Pada tanggal 26 Juni 2002 berdirilah Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI) di ruang TC 106 gedung Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi sepuluh Nopember Surabaya. KMSI berkedudukan di kampus Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi sepuluh Nopember Surabaya. Saat itu, AD/ART KMSI banyak berkaca pada AD/ART milik HMTC, tapi kemudian disempurnakan dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk masalah susunan kepengurusan, pada tahun pertama berdiri, sebutan untuk departemennya adalah bidang. Jenis – jenis departemennya pun bersifat tidak tetap artinya dapat terus berubah/diperbarui sesuai kebutuhan yang ada pada saat pembentukan kepengurusan.

Agar dapat mengetahui lebih detilnya, lihat disini

Yass, EAS Akhiri Semester Gasal 2016/2017 Di DSI ITS!

SURABAYA, DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI ITS – Yass, Semester Gasal 2016/2017 di Departemen Sistem Informasi (DSI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun hampir berakhir, ditandai dengan pelaksanaan Evaluasi Akhir Semester (EAS) selama sepekan, yang dimulai pada Senin (19/12/2016) hingga Jum’at (23/12/2016).

Banyak model assessment yang diterapkan oleh masing-masing dosen, yang berbeda-beda untuk setiap mata kuliah yang diampunya. Untuk Program Studi S1 Sistem Informasi, sebanyak 21 mata kuliah yang ada di Departemen Sistem Informasi ITS melaksanakan EAS bentuk tertulis, 3 mata kuliah dalam bentuk presentasi, 7 mata kuliah dalam bentuk demo, 1 mata kuliah dalam bentuk online, 1 mata kuliah dalam bentuk praktek, dan 1 mata kuliah juga dalam bentuk mengumpulkan tugas.

Sementara untuk Program Studi S2 Sistem Informasi, 4 mata kuliah dalam bentuk tertulis, dan 3 mata kuliah dalam bentuk demo.

Dalam pelaksanaannya, khusus untuk Program Studi S2 Sistem Informasi, EAS hanya berlangsung dalam waktu 4 hari, dengan perkecualian di hari Selasa (20/12/2016) yang meniadakan final assessment untuk para mahasiswa Magister-nya.

Sesuai jadwal, hampir semua pelaksanaan EAS setiap harinya terbagi ke dalam 3 sesi. Sesi 1 dimulai pukul 07:30 WIB, dilanjutkan dengan sesi 2 pada pukul 10:00 WIB, hingga berakhir di sesi 3 pada pukul 15:00 WIB. Perkecualian di hari Jum’at yang sesi 1-nya dimulai lebih awal pada pukul 07:00 WIB, dan berakhir di sesi 4 pada pukul 17:30 WIB.

EAS adalah kegiatan yang dilakukan oleh dosen pengampu untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa peserta mata kuliah di akhir semester, dengan cakupan meliputi seluruh indikator selama pengajaran di satu semester. EAS sebagai proses evaluasi, selain untuk mengukur efektivitas proses pembelajaran, juga ditujukan untuk mengukur hasil belajar mahasiswa dalam kemampuannya menerima, memahami, dan menguasai bahan ajar yang telah disajikan.

Seperti halnya saat Evaluasi Tengah Semester (ETS) yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober lalu, dibutuhkan berbagai kesiapan untuk mahasiswa DSI ITS dalam menghadapi assessment terjadwal ini. Selain kesiapan mental seperti ketenangan dan kecermatan dalam mengerjakan, dan kesiapan administrasi dimana mahasiswa wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau bukti cetak Form Rencana Studi (FRS) yang harus ditunjukkan kepada petugas pengawas sebagai identitas peserta, kesiapan materi yang tentu saja didapat dengan belajar sungguh-sungguh juga sangat diperlukan mengingat EAS ini adalah evaluasi tahap akhir.

Semoga lancar dan meraih hasil maksimal, ya? (shi)


NALA V, Kapal Cepat ITS Berlaga Di Roboboat

SURABAYA, POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA - Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2016 atau yang lebih dikenal sebagai Kontes Roboboat 2016 resmi digelar hari ini, Selasa (29/11) bertempat di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Dengan tiga kapal yang berhasil lolos, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) optimis mendapat hasil terbaik. Salah satunya Nala V, kapal kendali otomatis yang merupakan karya gabungan beberapa Departemen di ITS.

