Eitss, Saatnya ETS Di JSI ITS!

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Eitss, pertengahan semester gasal datang juga, saatnya seluruh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadapi Evaluasi Tengah Semester (ETS). Termasuk juga dengan mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS.

Selama sepekan, dimulai Senin (24/10/2016) hingga Jum’at (28/10/2016), sebagian besar mata kuliah yang diajarkan di Jurusan termuda di bawah Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS pada Semester Gasal 2016/2017 ini, baik untuk Program Studi Sarjana dan Program Studi Magister juga melakukan proses evaluasinya atas apa yang telah disampaikan oleh para dosen pengampu selama perkuliahan berlangsung. Evaluasi ini, selain untuk mengukur efektivitas proses pembelajaran, juga ditujukan untuk mengukur sejauh mana hasil belajar mahasiswa, mampu menerima, memahami, dan menguasai bahan ajar yang telah disajikan.

Memang tidak semua mata kuliah melakukan proses evaluasi yang rata-rata berbentuk assessment tertulis ini, karena ada juga mata kuliah yang memilih menerapkan bentuk assessment lain seperti dengan menggunakan model demo atau online.

 

Adapun untuk Program Studi Sarjana (S1) JSI ITS, jadwal ETS di hari pertama diawali oleh empat mata kuliah yaitu Desain dan Manajemen Proses Bisnis, Manajemen dan Administrasi Basis Data, Audit Sistem Informasi serta Pemrograman Integratif pada sesi pertama yang dimulai pada pukul 07:30 WIB. Di hari terakhir, mata kuliah Kecerdasan Bisnis akan memungkasi pekan ETS, saat keseluruhan sesi evaluasi ditutup tepat pukul 15:00 WIB.

Kondisi yang agak berbeda untuk Program Studi Magister (S2) JSI ITS, hari pertama jadwal ETS diawali lebih siang di sesi kedua pada pukul 10:00 WIB dengan mata kuliah Topik Dalam Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi. Dan yang juga berbeda adalah diakhiri mendahului pada hari Kamis (27/10/2016) pada sesi ketiga pukul 13:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB, dengan mata kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan.

 

Dibutuhkan berbagai kesiapan untuk mahasiswa JSI ITS dalam menghadapi assessment terjadwal ini. Selain kesiapan materi yang tentu saja didapat dengan belajar sungguh-sungguh, kesiapan mental seperti ketenangan dan kecermatan dalam mengerjakan setiap soalnya, termasuk juga kesiapan administrasi juga menjadi faktor penting. Sebagai syarat mengikuti ETS ini, mahasiswa wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai identitas peserta. Bila KTM yang bersangkutan hilang dan belum mendapatkan ganti dari Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) ITS, maka bukti cetak Form Rencana Studi (FRS) yang harus dibawa untuk ditunjukkan kepada petugas pengawas sebagai gantinya.

Bila semuanya sudah siap dan well prepared, tinggal diawali dengan niat berdoa sebelum mengerjakan evaluasi yang sebagian besar bersifat tertutup tersebut. Do your best and God will do the rest, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan sehingga dapat meraih hasil maksimal. (shi)


Libatkan SDM Unggul JSI ITS : Gerak Roda Perubahan Sistem OTK di ITS

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Saat kita memandang logo Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), terlihat jelas gambar roda teknik gerigi yang dapat dengan mudah kita lihat sebagai sebuah unsur utamanya. Roda teknik gerigi berukuran besar yang mendominasi keseluruhan logo, melingkari lambang Tugu Pahlawan Surabaya dan bunga wijayakusuma didalamnya. Roda teknik gerigi yang seolah melambangkan keteraturan sistem yang berputar tanpa henti, sebagai mesin penggerak yang merupakan lambang kerja keras yang dilakukan secara terus-menerus untuk tak kenal lelah menghasilkan sesuatu.

Sebagai institusi yang memiliki keteraturan sistem, tentu saja ITS juga memiliki organisasi dan tata kerja di lingkungannya untuk menyelesaikan semua pekerjaan agar sesuai dengan tujuannya, menciptakan good university governance (GUG). Sebagaimana kita ketahui, di dalam GUG, selain transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas yang menjadi beberapa prinsipnya, masih ada prinsip responsibilitas yang melengkapi. Prinsip terakhir ini diwujudkan ke dalam uraian tugas dan wewenang setiap bagian yang ada di dalamnya, termasuk para sumber daya manusia (SDM) para pemangku jabatan dan kepentingan.

