Bersiap Dirikan Prodi Baru, FKTI Unmul Terlebih Dahulu Berkunjung Ke JSI ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Selamat datang di Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kami ucapkan! 19 September 2016 lalu, enam orang staf Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FKTI) Universitas Mulawarman (Unmul) datang ke Jurusan Sistem Informasi ITS dan melakukan kunjungan akademik.

Dipimpin langsung oleh Dr Nathaniel Dengen MSi selaku Dekan FKTI, rombongan dari universitas tertua di Kalimantan Timur tersebut bermaksud melakukan studi banding guna pengembangan Program Studi dan Fakultas di Universitas yang berjuluk “Kampus Hijau” tersebut.

Edwin Riksakomara SKom MT selaku Sekretaris Jurusan Sistem Informasi ITS menerima rombongan dengan didampingi oleh Ketua Program Studi S2 Sistem Informasi, Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi dan Ketua Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO), mewakili Ketua Jurusan yang masih menunaikan ibadah haji.

 

Adapun maksud kunjungan kali ini adalah untuk persiapan pembukaan Program Studi baru S2 di FKTI Unmul, dimana dalam agendanya dibahas kerjasama pembinaan dan pembimbingan untuk melakukan perubahan dan inovasi terhadap peningkatan kualitas dan mutu pendidikan yang bertujuan menyiapkan dan meningkatkan sumber daya manusia Indonesia di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. Berlangsung hangat dan gayeng, acara yang digelar di Ruang Sidang Jurusan Sistem Informasi ITS tersebut juga sekaligus untuk mempererat persahabatan antara kedua belah pihak.

Meskipun selama ini Unmul juga telah memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, namun yang patut diacungi jempol adalah kesediaan mereka untuk tetap merasa perlu belajar. Terkait dengan ini, rombongan banyak menggali ilmu dari success story Program Studi S2 Sistem Informasi Jurusan Sistem Informasi ITS yang dijelaskan langsung oleh Dr Apol Pribadi Subriadi ST MT selaku Ketua Program Studi.

Semoga setelah kunjungan ini, dapat terwujud keinginan baik bersama tersebut ya? (shi)


Visitasi Auditor : Tahap 2 Penilaian SPMI Di JSI ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Penilaian Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sudah memasuki tahap kedua, dimana para auditor mulai melakukan visitasi ke masing-masing unit untuk menjalankan tugasnya.

Auditor, yang dalam hal ini terdiri dari para dosen berkualifikasi sebagai assessor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan yang dinyatakan lulus dalam pelatihan Auditor yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pengelolaan dan Perlindungan Kekayaan Intelektual (LPMP2KI) ITS, datang berkunjung langsung untuk melakukan penilaian yang terdiri atas proses wawancara dengan person in charge (PIC) di setiap Program Studi (Prodi), pengamatan di lapangan, dan evaluasi terhadap dokumen pendukung yang ada.

Seperti halnya yang dialami oleh Prodi S2 Sistem Informasi dan Prodi S1 Sistem Informasi. Dua program studi di bawah naungan Jurusan Sistem Informasi (JSI) Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS tersebut menerima kedatangan para auditor yang melakukan penilaian, berturut-turut pada Rabu (5/10) dan Kamis (6/10). Tim yang terdiri atas dua orang auditor datang untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi di JSI ITS, melalui  penilaian SPMI yang bertujuan memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.

 

Hari pertama penilaian (5/10) dijalani oleh Prodi S2 Sistem Informasi. Tim auditor yang diketuai oleh Dr Fahimah Martak MSi, dengan anggota Dr Enny Zulaika MS dimana keduanya adalah dosen ITS, masing-masing pada Jurusan Kimia dan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut diterima resmi oleh Dr Apol Pribadi Subriadi ST MT selaku Ketua Prodi S2 Sistem Informasi ITS saat datang tepat pada pukul 14:00 WIB. Selama kurang lebih dua jam, sekurangnya sembilan orang yang tergabung dalam Tim SPMI Prodi S2 Sistem Informasi ITS dengan didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Jurusan Sistem Informasi ITS bekerja kompak bahu-membahu menjawab pertanyaan sesuai tanggung jawabnya menjadi gambaran suasana penilaian yang dilakukan bertempat di Ruang Sidang Jurusan Sistem Informasi ITS tersebut.