Berbeda dengan Kapal Barunastra lain yang merupakan karya murni dari Departemen Teknik Perkapalan, Nala V merupakan kapal riset yang melibatkan berbagai Departemen di ITS. Departemen yang terlibat diantaranya adalah Teknik Perkapalan, Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Elektro, Teknik Industri dan Teknik Informatika serta Sistem Informasi.

Nala sendiri berasal dari dua kata. Naval yang berarti kapal dan autonomous yang berarti otomatis, sehingga jika digabung menjadi kapal otomatis. Rupanya, nama ini juga berasal dari prajurit Kerajaan Majapahit, Mpu Nala. Sedangkan V sendiri berarti bahwa perahu ini adalah generasi kelima Nala.

"Kalau kapal dengan remote control memang didesain untuk kecepatan tinggi. Sedangkan kapal Nala V kita desain untuk komponen berat," ujar Rudy Dikairono ST MT, pembimbing Tim Nala V. Tercatat, Nala V berhasil mencetak skor untuk waktu tempuh selama 15 hingga 20 detik untuk lintasan sepanjang dua kali 15 meter saat simulasi. "Ini masih ada waktu. Kita akan mengejar sampai sepuluh atau 15 detik," tambahnya saat diwawancarai oleh ITS kemarin (28/11).

Hebatnya, kapal ini didesain dan dilengkapi dengan piranti lunak elektronik otomatis atau sensor warna, sebagai pengganti remote control. Kapal Nala V juga digerakkan dari kamera yang berfungsi sebagai sensor. "Ketika kapal dilepas, dia harus ikut lintasan secara otomatis," ujar dosen dari Jurusan Teknik Elektro tersebut.

Sebagai tambahan, Barunastra adalah riset kapal tanpa awak karya mahasiswa ITS. Saat ini, Barunastra terbagi menjadi tiga tim, yakni Nala V, Hydros, dan Astramaya Evo. Tahun ini ITS kirimkan tiga timnya sebagai perwakilan di setiap kategori kontes Roboboat 2016.

Ada tiga kategori yang diperlombakan dalam kontes yang rutin diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia ini. Ketiga kategori tersebut diantaranya Kapal Kendali Otomatis (Autonomous Surface Vehicle/ASV), Kapal Cepat Listrik dengan Sistem Kendali Jauh (Electric Remote Control/ERC) dan Kapal Cepat Berbahan Bakar dengan Sistem Kendali Jauh (Fuel Engine Remote Control/FERC). (mbi/ao)

Sumber : www.its.ac.id


Cerita Perjalanan ISE!2016, Event Besar Tahunan Ke-5 Mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS

SURABAYA, DEPARTEMEN SISTEM INFORMASI ITS – Selesai sudah keseluruhan rangkaian kegiatan Information Systems Expo (ISE!) 2016. Dipamungkasi dengan gelaran Information Technology (IT) Expo, IT Talkshow serta penutupan Business and Information Technology Olympiad on Information Systems Expo (BIONIX) yang dihelat pada Minggu (27/11/2016).

ISE! sendiri adalah event besar tahunan persembahan mahasiswa-mahasiswi Departemen Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Dalam penyelenggaraannya, ibarat kereta, ‘lokomotif’ ISE! terdiri atas rangkaian ‘gerbong’ kegiatan meliputi IT Expo yang menampilkan eksibisi karya-karya terbaik bidang Sistem Informasi dan komunitas startup, talkshow bersama praktisi IT, serta BIONIX yang merupakan olimpiade pelajar nasional bidang IT dan bisnis.

Di tahun 2016 ini, ISE! memasuki tahun penyelenggaraannya yang kelima semenjak diadakan pertama kali pada tahun 2011. Mengusung tema “Transformation: Be The Next Future Builder” dengan tagline-nya “We stand, We move, We are ISE!” acara ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan serta minat dalam bidang Sistem Informasi dan menciptakan bibit unggul baru dalam rangka menyongsong pergerakan digital economy di Indonesia.