Terkait dengan hal ini, sebagai tindak lanjut diterbitkannya Peraturan Rektor ITS Nomor 10 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) ITS, dilakukan penataan untuk meningkatkan pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai Tridharma Perguruan Tinggi. Sebagai bagiannya, sebanyak 147 pejabat baru dilantik dan dikukuhkan oleh Rektor ITS dalam Upacara Pengambilan Sumpah Jabatan yang diselenggarakan di Grha Sepuluh Nopember ITS pada Rabu (26/10/2016) lalu.

Beberapa nama SDM unggul Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS masuk ke dalam daftar 147 pejabat ITS yang baru dilantik tersebut. Dosen JSI ITS sekaligus mantan Ketua Jurusan (Kajur) Periode 2007 - 2011 , Ir Achmad Holil Noor Ali MKom didapuk menjabat sebagai Kepala Unit Usaha Komersial pada Badan Pengembangan Dan Pengelola Usaha, bersama para dosen JSI ITS lain seperti Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD, Erma Suryani ST MT PhD, Dr Eng Febriliyan Samopa SKom MKom, Dr Ir Aris Tjahyanto MKom dan Edwin Riksakomara SKom MT yang juga berkiprah di tingkat pusat ITS dan menjabat masing-masing sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi, Ketua Jurusan Sistem Informasi, dan Sekretaris Jurusan Sistem Informasi.

Para dosen JSI ITS yang lain juga tak ketinggalan untuk berkiprah di tingkat pusat ITS. Ada nama Hanim Maria Astuti SKom MSc yang menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Layanan Teknologi dan Sistem Informasi pada Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi serta Radityo Prasetyanto Wibowo SKom MKom yang menjabat sebagai Kepala Seksi Layanan Data dan Informasi pada Subdirektorat Layanan Teknologi dan Sistem Informasi Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi.

Sementara seorang dosen JSI ITS yang lain, Hatma Suryotrisongko SKom MEng yang menjabat sebagai Kepala Seksi Distribusi pada Subdirektorat Logistik Direktorat Perencanaan Anggaran dan Logistik berhalangan hadir pada acara seremonial tersebut, dan akan dilantik pada periode berikutnya.

Adapun salah seorang tenaga kependidikan JSI ITS juga tak ketinggalan untuk turut berkiprah. Adalah Bambang Widjanarko ST yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Peralatan pada Subdirektorat Pengelolaan Sarana dan Peralatan Pendidikan dan Penelitian Direktorat Perencanaan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana.

Farewell Mas Bams, Welcome Bu Ndari : Pisah Sambut Pegawai Di Lingkungan JSI ITS

Bahwa sekali lagi sebagai tindak lanjut Peraturan Rektor ITS Nomor 10 Tahun 2016 tentang OTK ITS tersebut diatas, maka ditetapkan pula Keputusan Rektor ITS Nomor 7382/IT2/HK.00.01/2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan/Pengangkatan Kembali Para Kepala Subbagian di Lingkungan ITS. Hal ini adalah sebagai bagian dari penataan pejabat struktural di lingkungan ITS.

Untuk itu, Rektor ITS memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat 46 orang pegawai dari tugasnya diiringi dengan ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatannya. Selanjutnya, Rektor ITS mengangkat atau mengangkat kembali sejumlah 49 orang pegawai untuk menjalankan tugas baru. Sebanyak 46 orang dengan jabatan lama sebagai para Kepala Subbagian pada beberapa biro, jurusan, lembaga, badan, kantor dan unit diangkat kembali untuk menduduki jabatan baru sebagai Kepala Subbagian pada beberapa biro, fakultas, departemen, lembaga, badan, kantor dan juga unit. Hal ini diikuti dengan penambahan sejumlah 3 orang baru yang dipromosikan untuk juga diangkat menduduki posisi jabatan tersebut.

Termasuk ke dalam promosi pegawai itu, JSI ITS harus ‘merelakan’ salah seorang civitas akademik­-nya, Bambang Widjanarko ST. Bapak empat orang anak yang akrab disapa Mas Bams ini ditarik ke kantor pusat ITS, meninggalkan jabatan terakhirnya sebagai Teknisi pada Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI) di JSI ITS.

