Belajar Lebih Menyenangkan dengan Aplikasi YukBlajar

SURABAYA, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER - Perkembangan teknologi kerap memudahkan anak-anak untuk mengeksplorasi pengetahuannya. Namun sayangnya, masih banyak content yang tidak sesuai dengan kebutuhan belajar sang anak. Oleh karena itu, aplikasi yukBlajar besutan Ir Achmad Holil Noor Ali MKom, hadir sebagai media belajar yang sehat.

Lelaki yang akrab disapa Holil ini menjelaskan, ide pembuatan aplikasi  berawal dari anaknya yang mengalami kesulitan dalam belajar. "Anak-anak sekarang lebih sering menggunakan gadget daripada membaca buku,"  ujar Dosen Departemen Sistem Informasi ini kala diwawancarai ITS Online, Senin (13/2).

Untuk fitur aplikasi ini, Holil menyediakan tujuh fitur yang terdiri dari alur belajar, naskah, video, kuis, game, worksheet dan diskusi. Alur belajar sendiri merupakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang setiap guru wajib membuatnya di awal pembelajaran di kelasnya. Dengan adanya alur belajar, Holil berharap dapat menjadi pedoman guru dalam menyampaikan materi secara runtut.

Selanjutnya, pembelajaran dapat dilakukan menggunakan fitur naskah maupun video. "Uniknya, dalam pembelajaran media video, aplikasi YukBlajar sudah dilengkapi dengan sistem pengaman, sehingga guru tidak perlu khawatir siswanya menonton konten yang tidak layak," tuturnya. Tak hanya itu, video juga dilengkapi dengan snaps pilihan yang memudahkan pengguna untuk memilih bagian penting dari video yang ditonton.

Di akhir pembelajaran, guru juga bisa menggunakan fitur kuis, game, dan worksheet. Tujuannya yakni agar guru dapat menilai capaian belajar siswanya. Tak tanggung-tanggung, YukBlajar juga menyediakan forum diskusi yang memudahkan komunikasi antar pembelajar serta fasilitator dalam membahas materi.

Ketujuh fitur tersebut tersedia dalam setiap level. "Ada tiga level yang disebut dengan langit. Langit ini menunjukkan tingkatan pelatihan yang dilakukan oleh guru dalam pembuatan sumber belajar di aplikasi YukBlajar," ungkapnya.

Pembelajaran tersebut dimaksudkan agar guru dapat menambahkan referensinya sendiri dalam aplikasi. Mekanismenya cukup mudah, guru hanya perlu meng-copy link untuk disalin pada aplikasi yang digunakan sebagai bahan belajar. "Dengan begitu, pengguna tidak perlu mengunduhnya," tuturnya.

Sampai saat ini, Holil dan Tim YukBlajar telah melakukan beberapa kali pelatihan penggunaan YukBlajar kepada guru sekolahan. Terakhir, mereka menggelar pelatihan di SMP Islam Al Azhar 13 di Laguna Pakuwon Surabaya. "Ada beberapa tim guru yang hadir dari semarang, solo dan beberapa dari sidoarjo, mereka kami ajari cara membuat materi belajar di kelasnya untuk bisa diakses lewat www.yukblajar.com itu," jelasnya.

Hingga saat ini, aplikasi yukBlajar telah digunakan oleh 12 sekolah secara gratis. Dan telah diunduh oleh 300 pengguna lewat Google Play Android. "Saya merasa senang karena tujuan awal saya membuat aplikasi YukBlajar memang ingin berbagi dalam bidang pendidikan," tutupnya. (cha/akh)

 

Sumber : www.its.ac.id


Yass, EAS Akhiri Semester Gasal 2016/2017 Di DSI ITS!

SURABAYA, DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI ITS – Yass, Semester Gasal 2016/2017 di Departemen Sistem Informasi (DSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun hampir berakhir, ditandai dengan pelaksanaan Evaluasi Akhir Semester (EAS) selama sepekan, yang dimulai pada Senin (19/12/2016) hingga Jum’at (23/12/2016).

Banyak model assessment yang diterapkan oleh masing-masing dosen, yang berbeda-beda untuk setiap mata kuliah yang diampunya. Untuk Program Studi S1 Sistem Informasi, sebanyak 21 mata kuliah yang ada di Departemen Sistem Informasi ITS melaksanakan EAS bentuk tertulis, 3 mata kuliah dalam bentuk presentasi, 7 mata kuliah dalam bentuk demo, 1 mata kuliah dalam bentuk online, 1 mata kuliah dalam bentuk praktek, dan 1 mata kuliah juga dalam bentuk mengumpulkan tugas.