Bersiap melaju di stasiun keberangkatannya, bertepatan dengan bulan Ramadhan pada bulan Juni lalu, mesin penggerak ‘lokomotif’ big event di tahun ini mulai menyala untuk dipanaskan dengan rangkaian kegiatan promosi. Tim kerja kepanitiaan dengan ketuanya, Ahsanul Khuluq Saifullah yang masih tercatat sebagai mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS Angkatan 2014 mulai bekerja, dimulai dengan mengaktifkan beberapa media resminya seperti official website di www.ise-its.com serta beberapa social media meliputi Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp dan juga Line.

Menyasar peserta kalangan siswa-siswi SMA/MA/SMK sederajat, event yang kali ini didukung penuh oleh PT KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia layanan angkutan moda transportasi kereta api di Indonesia, PT Pertamina EP, Bank BNI, Jagoan Hosting, LBB SSC, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya, Go-Jek serta beberapa media partner seperti Eventable, Event Surabaya, Event Journal dan lain-lain ini mulai melaju untuk selanjutnya melakukan kegiatan roadshow promosi dan pendaftaran kegiatan BIONIX-ISE!2016 ke sekolah-sekolah. Dimulai tepat setelah pekan libur Idul Fitri 1437H usai, pada Senin (18/7/2016), tim promosi dan pendaftaran beranggotakan mahasiswa dan mahasiswi aktif Departemen Sistem Informasi ITS hadir mengunjungi beberapa sekolah di banyak wilayah.

Bagai sebuah stasiun pemberhentian, Nganjuk mendapat kehormatan untuk menjadi wilayah pertama yang dikunjungi. Pada tiga sekolah yang berada di wilayah kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur dengan kotanya yang berjuluk sebagai Kota Angin tersebut, masing-masing adalah SMA Negeri 2 Nganjuk, SMA Negeri 1 Prambon dan SMA Negeri 1 Rejoso, tim roadshow disambut dengan antusiasme siswa-siswi yang tertarik untuk mengikuti materi promosi kegiatan yang disampaikan.

Selanjutnya, tim roadshow menuju wilayah ibukota Jakarta. Pada Rabu (20/7/2016), SMA Negeri 12 Jakarta yang ada di daerah Klender Jakarta Timur menjadi tempat kunjungan.

Keesokan harinya pada Kamis (21/7/2016), giliran SMA Negeri 1 Kedungwaru di wilayah Kabupaten Tulungagung yang berjuluk Kota Marmer yang dituju. Di hari yang sama, tim roadshow kembali datang ke Nganjuk dengan mengunjungi SMA Negeri 1 Patianrowo. Tak ketinggalan, tim roadshow juga menuju Kabupaten Tuban yang ada di jalur pantai utara Jawa. SMA Negeri 1 Tuban menjadi sekolah yang dikunjungi di wilayah perbatasan Provinsi Jawa Timur berjuluk Bumi Wali tersebut.

Pada Jum’at (22/7/2016), kembali tim roadshow mengunjungi Nganjuk dengan melakukan kegiatan promosi dan pendaftaran di SMA Negeri 1 Gondang. 

Menutup pekan pertama kegiatan roadshow-nya, tim mengunjungi wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Sidoarjo. SMA Negeri 4 Kediri menjadi sekolah yang dituju di wilayah berjuluk Kota Tahu tersebut, termasuk juga SMA Negeri 1 Sidoarjo yang ada di wilayah berjuluk Kota Udang. Tak ketinggalan, tim juga menuju wilayah Blitar yang berjuluk Kota Proklamator dengan mengunjungi SMA Negeri 1 Blitar.

Pada Senin (25/7/2016), kembali wilayah DKI Jakarta yang dikunjungi. SMA Negeri 43 Jakarta yang ada di daerah Menteng Jakarta Selatan menjadi sekolah yang dituju.  Hari yang sama dimana SMA Negeri 1 Tanjunganom Nganjuk dan SMA Hangtuah 2 Sidoarjo juga dikunjungi, termasuk pula SMA Negeri 7 Kediri dan MA Negeri 2 Kediri. Yang istimewa, pada dua sekolah terakhir tersebut, kegiatan roadshow dilakukan selama sepekan, hingga Sabtu (30/7/2016).