Suasana haru dan sedih terpancar dari raut wajah pria kelahiran Madiun, 20 Desember 1977 ini. Saat didaulat untuk mengucapkan kata-kata perpisahan pada acara Pisah Sambut Pegawai Di Lingkungan JSI ITS yang digelar pada Rabu (2/11/2016) lalu, dengan mata yang berkaca-kaca, pria yang telah tergabung pada unit kerja JSI ITS semenjak awal berdirinya tersebut mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pimpinan selama lebih dari 15 tahun mengabdi di Jurusan termuda pada Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) tersebut. Ucapan terima kasih yang sama juga tak lupa diucapkannya untuk seluruh dosen dan karyawan selama ini, seraya tak lupa menyemangati rekan kerja yang lain agar tidak berhenti berkiprah. “Saya yakin, ada beberapa yang memiliki kemampuan untuk itu,” serunya memotivasi.

Paulo Coelho, seorang novelis asal Brasil pernah menulis, “If you’re brave enough to say goodbye, life will reward you with a new hello.” Civitas akademika JSI ITS boleh bersedih mengucap selamat tinggal kepada sosok Laboran yang pernah meraih Juara 1 Laboran Berprestasi Tingkat ITS Tahun 2011 tersebut, namun civitas akademika JSI ITS juga harus bergembira mengucap selamat datang kepada seseorang yang siap memberi ‘warna baru’ untuk Jurusan yang didirikan sejak tahun 2001 ini. 

Mengisi posisi jabatan Kepala Subbagian Tata Usaha JSI ITS yang telah lama kosong setelah pejabat lama Veny Nopeanti SE mengundurkan diri karena izin tugas belajar, ada nama Tjatwari Atisoendari SSos MSi yang didaulat untuk menggantikan. Bertugas di Jurusan yang langsung menangani proses kegiatan akademik, bagi perempuan kelahiran 20 Juli 1969 yang akrab disapa Bu Ndari ini adalah kali pertamanya. Sebelumnya, ibu dua orang anak yang sudah beranjak remaja ini menjabat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Biro Umum dan pernah juga menjadi staf Hubungan Masyarakat (Humas) serta staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan. Selamat datang dan selamat bertugas, Bu! (shi)


Kali Kedelapan SESINDO : Kali Pertama Jalinan Kerjasama ITS Dengan Lemsaneg

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Gelaran kali kedelapan dari Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia tahun 2016 (SESINDO 8 - 2016) telah sukses dihelat oleh Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Bertempat di Swiss Belinn Hotel Manyar Surabaya, pada Selasa (1/11) lalu, tema yang diusung kali ini adalah “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Information Technology (IT) Yang Berkesinambungan Dalam Rangka Menghadapi Kompetisi Global di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN.”

SESINDO adalah seminar rutin dalam rangka mendukung pertukaran gagasan akademik dan praktis, utamanya di bidang Sistem Informasi.  Di tahun 2016, kegiatan tahunan ini kembali diselenggarakan bekerjasama dengan Association for Information Systems Indonesia Chapter (AISINDO) dimana SESINDO adalah satu-satunya seminar nasional yang berafiliasi dengan asosiasi profesional bidang Sistem Informasi di Indonesia tersebut.

Empat tokoh didaulat sebagai keynote speakers pada seminar nasional di tahun 2016 ini, masing-masing adalah Dr Djoko Setiadi MSi selaku Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Republik Indonesia, Erma Suryani ST MT PhD selaku Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS, Drs Kresnayana Yahya MSi selaku pakar statistik dan Chairperson Enciety Business Consult, serta Leonika Sari Njoto Boedioetomo SKom selaku founder sekaligus chief executive officer (CEO) Reblood.

Acara pembuka berupa opening ceremony  digelar di Diamond Ballroom, diawali dengan Laporan Kegiatan SESINDO 8 – 2016 oleh Andre Parvian Aristio SKom MSc yang menjadi Chairman SESINDO kali ini. Disusul dengan acara penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara ITS dengan Lemsaneg yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Lemsaneg, dan sambutan Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD yang sekaligus membuka acara secara resmi.