 

 

Suasana yang sama juga terlihat pada hari kedua penilaian SPMI (6/10), yang dijalani oleh Prodi S1 Sistem Informasi ITS. Bertindak selaku auditor adalah dua orang dosen Fakultas Teknologi Kelautan ITS, sebagai Auditor Ketua adalah Anak Agung Bagus Dinariyana Dwi Putranta ST MES PhD yang juga dosen Jurusan Teknik Sistem Perkapalan dan Aris Sulisetyono ST MASc PhD dari Jurusan Teknik Perkapalan sebagai anggota. Diterima oleh Nisfu Asrul Sani SKom MSc selaku Ketua Prodi S1 Sistem Informasi ITS dengan didampingi oleh Edwin Riksakomara SKom MT selaku Sekretaris Jurusan, sepuluh orang yang tergabung dalam Tim SPMI Prodi S1 Sistem Informasi ITS juga terlihat kompak menjalani kunjungan penilaian yang dimulai tepat pukul 08:00 WIB dan bertempat di ruang yang sama tersebut.

 

Semua dokumen disiapkan oleh tim SPMI yang bekerja di bawah Surat Keputusan Dekan FTIf ITS. Menyesuaikan dengan masing-masing standar penilaian, semua dokumen dijajar dengan rapi dan diperlihatkan kepada tim auditor bila diminta. Buku, jurnal, sertifikat hingga copy surat keputusan dan Buku Borang Akreditasi Program Studi ditata pada box file dan ordner yang disediakan sebagai pendukung dokumen isian online yang telah di-submit sebelumnya pada laman spmi.its.ac.id tersebut.

Semoga semua usaha dan kerja keras bersama berbuah hasil yang manis dan maksimal demi memelihara tradisi Jurusan Sistem Informasi ITS juara, ya? (shi)


Cetak Generasi Unggulan Mahasiswa Lewat Fun Learning With Scratch

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Pada Sabtu (8/10/2016) kemarin, di Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), terlihat pemandangan yang berbeda dari suasana kampus pada umumnya. Jika biasanya yang terlihat adalah kelebatan mahasiswa usia remaja yang berlalu-lalang silih berganti bersemangat memasuki kelas untuk mengikuti perkuliahan, kemarin yang terlihat adalah justru semangat keceriaan serombongan anak-anak usia Sekolah Dasar (SD).

Apakah kampus JSI ITS sekarang sudah berubah fungsi? Jawabannya tentu saja tidak, hanya saja memang saat itu, Jurusan termuda di Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS tersebut sedang kedatangan tamu siswa-siswi SD Muhammadiyah 26 Surabaya. Sebanyak tiga puluh siswa-siswi sekolah dasar yang berlokasi di Keputih Sukolilo tersebut mengikuti acara pelatihan animasi bertajuk “Fun Learning With Scratch” sesi kedua. Adapun sesi pertama pelatihan yang sama sebelumnya telah digelar pada bulan Agustus 2016 lalu untuk kalangan siswa-siswi SDIT Al-Uswah Surabaya.

Bertempat di Studio Pemrograman Sistem Informasi (SPSI), acara ini adalah realisasi kegiatan atas pengajuan proposal Iptek Bagi Masyarakat (IBM) ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), hingga berhasil menggaet mitra. Diinisiasi  oleh beberapa staf pendidik Jurusan Sistem Informasi ITS dengan melibatkan mahasiswa, sehingga kegiatan ini juga menjadi semacam agenda Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M).

 

Siswa-siswi tersebut diajarkan membuat karya animasi dengan menggunakan software Scratch. Mereka diajak berkreasi membuat berbagai animasi gerak dengan perangkat lunak yang sangat aplikatif bagi anak-anak, khususnya pada tingkatan SD tersebut. Berangkat dari animasi yang rata-rata digemari oleh anak-anak, selanjutnya kepada mereka juga diajarkan bahasa pemrograman sederhana melalui diantaranya logic thinking dan hitungan yang dibutuhkan untuk membuat gerak sebagai dasar konsep animasi yang mereka buat.