Sementara untuk Program Studi S2 Sistem Informasi, 4 mata kuliah dalam bentuk tertulis, dan 3 mata kuliah dalam bentuk demo.

Dalam pelaksanaannya, khusus untuk Program Studi S2 Sistem Informasi, EAS hanya berlangsung dalam waktu 4 hari, dengan perkecualian di hari Selasa (20/12/2016) yang meniadakan final assessment untuk para mahasiswa Magister-nya.

Sesuai jadwal, hampir semua pelaksanaan EAS setiap harinya terbagi ke dalam 3 sesi. Sesi 1 dimulai pukul 07:30 WIB, dilanjutkan dengan sesi 2 pada pukul 10:00 WIB, hingga berakhir di sesi 3 pada pukul 15:00 WIB. Perkecualian di hari Jum’at yang sesi 1-nya dimulai lebih awal pada pukul 07:00 WIB, dan berakhir di sesi 4 pada pukul 17:30 WIB.

EAS adalah kegiatan yang dilakukan oleh dosen pengampu untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa peserta mata kuliah di akhir semester, dengan cakupan meliputi seluruh indikator selama pengajaran di satu semester. EAS sebagai proses evaluasi, selain untuk mengukur efektivitas proses pembelajaran, juga ditujukan untuk mengukur hasil belajar mahasiswa dalam kemampuannya menerima, memahami, dan menguasai bahan ajar yang telah disajikan.

Seperti halnya saat Evaluasi Tengah Semester (ETS) yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober lalu, dibutuhkan berbagai kesiapan untuk mahasiswa DSI ITS dalam menghadapi assessment terjadwal ini. Selain kesiapan mental seperti ketenangan dan kecermatan dalam mengerjakan, dan kesiapan administrasi dimana mahasiswa wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau bukti cetak Form Rencana Studi (FRS) yang harus ditunjukkan kepada petugas pengawas sebagai identitas peserta, kesiapan materi yang tentu saja didapat dengan belajar sungguh-sungguh juga sangat diperlukan mengingat EAS ini adalah evaluasi tahap akhir.

Semoga lancar dan meraih hasil maksimal, ya? (shi)


Tujuh Tahun ITS Konsisten Bina Siswa MA

SURABAYA, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kian tegas mengokohkan Tridharma Perguruan Tinggi melalui berbagai bentuk pengabdian masyarakat. Salah satunya melalui Program Pendidikan Terapan Bidang Teknologi Informasi (Prodistik) untuk 28 Madrasah Aliyah (MA) di Jawa Timur dan Kalimantan. Kegiatan ini sendiri sudah terlaksana selama tujuh tahun.

Dalam program ini, ITS membantu mendidik siswa-siswi MA untuk menguasai bidang robotika, desain grafis, dan sinematografi selama lima semester," ungkap Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom, dosen pendamping Prodistik.

Bekti, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa ITS sengaja menyasar pada sekolah-sekolah di daerah terpencil yang kekurangan sumber daya pendidik. "Sebagai bukti bahwa ITS mengemban amanah sebagai pelayan masyarakat" lanjut dosen Departemen Sistem Informasi ITS ini. 

"Kami para dosen pengajar datang ke sekolah-sekolah tersebut untuk membina guru-guru serta mengadakan kuliah tamu untuk para siswa. Hal tersebut konsisten kami lakukan selama tujuh tahun ini," terang Bekti. Lelaki berkacamata yang juga menjabat sebagai Kepala Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi pada Departemen SIstem Informasi ITS ini pun menambahkan, di akhir program para siswa akan diberi tugas akhir serta mendapat sertifikat kelulusan.

Untuk mengikuti program ini, sekolah-sekolah tersebut mengajukan proposal pada pihak ITS terlebih dahiulu. Selanjutnya tim Prodistik akan melakukan kunjungan untuk menentukan apakah sarana prasarana di sekolah tersebut mendukung program ini agar dapat berjalan maksimal. Seperti sarana komputer, ketersediaan jaringan internet, dan lain-lain.

"Tiap tahunnya kami menerima tiga sekolah binaan baru" ujar Kepala Laboratorium Pemrograman Sistem Informasi tersebut. Tahun ini, sekolah binaan yang resmi bergabung adalah MA Islamiyah Senori Tuban, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, serta MAN Model Palangkaraya.

Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah diadakannya Prodistik Competition for Madrasah in IT (Procommit) tiap tahunnya. Procommit merupakan ajang adu kreasi dari ilmu yang telah didapatkan siswa selama program pelatihan. 