Sebagai acara utama adalah plenary session yang terbagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama menampilkan Kepala Lemsaneg dan Wakil Dekan FTIf ITS selaku keynote speaker. Dipandu oleh dosen JSI ITS, Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom selaku moderator, pada kesempatan ini Kepala Lemsaneg menyampaikan tentang “Pentingnya Pengamanan Informasi Dalam Stabilitas Ekosistem Kewirausahaan IT.” Dalam keynote speech-nya, beberapa hal seperti profil Lemsaneg, perkembangan dan ancaman teknologi informasi/Cyber, dan peran Lemsaneg dalam mengamankan cyber system negara dan pemerintah dijelaskan oleh Kepala Lemsaneg yang memiliki tanggal lahir sama dengan perayaan hari jadi ITS pada 10 November ini. Setelah itu giliran Wakil Dekan FTIf ITS, menyampaikan keynote speech-nya tentang “Kewirausahaan Teknologi Informasi dan Inovasi Dalam Kompetisi Global.”

Sesi kedua plenary session menampilkan dua keynote speakers berikutnya, yaitu Drs Kresnayana Yahya MSc dan Leonika Sari Njoto Boedioetomo SKom. Dipandu oleh dosen JSI ITS, Renny Pradina Kusumawardani ST MT selaku moderator, sesi ini menampilkan sosok keduanya yang ternyata adalah mentor dan anak didik semasa program Start Surabaya, sebuah program inkubasi dan akselerasi bisnis berbasis IT dari anak muda di Surabaya. 

Setelah break, acara dilanjutkan dengan parallel session, dimana paper-paper yang telah dikategorikan sesuai lima topik bidang yaitu Sistem Enterprise (SE), Manajemen Sistem Informasi (MSI), Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi (ADDI), Rekayasa Data dan Inteligensia Bisnis (RDIB), serta Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI) kemudian dipresentasikan sesuai kelompok bidang topik. Sebagai catatan, SESINDO 8 – 2016 kali ini mencatat statistik peserta sebanyak 73 orang dari 130 organisasi dan institusi, dengan menampilkan 61 paper makalah yang telah terseleksi dimana seluruh paper yang diterima akan dipublikasikan dalam Prosiding dan akan diindeks di dalam Open Access Journal of Information Systems (OAJIS).

Sebagai penutup saat closing ceremony, diumumkan gelar “Best Paper” dalam SESINDO 8 – 2016 kali ini yang diraih oleh paper berjudul “Pengaruh Penggunaan Internet Terhadap Minat dan Perilaku Belajar Mahasiswa” karya Desy Iba Ricoida dan Desi Pibriana dari STMIK MDP Palembang. Sementara Caesario Oktanto Kisty, mahasiswa Sekolah Tinggi Sandi Negara menyabet gelar “Best Presenter” untuk paper yang dipresentasikannya berjudul “Analisis Undisturbed Bit Pada Konstruksi S-Box Quasigroup 4x4.” Sebagai informasi juga, paper-paper terbaik akan direkomendasikan untuk dipublikasikan pada Jurnal Sisfo yang telah terindeks pada Portal Garuda.

ITS dan Lemsaneg Sepakat Jalin Kerjasama

Bersamaan dengan digelarnya SESINDO 8 – 2016, ITS resmi menambah lagi satu kerjasama dengan instansi nasional. Kali ini menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), satu-satunya lembaga penyedia dan pengelola persandian negara. Bersama dengan lembaga yang bertanggung jawab mengamankan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara melalui persandian ini, ITS sebagai institusi perguruan tinggi sepakat untuk menjalin kerjasama tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ini menjadi jalinan kerjasama kali pertama antara Lemsaneg dengan perguruan tinggi di Tanah Air.

Isi kesepahaman perjanjian antara ITS dan Lemsaneg yang ditandatangani oleh pimpinan kedua belah pihak, dalam hal ini adalah Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD dan Kepala Lemsaneg Dr Djoko Setiadi MSi mencakup beberapa hal yaitu : penelitian dan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan sumber daya manusia serta pertukaran dan diseminasi informasi. Adapun jangka waktu kerjasama awal antara kedua belah pihak berlangsung selama lima tahun ke depan hingga tahun 2021, terhitung mulai 1 November 2016. 

