Sumbang Medali, Mahasiswa-Mahasiswi JSI Ikut Bawa ITS Raih Juara 2 Gemastik 9-2016

JAKARTA, UNIVERSITAS INDONESIA - Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) telah memasuki penyelenggaraannya yang ke-9. Di tahun 2016 ini, kegiatan ini dilangsungkan di Jakarta, dengan Universitas Indonesia sebagai host dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) sebagai co-host.

Selama delapan tahun penyelenggaraan kegiatan yang menjadi media penyalur kreativitas mahasiswa dalam pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat nasional ini, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia telah menyelenggarakan kegiatan ini secara kontinyu. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa sebagai peserta kegiatan dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan TIK dan dapat mengembangkan potensi besarnya sebagai agen perubahan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini dan masa yang akan datang.

Berdasar pada Laporan Kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Gemastik 9, Dr R Yugo Kartono Isal MSc yang ada di dalam program book, seiring berjalannya waktu, Gemastik menjadi semakin kompetitif, bergengsi dan semakin diminati oleh mahasiswa di Indonesia. Terlihat dari semakin banyaknya jumlah mahasiswa, jumlah perguruan tinggi dan jumlah provinsi yang ikut berpartisipasi. Terdapat 2307 tim yang mendaftar pada seluruh 10 kategori yang dilombakan, yang berasal dari 113 perguruan tinggi yang tersebar di 23 provinsi. Lima kategori lomba melakukan 2 tahapan seleksi, dan 5 kategori lainnya hanya 1 tahapan seleksi. Dari hasil proses seleksi oleh para juri, telah terpilih 119 tim yang berasal dari 37 perguruan tinggi (12 perguruan tinggi diantaranya berasal dari luar Jawa dan Bali), yang tersebar di 18 provinsi.

Mengusung tema "Enabling Smart Society Through ICT,” mengacu pada laman resminya di https://gemastik.ui.ac.id/, rangkaian acara dalam Gemastik 9 terdiri dari perlombaan di bidang TIK, seminar, pameran hasil karya finalis, serta tak ketinggalan pentas budaya dan kesenian. Adapun untuk acara perlombaannya sendiri, kali ini Gemastik 9 memiliki 10 bidang yang dilombakan, dengan penambahan satu bidang baru disamping sembilan kategori yang dilombakan pada penyelenggaraan Gemastik sebelumnya. Sepuluh bidang perlombaan tersebut adalah Pemrograman, Pengembangan Perangkat Lunak, Data Mining, Keamanan Jaringan dan Sistem Informasi, Animasi, Piranti Cerdas dan Embedded System, Desain User Experience, Pengembangan Bisnis TIK, Pengembangan Aplikasi Permainan serta bidang baru yaitu e-Government.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tentu tak ketinggalan untuk berpartisipasi. Kali ini, kampus berjuluk Kampus Perjuangan tersebut mengirimkan kontingen sejumlah total 14 tim yang sukses menuju laga babak final, dengan perincian satu tim untuk bidang pemrograman, satu tim untuk bidang pengembangan perangkat lunak, dua tim untuk bidang lomba data mining, dua tim juga untuk bidang pengembangan bisnis TIK, tiga tim untuk bidang piranti cerdas dan embedded system, dua tim untuk bidang desain user experience, dua tim untuk bidang pengembangan aplikasi permainan, dan satu tim untuk bidang e-Government. Sebuah peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mengirimkan tujuh tim.

Bergabung bersama keempatbelas tim tersebut, terselip beberapa nama mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS yang menguji keberuntungannya untuk berusaha meraih medali dalam perlombaan bidang TIK di ajang ini. Achmad Choirun Najib, mahasiswa Angkatan 2014 bergabung bersama kakak tingkatnya mahasiswa Angkatan 2013, Nikolaus Herjuno SDA dan Tetha Valianta, membentuk tim MagnifyID. Sementara tim TRIOS digawangi oleh tiga orang mahasiswa Angkatan 2014 yaitu Gede Doran Andika, Arymasu Godhein Ndoen dan Made Juli Dharma Adi. Mahasiswa-mahasiswa Angkatan 2015 pun seolah tak mau kalah, membentuk tim Integralistik yang digawangi oleh Muhammad Aldi Baihaqi, Dea Ayu Oktaviani dan Yasin Awwab. Adapun Tetha Valianta kembali bergabung dalam tim DM Team, bersama rekan se-angkatannya di 2013, Fahrizal Adi Wibowo dan Marina Safitri.