Kepada anak-anak cikal bakal masa depan bangsa tersebut, ditanamkan usaha untuk mengenal teknologi informasi sejak dini, sehingga nantinya mereka akan memiliki ketertarikan yang lebih.  Dari apa yang telah diajarkan diharapkan mereka akan memahaminya, sehingga saat kelak mereka bisa lebih mendalaminya dengan berkuliah di Jurusan Sistem Informasi ITS sebagai pilihan tempat studinya, anak-anak tersebut akan menjadi generasi unggulan mahasiswa teknologi informasi. Semoga! (shi)


Kopdar PDITT: Jajal Langsung Rasakan Kuliah di JSI FTIf ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Lazimnya pada sebuah komunitas, sesekali waktu diadakan kegiatan pertemuan yang biasa disebut sebagai kopdar (kopi darat). Istilah kopdar ini adalah sebuah istilah yang mengacu kepada ajang pertemuan antar sesama anggota sebuah komunitas yang sudah saling kenal, namun selama ini interaksi diantara mereka hanya sebatas komunikasi online, melalui smartphone atau internet. Sehingga mereka hanya kenal melalui media virtual, tanpa ada saling bertemu muka sebelumnya.

Beragam maksud dan tujuan kegiatan kopdar ini, antara lain untuk menjalin komunikasi yang aktif, nyata dan terbuka. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk lebih saling mengenal satu sama lain diantara anggota komunitas, mempererat hubungan yang telah terjadi, sekaligus juga dapat dimanfaatkan untuk memecahkan segala bentuk pertanyaan yang ada dan permasalahan yang muncul untuk kemudian menghasilkan solusi serta jalan keluarnya. Ataupun juga untuk maksud dan tujuan lain yang positif sifatnya.

Demikian juga yang coba diberikan oleh team teaching pengampu tiga mata kuliah program Pembelajaran Daring Indonesia Terbuka dan Terpadu (PDITT) Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Pada hari Jum’at dan Sabtu (7/10/2016 dan 8/10/2016), 3 mata kuliah tersebut yaitu Statistika, Manajemen Resiko Teknologi Informasi, serta Pemantauan dan Evaluasi Teknologi Informasi yang menjadi beberapa diantara 16 mata kuliah lain dari ITS yang masuk ke dalam program tersebut mengadakan kegiatan kopdar (kopi darat/temu muka, red) untuk komunitas peserta perkuliahannya setelah beberapa waktu telah melakukan aktivitas pengajaran secara online.

 

“Daring” sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi IV merupakan kependekan dari kata “dalam jaringan.” Adalah pengganti kata online yang lebih familiar dan sering dipakai. Adapun PDITT adalah salah satu solusi pemerintah yang ditawarkan dalam upaya perluasan dan pemerataan pendidikan tinggi bermutu di Indonesia. ITS mendapat mandat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia untuk menjadi perguruan tinggi penyelenggaranya. Terlebih, sistem e-learning dengan mengintegrasikan video, gambar dan dokumen-dokumen pendukung lain, ataupun pemberian dan pengumpulan tugas, evaluasi maupun diskusi selama ini telah diterapkan di ITS, sehingga membuat kampus yang dikenal sebagai “Kampus Perjuangan” ini pantas menjadi satu diantara lima perguruan tinggi lain untuk menyelenggarakan kegiatan kuliah daring tersebut.

Untuk mengikuti mata kuliah PDITT yang dapat diikuti oleh mahasiswa di seluruh Indonesia ini, perguruan tinggi terlebih dahulu harus mendaftarkan mahasiswanya yang berminat ke DIKTI. Kepada mahasiswa yang mengikuti seluruh proses pembelajaran dan dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat dan transkrip nilai dari perguruan tinggi penyelenggara yang diakui keabsahannya oleh DIKTI, dan nantinya dapat dipergunakan di kampusnya masing-masing.

Memanfaatkan teknologi jaringan komputer dan internet, perkuliahan online daring ini memang dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang secara mandiri memberikan instruksi dan layanan pembelajaran kepada pesertanya tanpa melibatkan secara langsung para pengampunya. Namun, para pengampu tiga mata kuliah program PDITT di ITS mempunyai pandangan lain menyikapi hal ini. Seperti diungkapkan oleh Anisah Herdiyanti Prabowo SKom MSc, “Diperlukan kegiatan temu muka, selain untuk penjelasan tutorial materinya, juga untuk memberikan experience kepada mahasiswa tersebut merasakan berkuliah di ITS.”

Untuk kepentingan tersebut, dilaksanakanlah kegiatan kopdar PDITT yang bertempat di Jurusan termuda pada Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS tersebut. Berlangsung selama dua hari, dengan perincian satu hari pertama adalah penyambutan sekaligus pengenalan fasilitas kampus yang ada di ITS, dan dilanjutkan dengan sit in on a class perkuliahan di hari kedua.