Nganjuk sepertinya menjadi wilayah yang tak henti-hentinya menjadi tujuan promosi. Pada Selasa (26/7/2016), giliran SMK Negeri 1 Nganjuk yang dikunjungi. 

Sementara pada Rabu (27/7/2016), kegiatan roadshow dilakukan di tiga wilayah yang berbeda, yaitu DKI Jakarta, Kediri serta wilayah Jombang yang berjuluk Kota Santri dan Madiun yang berjuluk Kota Pecel. Tim roadshow masing-masing menuju ke SMA Negeri 3 Jakarta, SMA Negeri 2 Pare Kediri, MA Negeri Jombang, dan MA Negeri 2 Madiun.

Menutup pekan kedua kegiatan roadshow, tim bekerja dengan mengunjungi kembali wilayah Kediri, Nganjuk, dan Madiun serta ditambah wilayah Bondowoso yang berjuluk Kota Tape. SMA Negeri 2 Kediri, SMA Negeri 6 Kediri, SMA Katolik Santo Augustinus Kediri, SMA Negeri 1 Nganjuk, SMA Negeri 1 Mejayan Caruban dan SMA Negeri 2 Bondowoso adalah sekolah-sekolah yang dituju di empat wilayah tersebut.

Senin (1/8/2016), tim roadshow bergerak menuju wilayah Bekasi yang berjuluk sebagai Kota Patriot dengan mengunjungi SMA Labschool Cibubur. Tim juga kembali mendatangi wilayah ibukota Jakarta, Tulungagung dan Nganjuk, kali ini berkunjung ke SMA Negeri 26 Jakarta, MA Negeri 2 Tulungagung dan SMA Negeri 3 Nganjuk. Tak lupa, tim juga menuju wilayah Batu di Kabupaten Malang yang terkenal dengan julukan Kota Wisata-nya dengan mengunjungi SMA Negeri 2 Batu.

Keesokan harinya, pada Selasa (2/8/2016), kembali wilayah Tuban dan Tulungagung yang dikunjungi. Tim roadshow menuju SMA Negeri 2 Tuban dan SMA Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Di hari yang sama, wilayah Jember yang terkenal dengan julukannya sebagai Kota Tembakau juga disasar oleh rangkaian kegiatan roadshow dengan mengunjungi  SMA Negeri 1 Jember.

Hari Rabu (3/8/2016), roadshow dilanjutkan menuju wilayah Malang yang berjuluk Kota Apel. SMK Negeri 2 Malang yang terletak di daerah Lowokwaru kali ini yang dikunjungi. Sementara di wilayah ibukota Jakarta, tim juga datang ke SMA Negeri 68 Jakarta yang ada di daerah Salemba Jakarta Pusat. Tim juga tak lupa mengunjungi SMA Negeri Arjasa di wilayah Kabupaten Jember.

Pada Sabtu (6/8/2016), pekan ketiga dari kegiatan roadshow ditutup dengan mengunjungi Madura, sebuah pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Di wilayah yang berjuluk Pulau Garam tersebut, tim promosi dan pendaftaran mengunjungi SMA Negeri 3 Bangkalan dan SMA Negeri 4 Bangkalan. Tim juga mengunjungi SMA Negeri 1 Tenggarang di wilayah Kabupaten Bondowoso dan SMK Negeri 3 Jombang.

Memasuki pekan keempat kegiatan roadshow, sebagai kota tuan rumah, Surabaya juga tak ketinggalan menjadi wilayah kunjungan tim promosi dan pendaftaran. Pada Senin (8/8/2016), tim mengunjungi SMA Negeri 2 Surabaya, SMA-IT Al-Uswah, dan SMA Negeri 9 Surabaya. Sementara di wilayah Gresik yang berjuluk Kota Pudak, tim juga mengunjungi SMA NU 2 Gresik, yang diikuti juga dengan kunjungan ke MA Negeri 4 Jakarta di wilayah ibukota Jakarta.

Keesokan harinya, pada Selasa (9/8/2016), kegiatan roadshow masih terus dilakukan di SMA Negeri 1 Kediri, SMA Negeri 11 Surabaya, SMA Negeri 12 Surabaya, SMA Negeri 1 Kebomas Gresik, dan SMA Muhammadiyah 1 Gresik.