Setelah melewati tahapan kompetisi dan penilaian oleh juri-juri yang melibatkan para pakar TIK dari berbagai institusi perguruan tinggi seluruh Indonesia, saat diumumkan pada Sabtu (29/10) bertempat di Aula Saba Widya Wisma Makara Universitas Indonesia, DM Team berhasil menyumbang satu medali perunggu untuk dipersembahkan kepada kontingen ITS setelah berlaga di perlombaan TIK bidang e-Government. Hasil ini turut andil membawa ITS sukses menjadi juara dua dalam ajang Gemastik 9 tahun 2016, dengan membawa pulang total lima medali, hanya terpaut satu peringkat dari tuan rumah Universitas Indonesia yang menjadi juara umum. Selamat! (shi)


Get Lucky First, Get Certified Next : Mahasiswa-Mahasiswi JSI ITS Rajai Hadiah Dalam Roadshow Indonesia Next Surabaya

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Selasa lalu (25/10), Telkomsel bersama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM) sukses mengadakan event Indonesia Next. Menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai host kegiatan ini, kota Surabaya beruntung mendapat kesempatan pertama menjadi tempat pembuka serangkaian roadshow kegiatan yang menurut rencana akan digelar juga di lima kota besar lain di Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Makassar dan Yogyakarta sebagai penutupnya.

Indonesia Next adalah kegiatan yang digelar sebagai upaya mendukung generasi muda untuk mempersiapkan diri bersaing secara global, dengan rangkaian acaranya meliputi seminar inspiratif, sesi workshop kreatif hingga program pelatihan dan sertifikasi. Kegiatan ini adalah sebuah program corporate social responsibilities (CSR) dari Telkomsel.

Acara diawali dengan sambutan Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD selaku Wakil Rektor ITS Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, disusul dengan penjelasan kegiatan Indonesia Next oleh Direktur Sales Telkomsel, Mas’ud Khamid. Dilanjutkan dengan sesi pemaparan bagaimana pengembangan teknologi informasi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi Pemprov Jawa Timur, Ir Hagung Sipri MM. Ketiganya juga lantas secara bersama-sama men-tweet IndonesiaNext sebagai tanda dilakukannya launching kegiatan secara resmi.

Sebagai pembuka kegiatan untuk anak muda yang diadakan di Grha Sepuluh Nopember ITS ini, seminar inspiratif bertemakan “Get Inspired, Be The Next” digelar terlebih dahulu dengan mendatangkan beberapa pembicara dengan bisnis dan karyanya yang juga telah menginspirasi kaum muda. Nama-nama besar seperti Roy Simangunsong selaku Country Head Twitter Indonesia dan Dr Guntur Sialoon Siboro MEng MBA yang menjabat sebagai Country Head Hooq Indonesia menjadi inspiring speakers pada sesi ini. Nama-nama besar lain seperti Denny Santoso, Daus Gonia, Deddy Avianto, Hendy Setiono, Hiro Whardana hingga Erich Silalahi tak ketinggalan menjadi sederet inspiring speakers ternama yang mengisi beberapa sesi workshop kreatif dalam acara yang digelar dari pukul 7 pagi hingga berakhir pada pukul 6 sore tersebut.

Melalui seminar inspiratif dengan isi berbagi pengetahuan dan pengalaman menarik dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya tersebut, diharapkan akan membuka wawasan para peserta untuk memahami betapa pentingnya mutu dan kompetensi yang harus dimiliki agar seseorang dapat berkompetisi nantinya dalam wacana global.

Adapun kemasan workshop dari para pelaku bisnis terkait dengan topik perkembangan teknologi informasi terkini, strategi dan konsep digital marketing dan entrepreneurship hingga dunia kreatif digital content dan fotografi juga sangat menarik diikuti yang menjadi daya pikat acara. Begitu lekat dengan anak muda yang setiap hari seakan tidak pernah terpisahkan dengan hal-hal tersebut, yang mewarnai setiap jengkal kehidupannya, saat mata mulai membuka dan bernafas menghirup udara membuka pagi hingga kembali terlelap di waktu malam mengakhiri hari.