"Tahun ini Procommit membawahi enam jenis lomba yaitu excel programming, desain batik digital, film pendek, animasi interaktif, robot cerdas, dan sayembara logo Prodistik. Keseluruhannya diiikuti oleh 294 tim dari 28 sekolah," tutup Bekti yang juga menjadi juri Sayembara Logo Prodistik Procommit 2016 ini. (io1/hil)

Sumber : www.its.ac.id

 


Arti Penting Sebuah Status : Cerita Visitasi Assessor Akreditasi BAN-PT Ke PMSI JSI ITS

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Sedang bimbang untuk menentukan tempat studi lanjut? Sudah menemukan Program Studi (Prodi) yang sesuai dengan keinginan hati, namun ternyata banyak pilihan diantara sekian banyak institusi pendidikan tinggi yang menawarkan Prodi yang sejenis? Sebagai ilustrasi, diantara perguruan tinggi A atau B atau bahkan C yang menjadi institusi-institusi pendidikan tinggi yang menjadi pilihan, diantara ketiganya manakah yang akan kita pilih?

Berbagai hal memang bisa menjadi pertimbangan, namun satu hal yang akan memudahkan pengambilan keputusan untuk ilustrasi diatas tentu saja dengan melihat status peringkat akreditasi Prodi yang hendak kita pilih, apakah termasuk dalam peringkat A (bagus), B (baik) ataukah C (cukup)?

Akreditasi dipahami sebagai penentuan standar mutu serta penilaian terhadap suatu lembaga pendidikan (dalam hal ini pendidikan tinggi). Akreditasi sebagai suatu bentuk standardisasi sangat diperlukan untuk ukuran tentang mutu pendidikan pada suatu lembaga pendidikan perguruan tinggi, dimana setiap perguruan tinggi harus bisa meningkatkan mutu dan daya saing terhadap lulusannya dan dapat menjamin tentang proses belajar mengajar yang dilaksanakannya. Sehingga benar bahwasanya akreditasi akan menentukan mutu dan kualitas dari pendidikan, dalam hal ini adalah akreditasi yang diperoleh dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai satu-satunya badan akreditasi yang diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia saat ini.

Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk melakukan akreditasi terhadap pengelolaan dan hasil pendidikan tinggi, BAN-PT melakukan evaluasi secara komprehensif terhadap keseluruhan aspek yang dijalankan oleh suatu institusi pendidikan tinggi.

Dan dalam pelaksanaannya, mewakili BAN-PT dalam penilaian Prodi, kegiatan akreditasi ini dilakukan oleh assessor yang terdiri dari tenaga pakar pada bidang ilmu, bidang studi, profesi, dan atau praktisi melalui dua tahap penilaian yaitu desk evaluation untuk penilaian terhadap Borang dan atau portfolio yang disampaikan beserta lampiran-lampirannya serta visitasi yang berupa penilaian di lapangan untuk validasi dan verifikasi hasil desk evaluation tersebut.

Hasil penilaian akreditasi akan menjadi acuan untuk memberikan informasi tentang sudah siapnya suatu instansi perguruan tinggi tersebut dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar sesuai standarisasi yang diberikan oleh pemerintah (dalam hal ini Kemendikbud) dalam tahap proses pendidikan untuk daya saing secara global di masa mendatang. Sehingga, saat akreditasi menjadi sebuah dasar dan patokan untuk memilih sebuah institusi pendidikan, maka akreditasi ini pun memiliki arti yang begitu penting.

Menganggap betapa pentingnya akreditasi ini, Prodi Magister Sistem Informasi (PMSI) yang kini di bawah naungan Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berusaha untuk all out. Sesaat setelah dokumen Borang diserahkan ke BAN-PT sekitar bulan Oktober 2016 lalu, hingga mendapat kepastian untuk jadwal visitasi assessor pada bulan November 2016, persiapan tak kenal henti dilakukan oleh Prodi yang baru berdiri sendiri lepas dari yang semula hanyalah Bidang Keahlian pada Prodi Magister Teknik Informatika ITS tersebut. Ketua PMSI JSI ITS, Dr Apol Pribadi Subriadi ST MT memimpin langsung pembentukan tim kerja beranggotakan para dosen yang menjadi person in charge (PIC) setiap standar penilaian dan para tenaga kependidikan yang menyiapkan dokumen-dokumen sebagai bukti fisik penilaiannya.

Dan hari visitasi itupun tiba. Kamis (17/11/2016), dua orang assessor BAN-PT berkunjung langsung ke PMSI JSI ITS. Adalah Prof Dr Ing Ir Iping Supriana Suwardi DEA dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Dr Indra Budi SKom MKom dari Universitas Indonesia (UI) yang ditugaskan oleh BAN-PT untuk melakukan penilaian validasi dan verifikasi.

