diindeks di dalam Open Access Journal of Information Systems (OAJIS).

Sebagai penutup saat closing ceremony, diumumkan gelar “Best Paper” dalam SESINDO 8 – 2016 kali ini yang diraih oleh paper berjudul “Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Minat dan Perilaku Belajar Mahasiswa” karya Desy Iba Ricoida dan Desi Pibriana dari STMIK MDP Palembang. Sementara Caesario Oktanto Kisty, mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara menyabet gelar “Best Presenter” untuk paper yang dipresentasikannya berjudul “Analisis Undisturbed Bit Pada Konstruksi S-Box Quasigroup 4x4.” Sebagai informasi juga, paper-paper terbaik akan direkomendasikan untuk dipublikasikan pada Jurnal Sisfo yang telah terindeks pada Portal Garuda.

ITS dan Lemsaneg Sepakat Jalin Kerjasama

Bersamaan dengan digelarnya SESINDO 8 – 2016, ITS resmi menambah lagi satu kerjasama dengan instansi nasional. Kali ini menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), satu-satunya lembaga penyedia dan pengelola persandian negara. Bersama dengan lembaga yang bertanggung jawab mengamankan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara melalui persandian ini, ITS sebagai institusi perguruan tinggi sepakat untuk menjalin kerjasama tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ini menjadi jalinan kerjasama kali pertama antara Lemsaneg dengan perguruan tinggi di Tanah Air.

Isi kesepahaman perjanjian antara ITS dan Lemsaneg yang ditandatangani oleh pimpinan kedua belah pihak, dalam hal ini adalah Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dan Kepala Lemsaneg Dr Djoko Setiadi MSi mencakup beberapa hal yaitu : penelitian dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan sumber daya manusia serta pertukaran dan diseminasi informasi. Adapun jangka waktu kerjasama awal antara kedua belah pihak berlangsung selama lima tahun ke depan hingga tahun 2021, terhitung mulai 1 November 2016. 

Bersama-sama menyadari peran penting masing-masing dimana ITS sebagai institusi akademisi yang menciptakan inovasi produk karya teknologi informasi dan komunikasi melalui pengembangan riset dan keilmuan, sementara Lemsaneg yang ada di ranah birokrasi dan bertugas  menjadi penyelenggara dan pembina tunggal persandian negara dalam menjamin keamanan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara, kedua belah pihak bertekad bersama dalam meningkatkan kualitas saling mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi masing-masing.

Dalam sambutannya seusai menandatangani MoU, Kepala Lemsaneg, Dr Djoko Setiadi MSi mengungkapkan kebanggaannya atas kesadaran ITS akan pentingnya keamanan TIK. Sisi pengamanan agar dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan negara memang menjadi sorotan pria yang pernah bertugas sebagai Pasukan Pengamanan Presiden selama empat tahun ini. Pria yang kini ada dalam periode kedua jabatannya sebagai orang nomor satu di Lemsaneg itu juga berharap agar kerjasama dengan ITS dapat segera ditindaklanjuti dengan kerjasama teknis, diantaranya dalam hal joint research dan publikasi riset.

Sementara Rektor ITS mengatakan “Bagi ITS, kerjasama ini merupakan pendorong kreativitas civitas akademika ITS dalam pengembangan TIK, utamanya terkait keamanan informasi dan kewirausahaan.”  Sebagaimana diketahui, masalah pengelolaan data dan informasi memang masih menjadi hal penting yang harus terus dikembangkan di masa mendatang. Joni melanjutkan, Lemsaneg adalah mitra yang tepat bagi ITS untuk pengembangan dalam bidang TIK. (shi)