Sementara pada Rabu (10/8/2016), tim sekali lagi menuju ibukota Jakarta, yang kali ini mengunjungi SMA Al-Azhar Kelapa Gading Jakarta. Adapun pada Jum’at (12/8/2016), giliran SMA Negeri 1 Bangkalan di wilayah Pulau Madura dan SMA Negeri 1 Kauman Tulungagung yang dituju oleh tim roadshow.

Menutup  pekan keempatnya, pada Sabtu (13/8/2016), kegiatan roadshow kembali dilakukan di SMA Negeri 1 Bangkalan Madura. Bersamaan juga dengan kunjungan tim ke SMA Negeri 1 Kamal Madura, SMA Negeri 1 Gresik, SMA Negeri 1 Manyar Gresik, SMA Negeri 4 Malang dan SMA Negeri 2 Mejayan Caruban di wilayah Madiun. Sementara itu, Pulau Sumatera rupanya juga tak ketinggalan menjadi sasaran promosi dan pendaftaran dengan mengunjungi MA Negeri Model Banda Aceh yang terletak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang menjadi wilayah provinsi paling barat Indonesia, serta SMA Negeri 7 Bengkulu, MA Negeri 1 Bengkulu dan SMA Sint Carolus Bengkulu di wilayah Provinsi Bengkulu yang berjuluk The Land of Rafflesia tersebut. 

Pada pekan ini pula, bertempat di SMA Muhammadiyah 1 Surabaya, SMA Negeri 2 Surabaya, SMA Negeri 15 Surabaya, SMA Negeri 9 Surabaya, SMA Negeri 1 Kebomas Gresik, SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung, SMA Negeri 1 Jember dan SMA Negeri 3 Nganjuk, panitia roadshow juga mulai membuka booth yang siap memberikan informasi seputar promosi dan membuka pendaftaran offline.

Pada Senin (15/8/2016), SMA Negeri 4 Sidoarjo yang mendapat giliran untuk dikunjungi oleh tim roadshow. Setelah libur Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, pada Kamis (18/8/2016), kegiatan promosi dan pendaftaran dilanjutkan di SMK Negeri 1 Surabaya, dan disusul di SMA Negeri 9 Malang pada Jum’at (19/8/2016).

Booth yang juga siap memberikan informasi seputar promosi dan pendaftaran offline juga disediakan pada pekan ini oleh panitia roadshow di beberapa sekolah seperti SMA Muhammadiyah 1 Gresik, SMA Negeri 6 Surabaya, SMA Negeri 13 Surabaya dan SMA Negeri 1 Sidoarjo.

Memasuki pekan keenam kegiatan roadshow, pada Selasa (30/8/2016), tim mengunjungi SMA Negeri 1 Krian di wilayah Sidoarjo. Booth juga kembali disediakan oleh panitia promosi dan pendaftaran di beberapa sekolah seperti SMA Negeri 16 Surabaya, SMA Negeri 2 Sidoarjo, SMA Negeri 1 Bangkalan Madura, SMA Negeri 2 Jember dan SMA Negeri Arjasa Jember, serta di beberapa lembaga bimbingan belajar seperti GO Kertanegara Malang dan SSC Padjajaran Malang.

SMA Negeri 1 Pare Kediri dan SMA Negeri 7 Malang tak lupa menjadi sekolah tujuan promosi dan pendaftaran pada pekan ini juga, yang dikunjungi pada Sabtu (3/9/2016). Sekaligus menutup rangkaian keseluruhan kegiatan roadshow, sebelum kemudian beralih pada kegiatan pendaftaran online melalui situs resmi kegiatan sambil tetap sesekali membuka booth di beberapa tempat seperti daerah SMA kompleks di Surabaya yang ada di selasar pertigaan antara SMA Negeri 2 Surabaya dan SMA Negeri 1 Surabaya serta AIOLA Eatery foodcourt & café, car free day Alun-Alun Nganjuk dan Pondok Pesantren MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.