Dimulai dari kunjungan ke Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS sebagai Fakultas tempat PMSI JSI bernaung. Dua orang assessor BAN-PT tersebut diterima langsung oleh Dr Agus Zaenal Arifin SKom MKom selaku Dekan, Erma Suryani ST MT PhD selaku Wakil Dekan dan Drs Ec Mochammad Takrip selaku Kepala Bagian Tata Usaha. Mewakili JSI ITS sebagai Jurusan tempat PMSI berada, Dr Ir Aris Tjahyanto MKom selaku Ketua Jurusan (Kajur) dan Dr Apol Pribadi Subriadi ST MT selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) ikut pula menyambut bersama Nisfu Asrul Sani SKom MSc selaku Ketua Program Sarjana Sistem Informasi (PSSI) dan Feby Artwodini Muqtadiroh SKom MT selaku Sekretaris PSSI. Saat berkunjung ke kantor administrasi FTIf yang ada di lantai 3 Gedung Rektorat ITS tersebut, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD selaku Rektor ITS juga berkesempatan untuk menemui para assessor dan melakukan audiensi formal. Di FTIf, kedua assessor BAN-PT tersebut melakukan penilaian validasi dan verifikasi atas Borang Fakultas.

Selanjutnya, seolah ingin menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, dua orang assessor tersebut lantas berbagi tugas. Dr Indra Budi SKom MKom masih terus melakukan assessment untuk Borang Fakultas di FTIf, sementara Prof Dr Ing Ir Iping Supriana Suwardi DEA bergegas menuju JSI ITS untuk melakukan agenda utamanya, yaitu penilaian validasi dan verifikasi atas PMSI JSI ITS. Didampingi oleh Ketua JSI ITS dan Ketua PMSI, pria kelahiran Bandung 13 Juni 1952 itu lantas menuju Jurusan yang terletak di sisi luar kanan ITS tersebut.

Setibanya di Jurusan termuda di bawah FTIf tersebut, Ketua Kelompok Keilmuan Informatika Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB ini menyempatkan untuk berkeliling terlebih dahulu melihat fasilitas akademik yang dimiliki oleh Prodi Magister Sistem Informasi JSI ITS, sebelum diterima secara resmi dalam acara assessment yang dilaksanakan bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 JSI ITS. Turut menyambut dalam acara ini adalah para pimpinan di JSI ITS seperti Edwin Riksakomara SKom MT selaku Sekretaris Jurusan (Sekjur), Tony Dwi Susanto ST MT PhD selaku Presiden Association for Information Systems – Indonesia Chapter (AISINDO), Tjatwari Atisoendari SSos MSi selaku Kepala Subbagian Tata Usaha beserta para dosen dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam tim kerja Akreditasi Prodi.

Dan assessment pun dimulai. Satu per satu standar penilaian ‘dibredel’. Mulai dari Standar 1 yang meliputi visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian. Standar 2 yang meliputi tata pamong,  kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu. Standar 3 meliputi mahasiswa dan lulusan, serta Standar 4 yang meliputi sumber daya manusia. Sementara Standar 5 meliputi kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. Dan Standar 6 yang meliputi pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi hingga Standar 7 yang meliputi penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat, dan kerjasama. Ketujuh standar tersebut dengan masing-masing poin penilaian dilakukan proses validasi dan verifikasi-nya.

Dalam kesempatan tersebut juga, assessor juga tak lupa meminta sesi khusus secara terpisah untuk melakukan audiensi dengan para alumni PMSI JSI ITS. Bertempat di Ruang TC-102, beberapa alumni wakil dari berbagai tahun angkatan diundang khusus untuk menghadiri sesi bersama salah seorang assessor, termasuk juga dengan beberapa user wakil dari beberapa unit atau instansi yang menjadi pengguna lulusan PMSI JSI ITS. Assessor yang juga tercatat sebagai Guru Besar STEI ITB tersebut ingin mengetahui langsung potret kualitas output lulusan yang telah dihasilkan oleh Prodi yang baru berdiri sendiri di tahun 2014 ini.