Bersama-sama menyadari peran penting masing-masing dimana ITS sebagai institusi akademisi yang menciptakan inovasi produk karya teknologi informasi dan komunikasi melalui pengembangan riset dan keilmuan, sementara Lemsaneg yang ada di ranah birokrasi dan bertugas  menjadi penyelenggara dan pembina tunggal persandian negara dalam menjamin keamanan informasi berklasifikasi milik pemerintah atau negara, kedua belah pihak bertekad bersama dalam meningkatkan kualitas saling mendukung penyelenggaraan tugas dan fungsi masing-masing.

Dalam sambutannya seusai menandatangani MoU, Kepala Lemsaneg, Dr Djoko Setiadi MSi mengungkapkan kebanggaannya atas kesadaran ITS akan pentingnya keamanan TIK. Sisi pengamanan agar dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan negara memang menjadi sorotan pria yang pernah bertugas sebagai Pasukan Pengamanan Presiden selama empat tahun ini. Pria yang kini ada dalam periode kedua jabatannya sebagai orang nomor satu di Lemsaneg itu juga berharap agar kerjasama dengan ITS dapat segera ditindaklanjuti dengan kerjasama teknis, diantaranya dalam hal joint research dan publikasi riset.

Sementara Rektor ITS mengatakan “Bagi ITS, kerjasama ini merupakan pendorong kreativitas civitas akademika ITS dalam pengembangan TIK, utamanya terkait keamanan informasi dan kewirausahaan.”  Sebagaimana diketahui, masalah pengelolaan data dan informasi memang masih menjadi hal penting yang harus terus dikembangkan di masa mendatang. Joni melanjutkan, Lemsaneg adalah mitra yang tepat bagi ITS untuk pengembangan dalam bidang TIK. (shi)


Sumbang Medali, Mahasiswa-Mahasiswi JSI Ikut Bawa ITS Raih Juara 2 Gemastik 9-2016

JAKARTA, UNIVERSITAS INDONESIA - Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) telah memasuki penyelenggaraannya yang ke-9. Di tahun 2016 ini, kegiatan ini dilangsungkan di Jakarta, dengan Universitas Indonesia sebagai host dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) sebagai co-host.

Selama delapan tahun penyelenggaraan kegiatan yang menjadi media penyalur kreativitas mahasiswa dalam pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat nasional ini, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia telah menyelenggarakan kegiatan ini secara kontinyu. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa sebagai peserta kegiatan dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan TIK dan dapat mengembangkan potensi besarnya sebagai agen perubahan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini dan masa yang akan datang.

Berdasar pada Laporan Kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Gemastik 9, Dr R Yugo Kartono Isal MSc yang ada di dalam program book, seiring berjalannya waktu, Gemastik menjadi semakin kompetitif, bergengsi dan semakin diminati oleh mahasiswa di Indonesia. Terlihat dari semakin banyaknya jumlah mahasiswa, jumlah perguruan tinggi dan jumlah provinsi yang ikut berpartisipasi. Terdapat 2307 tim yang mendaftar pada seluruh 10 kategori yang dilombakan, yang berasal dari 113 perguruan tinggi yang tersebar di 23 provinsi. Lima kategori lomba melakukan 2 tahapan seleksi, dan 5 kategori lainnya hanya 1 tahapan seleksi. Dari hasil proses seleksi oleh para juri, telah terpilih 119 tim yang berasal dari 37 perguruan tinggi (12 perguruan tinggi diantaranya berasal dari luar Jawa dan Bali), yang tersebar di 18 provinsi.

Mengusung tema "Enabling Smart Society Through ICT,” mengacu pada laman resminya di https://gemastik.ui.ac.id/, rangkaian acara dalam Gemastik 9 terdiri dari perlombaan di bidang TIK, seminar, pameran hasil karya finalis, serta tak ketinggalan pentas budaya dan kesenian. Adapun untuk acara perlombaannya sendiri, kali ini Gemastik 9 memiliki 10 bidang yang dilombakan, dengan penambahan satu bidang baru disamping sembilan kategori yang dilombakan pada penyelenggaraan Gemastik sebelumnya. Sepuluh bidang perlombaan tersebut adalah Pemrograman, Pengembangan Perangkat Lunak, Data Mining, Keamanan Jaringan dan Sistem Informasi, Animasi, Piranti Cerdas dan Embedded System, Desain User Experience, Pengembangan Bisnis TIK, Pengembangan Aplikasi Permainan serta bidang baru yaitu e-Government.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tentu tak ketinggalan untuk berpartisipasi. Kali ini, kampus berjuluk Kampus Perjuangan tersebut mengirimkan kontingen sejumlah total 14 tim yang sukses menuju laga babak final, dengan perincian satu tim untuk bidang pemrograman, satu tim untuk bidang pengembangan perangkat lunak, dua tim untuk bidang lomba data mining, dua tim juga untuk bidang pengembangan bisnis TIK, tiga tim untuk bidang piranti cerdas dan embedded system, dua tim untuk bidang desain user experience, dua tim untuk bidang pengembangan aplikasi permainan, dan satu tim untuk bidang e-Government. Sebuah peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mengirimkan tujuh tim.