 

Dibuka langsung oleh Dr Ir Aris Tjahyanto MKom selaku Ketua Jurusan Sistem Informasi ITS, para peserta mata kuliah dari 7 perguruan tinggi di 5 kota di Jawa Timur datang untuk mengikuti kegiatan di hari pertama ini. 61 orang peserta mata kuliah PDITT yang terdiri atas mahasiswa dengan beberapa tutor mendapatkan penyambutan juga oleh Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi ITS, Nisfu Asrul Sani, SKom MSc yang juga memberikan overview penjelasan tentang JSI ITS, tempat dimana mereka akan melakukan kegiatan kopdar. Setelah itu, dipandu oleh beberapa staf Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI), kegiatan dilanjutkan dengan berkeliling melihat fasilitas laboratorium-laboratorium yang dimiliki oleh JSI ITS, hingga berjalan-jalan melihat beberapa gedung Jurusan lain termasuk gedung Rektorat kebanggaan ITS.

 

 

Tak kenal maka tak sayang, setelah menjajal langsung suasana berkuliah di JSI ITS, diharapkan kepada para peserta PDITT tersebut akan menimbulkan kesan yang mendalam. Bila selama ini mungkin hanya mendengar dari cerita-cerita saja sambil memendam keinginan merasakan berkuliah di salah satu kampus negeri favorit ini, namun sekarang impian mereka terwujud dan dapat dengan bangga bercerita bahwa pernah menjadi bagian dari kampus tercinta, ITS. (shi)


In Health We Care: Catatan Kegiatan Health and Care di JSI ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Premis “Sakit itu lebih mahal daripada sehat” mungkin memang benar adanya, dimana ketika seseorang terbaring sakit, ada biaya besar yang harus dikeluarkan. Berapa besarnya? Bisa jadi hingga lebih dari dua kali lipat biayanya bila dibandingkan dengan ketika seseorang tersebut dalam kondisi sehat.

Bahwa ketika sehat, mungkin memang tetap diperlukan biaya untuk merawat tubuh supaya tetap dalam kondisi prima, tapi bila dihitung-hitung head to head akan relatif tidak mahal bila dibandingkan dengan seseorang yang tidak sakit. Orang ketika sakit selain butuh biaya untuk perawatan rumah sakit, dokter dan obat-obatan yang tidak murah harganya, diharuskan juga untuk mengeluarkan biaya lagi untuk merawatnya supaya tidak kambuh lagi. Sementara orang yang sehat tidak akan dipusingkan dengan biaya ekstra apapun untuk pemulihan, bukan? Hanya untuk kebutuhan menjaganya.

Premis yang sama bisa juga dipahami dari analogi bahwa dengan sakit yang diderita sehingga menyebabkan seseorang harus menebusnya dengan “harga yang mahal”, yaitu kegagalan berkali-kali saat berusaha mencapai cita-citanya. Sebagai contoh, seorang lulusan sebuah institut/universitas yang sedang mencari kerja, secara nilai akademis dan prestasi boleh dibilang baik, tapi saat dihadapkan dengan pengukuran kesehatan individu tidak jarang akhirnya terpaksa menelan kegagalan karena tidak lulus tes. Semua mungkin bermuara dari seseorang tersebut lalai menjaga kesehatan sebagai anugerah besar dari Sang Pencipta.

Sehingga yang dibutuhkan disini adalah kesadaran in health we care, adalah seberapa kita peduli dengan sehat itu sendiri. Membangun kesadaran betapa pentingnya sehat itu dalam mindset kita sehingga kita tergerak untuk mempunyai kepedulian untuk sehat dan menerapkannya menjadi pola gaya hidup sehari-hari.

Berbicara kepedulian tentang kesehatan, demikian pula yang coba diberikan oleh Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Selain telah memiliki kegiatan Senam Pagi yang rutin diadakan setiap Jum’at pagi, seolah tidak mau hal buruk menimpa kalangan civitas akademika­-nya akibat tidak peduli dengan kesehatan, pada Rabu (19/10/2016) dan Kamis (20/10/2016), Jurusan termuda di bawah Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS ini juga menyediakan tempat di Plaza Sistem Informasi untuk penyelenggaraan kegiatan donor darah dan medical check-up.