Menjelang sore, acara visitasi assessment BAN-PT tersebut akhirnya rampung. Memungkasi keseluruhan rangkaiannya, dihasilkan beberapa feedback positif sebagai catatan dari para assessor yang disampaikan untuk PMSI JSI ITS. Hingga menunggu hasil resminya diumumkan kemudian, sebagai catatan, seperti pepatah “Tak ada gading yang tak retak” memang, bahwasanya diperlukan beberapa perbaikan demi mendekati kesempurnaan. Namun satu yang pasti, berbekal semangat keyakinan bahwa semuanya adalah demi tujuan untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang lebih baik kedepannya, sehingga takkan ada lagi menimbulkan keraguan di masyarakat untuk memilih pendidikan yang berkualitas. Semoga! (shi)

 


Raih Dua Juara Di Peringatan Hari Pahlawan : Torehan Manis Perjuangan Civitas Akademika JSI ITS Dalam SPMI ITS 2016

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Tidak sia-sia perjuangan Tim Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Program Studi (Prodi) S-1 Jurusan Sistem Informasi (JSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Setelah bekerja keras mengerahkan fokus pikiran dan tenaga untuk menyiapkan isian online dan dokumen penunjang serta menghadapi penilaian langsung dari auditor, hasil yang cukup manis berhasil ditorehkan sebagai reward­-nya.

Dalam Upacara Bendera peringatan Hari Pahlawan yang bertepatan dengan tanggal perayaan Dies Natalis ITS ke-56 pada Kamis (10/11/2016) kemarin, diumumkan hasil para penerima penghargaan Program Studi Berkinerja Terbaik di lingkungan ITS. Hasil yang ditetapkan oleh Tim Adhoc SPMI ITS 2016 berdasarkan evaluasi terhadap isian online SPMI pada laman http://spmi.its.ac.id, Borang Prodi D-III, S-1 dan S-2 serta visitasi auditor.

Prodi di bawah Jurusan termuda pada Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS tersebut meraih Juara 2 untuk kategori Pendidikan Prodi S-1, mengalahkan salah satu Prodi tertua di ITS, yaitu Prodi Teknik Sipil. Prodi yang baru menginjak usianya yang kelimabelas di tahun 2016 ini sukses mengalahkan Prodi di bawah Jurusan Teknik Sipil pada Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ITS yang berusia lebih dari tiga kali lipatnya, saat didirikan di tahun 1957 yang menjadi embrio ITS saat ini. Sementara Prodi Teknik Industri pada Fakultas Teknologi Industri keluar sebagai Juara 1 untuk kategori ini.

Tak puas dengan itu, Prodi yang dikomandoi oleh Nisfu Asrul Sani SKom MSc selaku Ketua Prodi dan Feby Artwodini Muqtadiroh SKom MT selaku Sekretaris Prodi ini, juga keluar sebagai Juara 3 untuk ketegori Manajemen Prodi S-1, menjadi yang terbaik diantara yang terbaik bersama Prodi Teknik Kimia yang ada pada setingkat diatasnya, dan Prodi Teknik Informatika yang notabene adalah Prodi seniornya di bawah FTIf yang menyabet Juara 1.

Dalam hasil tersebut pula, diumumkan Prodi-Prodi juara lainnya seperti kategori Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) dan Kerjasama Prodi S-1 yang diraih oleh Prodi Teknik Lingkungan FTSP sebagai Juara 1-nya. Sementara Prodi Teknik Sipil kali ini unggul dengan menjadi Juara 1 kategori Prodi S-2, dan untuk Juara 1 kategori Prodi D-III diraih oleh Prodi Statistika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada para juara dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya tersebut. Seusai membacakan Amanat Menteri Sosial Republik Indonesia dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Pahlawan yang dilangsungkan di lapangan upacara ITS dan diikuti oleh jajaran pimpinan dan staf ITS, Rektor kelahiran Bandung pada 18 Juni 1960 tersebut memberikan ucapan selamat kepada perwakilan peraih Juara 1 untuk setiap kategori.

Menyambut prestasi yang diraih tersebut, Dr Ir Aris Tjahyanto MKom selaku Ketua Jurusan di JSI ITS menyatakan kegembiraannya. “Alhamdulillah, Jurusan kita dapat dua penghargaan. Terima kasih bagi semuanya,” ungkap pria kelahiran 10 Maret 1965 yang baru setahun menjabat sebagai orang nomor satu di JSI ITS tersebut. Kegembiraan yang sama juga dinyatakan oleh Edwin Riksakomara SKom MT selaku Sekretaris Jurusan di JSI ITS. “Alhamdulillah, Jurusan kita masih bisa “berbicara” di level ITS,” ungkap syukur pria kelahiran 25 Juli 1969 ini. “Penghargaan setinggi-tingginya untuk Tim SPMI yang bekerja keras menyiapkan Borang SPMI, matur nuwun,” tambahnya. (shi)


— 5 Items per Page
Showing 1 - 5 of 9 results.