Bergabung bersama keempatbelas tim tersebut, terselip beberapa nama mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS yang menguji keberuntungannya untuk berusaha meraih medali dalam perlombaan bidang TIK di ajang ini. Achmad Choirun Najib, mahasiswa Angkatan 2014 bergabung bersama kakak tingkatnya mahasiswa Angkatan 2013, Nikolaus Herjuno SDA dan Tetha Valianta, membentuk tim MagnifyID. Sementara tim TRIOS digawangi oleh tiga orang mahasiswa Angkatan 2014 yaitu Gede Doran Andika, Arymasu Godhein Ndoen dan Made Juli Dharma Adi. Mahasiswa-mahasiswa Angkatan 2015 pun seolah tak mau kalah, membentuk tim Integralistik yang digawangi oleh Muhammad Aldi Baihaqi, Dea Ayu Oktaviani dan Yasin Awwab. Adapun Tetha Valianta kembali bergabung dalam tim DM Team, bersama rekan se-angkatannya di 2013, Fahrizal Adi Wibowo dan Marina Safitri.

Setelah melewati tahapan kompetisi dan penilaian oleh juri-juri yang melibatkan para pakar TIK dari berbagai institusi perguruan tinggi seluruh Indonesia, saat diumumkan pada Sabtu (29/10) bertempat di Aula Saba Widya Wisma Makara Universitas Indonesia, DM Team berhasil menyumbang satu medali perunggu untuk dipersembahkan kepada kontingen ITS setelah berlaga di perlombaan TIK bidang e-Government. Hasil ini turut andil membawa ITS sukses menjadi juara dua dalam ajang Gemastik 9 tahun 2016, dengan membawa pulang total lima medali, hanya terpaut satu peringkat dari tuan rumah Universitas Indonesia yang menjadi juara umum. Selamat! (shi)


Get Lucky First, Get Certified Next : Mahasiswa-Mahasiswi JSI ITS Rajai Hadiah Dalam Roadshow Indonesia Next Surabaya

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Selasa lalu (25/10), Telkomsel bersama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM) sukses mengadakan event Indonesia Next. Menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai host kegiatan ini, kota Surabaya beruntung mendapat kesempatan pertama menjadi tempat pembuka serangkaian roadshow kegiatan yang menurut rencana akan digelar juga di lima kota besar lain di Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Makassar dan Yogyakarta sebagai penutupnya.

Indonesia Next adalah kegiatan yang digelar sebagai upaya mendukung generasi muda untuk mempersiapkan diri bersaing secara global, dengan rangkaian acaranya meliputi seminar inspiratif, sesi workshop kreatif hingga program pelatihan dan sertifikasi. Kegiatan ini adalah sebuah program corporate social responsibilities (CSR) dari Telkomsel.

Acara diawali dengan sambutan Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD selaku Wakil Rektor ITS Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, disusul dengan penjelasan kegiatan Indonesia Next oleh Direktur Sales Telkomsel, Mas’ud Khamid. Dilanjutkan dengan sesi pemaparan bagaimana pengembangan teknologi informasi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi Pemprov Jawa Timur, Ir Hagung Sipri MM. Ketiganya juga lantas secara bersama-sama men-tweet IndonesiaNext sebagai tanda dilakukannya launching kegiatan secara resmi.