Menjelang batas akhir tanggal penutupan pendaftaran, panitia promosi dan pendaftaran bukannya semakin memperlambat lajunya, justru semakin tancap gas untuk mengakomodir banyak siswa-siswi yang ingin berpartisipasi mengikuti event ini. Untuk itu, panitia juga berkolaborasi dengan beberapa Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di beberapa SMA sebagai perantara pendaftaran, seperti OSIS SMA Negeri 6 Surabaya, OSIS SMA Negeri 11 Surabaya, OSIS SMA Negeri 12 Surabaya, OSIS SMA Negeri 13 Surabaya, OSIS SMA Negeri 15 Surabaya, OSIS SMA Negeri 16 Surabaya, OSIS SMA Negeri 1 Bojonegoro, OSIS SMA Negeri 1 Mojokerto, OSIS SMA Negeri 2 Mojokerto, dan OSIS SMA Negeri 1 Mojosari Mojokerto. Dan setelah sempat diperpanjang masa pendaftarannya, registrasi peserta kegiatan BIONIX-ISE!2016 akhirnya resmi ditutup pada Jum’at (21/10/2016).

Pada laju pertengahan jalannya, BIONIX-ISE!2016 pun memasuki tahapan penyisihan peserta. Para pendaftar yang sudah melakukan konfirmasi kemudian dibagi ke dalam enam region penyisihan dengan masing-masing lokasi tes babak penyisihannya, ditambah dengan penyisihan online. Region Surabaya berlokasi di Departemen Sistem Informasi ITS, Region Gresik berlokasi di SMA Muhammadiyah 1 Gresik, dan Region Nganjuk berlokasi di SMA Negeri 2 Nganjuk. Sementara Region Malang berlokasi di SMA Negeri 5 Malang, Region Jember berlokasi di SMA Negeri 2 Jember, dan untuk Region Kediri berlokasi di SMA Negeri 2 Kediri. 

Diawali dengan seremonial pemukulan gong secara langsung pada lokasi Region Surabaya sebagai tanda dibukanya secara resmi oleh Dr Ir Aris Tjahyanto MKom selaku Ketua Departemen Sistem Informasi ITS, tahapan penyisihan BIONIX-ISE!2016 kemudian dilaksanakan serentak pada Minggu (30/10/2016). Adapun materi tes babak penyisihannya adalah 100 soal tertulis yang meliputi logika matematika dasar, pemrograman, teknologi informasi dan manajemen bisnis. Tercatat total sejumlah 1714 orang peserta yang tergabung ke dalam 861 tim yang semuanya berkompetisi untuk memperebutkan hadiah utama yaitu piala, uang tunai dan freepass Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Departemen Sistem Informasi ITS Tahun 2017.

Setelah melalui proses koreksi, pada Sabtu (5/11/2016), panitia BIONIX-ISE!2016 kemudian mengumumkan para peserta yang lolos ke tahap semifinal. Pada tahapan ini, lokasi penyelenggaraannya bertempat di JSI ITS, dan bekerjasama dengan PT KAI, panitia menyediakan fasilitas free transport bagi para peserta yang lolos penyisihan untuk datang ke Surabaya menggunakan moda transportasi kereta api.

Tahap semifinal BIONIX-ISE!2016 kemudian digelar pada Sabtu (26/11/2016). Bertempat di ruang TC103-104 Departemen SIstem Informasi ITS, acara dibuka kembali secara resmi di pagi hari oleh Dr Ir Aris Tjahyanto MKom selaku Ketua Departemen Sistem Informasi ITS, dan dilanjutkan dengan penjelasan tentang Departemen Sistem Informasi ITS yang disampaikan oleh Feby Artwodini Muqtadiroh SKom MT selaku Sekretaris Program Studi (Prodi) Sarjana Sistem Informasi (PSSI) Departemen Sistem Informasi ITS. Para peserta juga diajak untuk melakukan campus visit dengan berkunjung ke beberapa fasilitas akademik yang ada di Departemen termuda di bawah Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) ITS tersebut, termasuk lima laboratorium riset yang meliputi Laboratorium Sistem Enterprise (SE), Laboratorium Rekayasa Data dan Intelegensia Bisnis (RDIB), Laboratorium Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi (ADDI), Laboratorium Manajemen Sistem Informasi (MSI), serta Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI). 