Apalagi dengan iming-iming kesempatan pelatihan dan uji sertifikasi keahlian profesi yang bisa mereka dapatkan setelah mengikuti kegiatan ini, menjadi nilai penting yang menjadi tambahan pemikat sehingga animo peserta yang akan mengikuti kegiatan ini begitu terasa dengan adanya antrean di meja registrasi sebelum acara dimulai. Sebagai informasi, para peserta yang lulus dari ujian sertifikasi tersebut akan mendapatkan sertifikat keahlian yang dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk melengkapi ijazah kelulusan mereka nantinya. Dan pada tahap akhir, akan dipilih 18 peserta terbaik yang berkesempatan untuk mengikuti short course di perusahaan digital ternama kelas dunia.

Khusus bagi mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS, meskipun masih dalam pekan Evaluasi Tengah Semester (ETS), mereka tetap bersemangat untuk mengikuti acara yang dapat menambah wawasan mereka tersebut. Tidak hanya antusias mengikuti keseluruhan materi seminar inspiratif dan workshop kreatif yang disajikan oleh para inspiring speakers, para mahasiswa JSI ITS tersebut juga rupanya tak ketinggalan untuk antusias mengikuti games yang disajikan sebagai bagian acara, menguji keberuntungan mereka untuk mendapatkan hadiah.

Banyaknya mahasiswa-mahasiswi yang beruntung mendapatkan beberapa hadiah dalam acara tersebut menjadi bukti lucky factor yang luar biasa besar yang dimiliki oleh mereka. Mega Resty, mahasiswi JSI ITS Angkatan 2013 beruntung mendapatkan hadiah handset iPhone 7 atas Tweet Terbaik-nya, sebagaimana rekan satu angkatannya Andre Surya yang juga mendapat hadiah yang sama atas keberhasilannya memenangkan trivia games. Sementara rekan satu angkatan mereka juga, Chandra Surya beruntung mendapat handset Lenovo Vibe C berikut powerbank atas Tweet Terbanyak-nya, diikuti keberuntungan yang juga dirasakan oleh para mahasiswa Angkatan 2013 yang lain yaitu Bintang Setyawan, Nadya Chandra dan Fahmi Zamroni dengan masing-masing hadiah yang mereka peroleh.

Seperti kata pepatah, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.” Semoga dengan keberuntungan diperolehnya hadiah sebagai reward bertambahnya wawasan pengetahuan mereka dengan mengikuti acara seminar inspiratif dan sesi workshop kreatif pada gelaran pertama Indonesia Next di Surabaya tersebut, keberuntungan yang sama juga akan diraih oleh mereka untuk berhasil mendapatkan sertifikasi keahlian profesi yang sangat berguna nantinya, ya? (shi)


Belajar Langsung Dari Pakarnya : International Lecture in Project Management ITS – Campus Outreach SymEx 2016

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Senin (17/10/2016), bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), digelar International Lecture bidang Manajemen Proyek bertajuk “Talent Management: A Strategic Imperative, Building Future Leadership in Project Management” dengan pematerinya adalah Jennifer Tharp PMP, seorang pakar di bidang tersebut yang asal Amerika Serikat.

Kegiatan kuliah tamu internasional ini sendiri menjadi agenda campus outreach, dimana ITS beruntung mendapat kesempatan untuk dikunjungi sebagai bagian rangkaian acara SymEx 2016 di Surabaya, acara khusus untuk komunitas manajemen proyek yang digelar oleh Project Management Institute (PMI) Indonesia Chapter untuk memperluas jejaring, sebagai ajang berbagi dan belajar serta untuk meningkatkan kemampuan diri masing-masing anggotanya.

Melalui kerja bareng dengan Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO) yang berkantor pusat di Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS sebagai tuan rumah kegiatan, memungkinkan para peminat bidang Manajemen Proyek dari kalangan ITS pada khususnya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan dan belajar dari segudang pengalaman yang telah dijalani oleh Jennifer Tharp selama karir profesionalnya. Utamanya adalah mahasiswa JSI ITS yang mengambil Mata Kuliah Manajemen Proyek Sistem Informasi di semester ini, baik untuk tingkat Sarjana dan Magister. Sementara para profesional dan praktisi dari luar ITS seperti anggota AISINDO dan kalangan lainnya juga tetap terwadahi hasrat untuk belajar langsung dari perempuan berambut blonde ikal tersebut, mengingat kegiatan ini juga terbuka untuk umum meski sifatnya terbatas.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Jurusan Sistem Informasi ITS, Dr Ir Aris Tjahyanto MKom, dan dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Presiden AISINDO, Tony Dwi Susanto ST MT PhD ITIL hingga memasuki materi utama berupa pemaparan materi dari salah seorang Dewan Direksi PMI tersebut.