Sebagai pembuka kegiatan untuk anak muda yang diadakan di Grha Sepuluh Nopember ITS ini, seminar inspiratif bertemakan “Get Inspired, Be The Next” digelar terlebih dahulu dengan mendatangkan beberapa pembicara dengan bisnis dan karyanya yang juga telah menginspirasi kaum muda. Nama-nama besar seperti Roy Simangunsong selaku Country Head Twitter Indonesia dan Dr Guntur Sialoon Siboro MEng MBA yang menjabat sebagai Country Head Hooq Indonesia menjadi inspiring speakers pada sesi ini. Nama-nama besar lain seperti Denny Santoso, Daus Gonia, Deddy Avianto, Hendy Setiono, Hiro Whardana hingga Erich Silalahi tak ketinggalan menjadi sederet inspiring speakers ternama yang mengisi beberapa sesi workshop kreatif dalam acara yang digelar dari pukul 7 pagi hingga berakhir pada pukul 6 sore tersebut.

Melalui seminar inspiratif dengan isi berbagi pengetahuan dan pengalaman menarik dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya tersebut, diharapkan akan membuka wawasan para peserta untuk memahami betapa pentingnya mutu dan kompetensi yang harus dimiliki agar seseorang dapat berkompetisi nantinya dalam wacana global.

Adapun kemasan workshop dari para pelaku bisnis terkait dengan topik perkembangan teknologi informasi terkini, strategi dan konsep digital marketing dan entrepreneurship hingga dunia kreatif digital content dan fotografi juga sangat menarik diikuti yang menjadi daya pikat acara. Begitu lekat dengan anak muda yang setiap hari seakan tidak pernah terpisahkan dengan hal-hal tersebut, yang mewarnai setiap jengkal kehidupannya, saat mata mulai membuka dan bernafas menghirup udara membuka pagi hingga kembali terlelap di waktu malam mengakhiri hari.

Apalagi dengan iming-iming kesempatan pelatihan dan uji sertifikasi keahlian profesi yang bisa mereka dapatkan setelah mengikuti kegiatan ini, menjadi nilai penting yang menjadi tambahan pemikat sehingga animo peserta yang akan mengikuti kegiatan ini begitu terasa dengan adanya antrean di meja registrasi sebelum acara dimulai. Sebagai informasi, para peserta yang lulus dari ujian sertifikasi tersebut akan mendapatkan sertifikat keahlian yang dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk melengkapi ijazah kelulusan mereka nantinya. Dan pada tahap akhir, akan dipilih 18 peserta terbaik yang berkesempatan untuk mengikuti short course di perusahaan digital ternama kelas dunia.

Khusus bagi mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS, meskipun masih dalam pekan Evaluasi Tengah Semester (ETS), mereka tetap bersemangat untuk mengikuti acara yang dapat menambah wawasan mereka tersebut. Tidak hanya antusias mengikuti keseluruhan materi seminar inspiratif dan workshop kreatif yang disajikan oleh para inspiring speakers, para mahasiswa JSI ITS tersebut juga rupanya tak ketinggalan untuk antusias mengikuti games yang disajikan sebagai bagian acara, menguji keberuntungan mereka untuk mendapatkan hadiah.

Banyaknya mahasiswa-mahasiswi yang beruntung mendapatkan beberapa hadiah dalam acara tersebut menjadi bukti lucky factor yang luar biasa besar yang dimiliki oleh mereka. Mega Resty, mahasiswi JSI ITS Angkatan 2013 beruntung mendapatkan hadiah handset iPhone 7 atas Tweet Terbaik-nya, sebagaimana rekan satu angkatannya Andre Surya yang juga mendapat hadiah yang sama atas keberhasilannya memenangkan trivia games. Sementara rekan satu angkatan mereka juga, Chandra Surya beruntung mendapat handset Lenovo Vibe C berikut powerbank atas Tweet Terbanyak-nya, diikuti keberuntungan yang juga dirasakan oleh para mahasiswa Angkatan 2013 yang lain yaitu Bintang Setyawan, Nadya Chandra dan Fahmi Zamroni dengan masing-masing hadiah yang mereka peroleh.

Seperti kata pepatah, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.” Semoga dengan keberuntungan diperolehnya hadiah sebagai reward bertambahnya wawasan pengetahuan mereka dengan mengikuti acara seminar inspiratif dan sesi workshop kreatif pada gelaran pertama Indonesia Next di Surabaya tersebut, keberuntungan yang sama juga akan diraih oleh mereka untuk berhasil mendapatkan sertifikasi keahlian profesi yang sangat berguna nantinya, ya? (shi)