Dua kegiatan tersebut bersama dengan kegiatan lain yaitu Seminar Kesehatan adalah bagian dari program “Health and Care” inisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTIf ITS yang didukung penuh oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ITS dan Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMTC) ITS sebagai penyelenggaranya pada masing-masing Jurusan.

Seseorang yang peduli dengan kesehatan tentu menyadari betapa pentingnya manfaat medical check-up itu. Ya, medical check-up dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, sekaligus mencegah sakit dengan cara mendeteksinya sejak dini. Semakin dini suatu penyakit terdeteksi, maka semakin cepat pertolongan yang dapat diberikan sehingga penyakit tidak berlanjut ke tahap yang lebih serius, sekaligus mencegah pertolongan yang lebih rumit.

Sementara donor darah sudah seharusnya tidak perlu diragukan lagi pentingnya juga untuk kesehatan. Mendonorkan darah adalah upaya untuk peduli hidup sehat. Manfaat yang akan dirasakan bila kegiatan ini rutin dilakukan yaitu tubuh menjadi bugar, lebih segar, dan tentunya lebih bersemangat.

Dan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya, kegiatan donor darah-lah yang terlebih dahulu diadakan sebagai pembuka rangkaian program Health and Care di JSI ITS ini. Dimulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB, beberapa mahasiswa JSI ITS terlihat mendonorkan darahnya. Ada beberapa yang masih terlihat ragu dan takut, namun ada juga yang percaya diri berani untuk melakukan kegiatan mulia ini. Panitia dari HMSI pun sudah berusaha keras untuk memberikan awareness kepada mahasiswa melalui social media-nya pada beberapa hari sebelum kegiatan. Sebagai tambahan, yang spesial dalam kegiatan yang juga mempunyai fungsi sosial kepedulian ini adalah menggandeng Reblood, start-up aplikasi digital dalam bidang kepedulian donor darah yang sama hasil besutan alumni kebanggaan JSI ITS, Leonika Sari Njoto Boedioetomo.

 

Di hari kedua, diadakan kegiatan medical check-up gratis dan terbatas untuk kalangan civitas akademika JSI ITS. Bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Sukarela (KSR) PMI ITS, kegiatan yang diadakan adalah meliputi pemeriksaan mata, kadar asam urat, kadar gula darah dan tekanan darah, yang penting untuk deteksi dini mengetahui kondisi tubuh. Dimulai juga pada pukul 09:00 WIB hingga pukul 14:00 WIB, animo civitas akademika JSI ITS yang mengikuti kegiatan disini cukup tinggi, dibuktikan dengan adanya antrean pemeriksaan yang cukup panjang, menunjukkan bahwa fasilitas pemeriksaan kesehatan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh para mahasiswa hingga dosen dan karyawan.

Namun sayangnya, hal yang tidak baik justru muncul dari hasil medical check-up yang didapat. Mengambil sampling dari 6 orang yang mengikuti medical check-up Program Health and Care ini, ditemukan kondisi yang tidak sehat. Kadar asam urat dari keenam orang tersebut setelah diperiksa menunjukkan angka yang tinggi, hingga mendekati ambang batas atas normal nilai hasil. Bahkan ada satu sample yang jauh diatas batas normal. Sebuah kenyataan yang menjadi warning alert untuk semua.

 

Menginjak kegiatan terakhir di hari ketiga adalah Seminar Kesehatan yang diadakan di Aula Jurusan Teknik Informatika (IF) ITS pada Jum’at (21/10/2016). Dimulai pukul 13:00 WIB hingga pukul 15:30 WIB, kegiatan ini mendatangkan langsung tenaga ahli psikolog dan dokter untuk membahas beberapa topik kesehatan yang penting bagi mahasiswa seperti gambaran mengenai outcome dari tips dan trik psikotes, persiapan mental diri untuk menghadapi dunia kerja, arti penting kesehatan dan gambaran nilai tes kesehatan di dunia kerja.

 

Akhir kata, benang merah ketiga kegiatan rangkaian program “Health and Care” tersebut semuanya sekali lagi adalah sebagai bentuk kepedulian untuk kesehatan bagi seluruh civitas akademika yang ada di Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS, baik di JSI ITS maupun di IF ITS. Dengan program ini, diharapkan dapat tercipta kondisi fisik yang sehat untuk mendukung suasana dan lingkungan kampus yang baik. Jadi, mengapa tidak, mari bersama peduli untuk sehat? (shi)

Foto : Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ITS