Nama Jennifer Tharp sendiri, perempuan asal San Francisco ini sudah tak diragukan lagi keberhasilannya dengan segudang pengalaman kaliber internasionalnya di berbagai sektor, mulai dari perencanaan strategis sales & marketing, keuangan, pengembangan bisnis, hingga manajemen proyek teknologi informasi. Track record keberhasilan perempuan yang juga adalah seorang instruktur pengajar mata kuliah Project Management & Sustainability di University of California Berkeley ini dibuktikan dengan mengembangkan bisnis beserta tim kerja, dimulai dari dasar hingga sukses tumbuh menjadi perusahaan besar.

Karir profesionalnya diawali semenjak menjadi seorang manajer di Technicolor, perusahaan yang menaungi produk merek RCA dan GE. Prestasi moncer Jennifer adalah kesuksesannya memimpin perusahaan Amerika tersebut hingga meraup laba 8 milyar dolar untuk penjualan produksi peralatan elektroniknya. Setelah tujuh tahun berkarir disana, karirnya terus melesat, tak kurang beberapa raksasa industri dunia sekelas Vodafone dan Cisco pernah merasakan sentuhan perempuan yang juga pernah menjadi konsultan lepas untuk beberapa perusahaan yang tak kalah mendunianya seperti e-Bay dan Nikon ini.

Dalam materinya, Chair of Audit and Performance Oversight Committee di PMI ini menampilkan kajian nilai strategis dari talent management dan pengembangannya. Berangkat dari penelitian yang dilakukan oleh PMI, Human Systems International dan Economist Intelligence Unit yang menunjukkan bagaimana kurangnya talent akan menghambat implementasi strategi sebuah organisasi, menurunkan tingkat keberhasilan sebuah proyek serta berdampak negatif. Digambarkan juga bagaimana diskonektivitas antara para pekerja dan pimpinan eksekutif, contoh-contoh organisasi yang buruk, pun arah kemana organisasi dapat ditingkatkan.

Sebagai akhir, dipaparkan arah yang jelas tentang apa yang organisasi dapat lakukan untuk meningkatkan strategi talent management mereka guna menaikkan tingkat keberhasilan proyek. Sungguh sebuah pengetahuan hasil belajar dari sang pakar yang membuka wawasan lebar-lebar setiap peserta kegiatan ini dan dapat digunakan kelak! (shi)

 


Curious About Kurio : Sosialisasi Karir Bisnis Start-up Jurusan Sistem Informasi ITS

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Selamat datang di era perkembangan bisnis teknologi informasi! Saat satu demi satu start-up mulai bermunculan yang menandai maraknya jenis platform bisnis masa kini.

Dari Wikipedia, start-up atau yang biasa disebut sebagai perusahaan rintisan, merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Namun tidak semua jenis usaha yang baru dimulai dapat dikategorikan ke dalam start-up. Start-up memang lebih condong kepada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, terkait kemunculannya pada periode akhir 1990-an hingga awal 2000-an saat terjadi gelembung teknologi informasi dimana internet baru berkembang dan banyak orang mulai meliriknya sebagai ladang bisnis.

Termasuk halnya dengan Kurio, sebuah start-up aplikasi untuk menemukan konten yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Aplikasi buatan lokal ini dikembangkan oleh Merah Putih Inc, yang juga merupakan investor dari DailySocial, portal berita bisnis teknologi dan gaya hidup modern. Kurio memungkinkan penggunanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya, seperti menentukan konten apa yang ingin dibaca, menjelajah berbagai pilihan dan memilih beberapa topik untuk secara rutin dibaca.

Terkait Kurio dan bisnis start-up, dalam kegiatan “Sosialisasi Karir” yang digelar pada Jum’at (30/9) bertempat di Studio Pemrograman Sistem Informasi I Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dihadirkan Andika Kurniantoro, seorang infrastructure specialist-nya. Sosialisasi karir ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ITS selain terbuka untuk umum, utamanya juga untuk mewadahi alumni Jurusan Sistem Informasi ITS yang penasaran dan tertarik pada bisnis bidang teknologi informasi start-up ini.

Sesuai dengan judulnya “Start-up: Big Data, Machine Learning, Repeat” materi yang disampaikan oleh peraih gelar Sarjana Komputer di bidang Sistem Informasi dari Universitas Budi Luhur Jakarta ini membahas segala hal terkait start-up sebagai bisnis yang populer saat ini. Termasuk membahas tentang big data dan pengorganisasiannya dalam bisnis ini dan juga teknologi machine learning.

Dijelaskan oleh alumnus SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Malang yang juga adalah seorang penulis dan content strategist pada Kurio ini, pengguna dapat tetap update dengan berita-berita terbaru dari beragam sumber terpercaya hanya dalam sebuah aplikasi, dan juga memberikan informasi-informasi selain berita. Didukung dengan mesin andalnya, aplikasi tersebut akan merekomendasikan artikel-artikel yang berguna, praktis, dan informatif untuk apapun hobi, pekerjaan, minat dan profesi. Aplikasi ini juga tampil secara menarik baik dari tampilannya dengan adanya penghargaan atas design dan user interface­-nya sebagai komitmen untuk menciptakan user experience yang unik.

Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 8 pagi tersebut, yang menarik ada juga sesi code challenge yang menantang kemampuan coding para alumni. Dilanjutkan dengan sesi job interview seusai ibadah sholat Jum’at bagi para alumni jobseeker yang tertarik bergabung dengan perusahaan spesialis bidang mobile dan media yang didirikan pada tahun 2013 tersebut.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, pengetahuan dan wawasan tentang teknologi informasi terkini bertambah dan adanya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menjadi manfaat-manfaat yang diharapkan akan didapatkan bagi para peserta kegiatan tersebut, khususnya alumni Jurusan Sistem Informasi ITS. Semoga! (shi)

Foto : Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI)


COMMEX 2016 : Gebrakan Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS - Jum'at (23/9/2016) digelar Community Expo atau biasa disingkat COMMEX, merupakan rangkaian acara pengenalan komunitas mahasiswa Sistem Informasi kepada mahasiswa baru Sistem Informasi. Acara ini diselenggarakan secara kolaborasi oleh departemen DAGRI , HUBLU dan RISTEK yang masing masing memiliki komunitas berbeda sesuai dengan bidangnya.

Tahun ini DAGRI membuka lima komunitas yaitu Basket , Futsal, Badminton, Musik dan E-Sport. E-Sport sendiri ialah sebuah komunitas baru dari DAGRI yang dipersembahkan untuk para pecinta game, terutama DOTA 2 agar dapat merasakan keseruan bersama dalam permainan legendaris tersebut. Komunitas lain dari DAGRI pun memiliki banyak agenda seperti offline meeting, liga jurusan dan banyak lainnya. Selain DAGRI, HUBLU juga menampilkan komunitas terbaik yang dimilikinya yaitu English Club. Ada juga RISTEK dengan pesona identitas baru dalam komunitasnya tersebut. RISTEK memiliki empat komunitas yaitu ISGD (Information System Game Development), ISAC (Information System Android Community), ISWD (Information System Web Development) atau kerennya dulu disebut SIWEC, dan ISNS (Information System Network Security) yang pada 2015 lalu beken dengan nama NETSEC. Ada sekitar 10 komunitas dengan bidang berbeda-beda yang ditampilkan pada COMMEX 2016 kali ini. Untuk meminimalisir hilangnya anggota yang sudah berada dalam komunitas, disepakati bahwa satu mahasiswa hanya boleh mengikuti dua komunitas saja dari bidang yang berbeda. Seperti misalnya ISWD dengan Badminton. Hal ini dilakukan untuk menghindari hilangnya anggota dari masing masing komunitas, sehingga setiap mahasiwa baru akan fokus pada komunitas yang benar benar sesuai dengan minat dan bakatnya.

Acara COMMEX 2016 ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Eric Syafril Rizal selaku ketua panitia COMMEX 2016, acara kali ini lebih terstruktur dan memiliki grand design. Setiap komunitas juga mendapatkan controlling dari penganggungjawab masing masing. Dengan adanya acara ini harapannya, mahasiswa baru 2016 dapat mengembangkan kemampuannya sesuai dengan minat dan bakat masing masing serta dapat mengisi waktu agar kuliahnya tidak sekedar kuliah saja.