Campus visit ini penting karena disinilah kunci untuk menyelesaikan rangkaian tes di tahap ini, dengan beberapa keywords yang menjadi jawabannya. Semisal keywords tentang peran social media dalam customer relationship management serta identifikasi permasalahan dan solusi teknologi informasi yang tepat dalam perusahaan dari Laboratorium SE Departemen Sistem Informasi ITS. Sementara dari Laboratorium RDIB Departemen Sistem Informasi ITS, ada keywords tentang penyelesaian masalah optimasi menggunakan program linear serta penyelesaian game theory menggunakan mixed strategy. Laboratorium ADDI Departemen Sistem Informasi ITS mengandalkan keywords tentang visualisasi data serta pengelompokan data menggunakan metode K-Means Clustering. Adapun dari Laboratorium MSI Departemen Sistem Informasi ITS, ada keywords tentang identifikasi resiko teknologi informasi berdasarkan komponen sistem informasi hingga penyelesaian permasalahan menggunakan critical path method. Hingga keywords dari Laboratorium IKTI Departemen Sistem Informasi ITS yang mengutamakan beberapa aspek pemrograman Java yang meliputi fungsi scanner, fungsi if-else, fungsi perulangan, fungsi array dan manipulasi string. Sebagai informasi, pada tahap ini, tes dilakukan dengan metode rally games, dimana setiap tim bertanding mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Namun sebelumnya, bertempat di Studio Aplikasi Terapan Departemen Sistem Informasi ITS, kepada para peserta tahap semifinal ini juga diberikan pelatihan coding dengan bimbingan dari beberapa dosen pengajar Departemen Sistem Informasi ITS. 

Menjelang sore pada hari itu juga, dipilih tiga pemenang di tiap region sebagai Juara 1, Juara 2 dan Juara 3 untuk kemudian disaring lagi dan berhak melaju ke babak final BIONIX-ISE!2016. Tim Mikiro2, 007 Veni Vidi Vici dan Legronade terpilih mewakili Region Kediri. Sementara untuk Region Malang, terpilih tim Purrrfect, Goldfireflies dan Avalon. Region Surabaya diwakili oleh tim Escaper, Reaper dan Alif. Sementara untuk Region Jember, terpilih tim Alpha, Guardian dan Al-Ikhlas. Region Gresik diwakili oleh tim Smanema 2, F1 dan Smanema 3. Adapun Region Nganjuk, diwakili oleh tim Radiallahu, Blue Owl dan Biohazard.

Seperti saat hampir sampai ke tempat tujuan, laju kendaraan ISE!2016 pun tak kenal kecepatan lambat. Belum genap satu hari berselang, keesokan paginya pada Minggu (27/11/2016), digelar tahap final BIONIX-ISE!2016. Kembali bertempat di Studio Aplikasi Terapan Departemen Sistem Informasi ITS, diumumkan lima tim finalis yang berhasil lolos yaitu Kanjeng SMASTA, Purrrfect, Mikiro2, Goldfireflies dan Cepot's yang selanjutnya berkompetisi kembali untuk menjadi pemenang. Pada tahap ini, tes dilakukan dengan pembuatan business canvas, yang dilanjutkan dengan IT Coding.

Sementara panitia BIONIX-ISE!2016 sibuk merampungkan tugasnya untuk menyelesaikan tahap final olimpiade pelajar nasional bidang IT dan bisnis di Departemen Sistem Informasi ITS, di tempat yang berbeda yaitu di Marvell City Mall Surabaya, panitia yang lain juga tak kalah sibuk menyiapkan gelaran IT Expo sekaligus penutupan ISE!2016. 

Memasuki tengah hari, acara IT Expo-ISE!2016 dibuka dengan Sambutan Ketua Panitia, mengawali acara yang dimeriahkan oleh komunitas IT dengan pameran karya startup-nya masing-masing. Mulai dari Surabaya Web Community (Suwec), Siaga, Refre, City113, GameDev Arek Suroboyo (Gadas), Kerjabilitas, Olride dan Reblood. Tak ketinggalan, para sponsor pendukung acara juga menampilkan booth masing-masing dengan fasilitas menariknya. Jagoan Hosting menyediakan voucher hosting domain dan games seru berhadiah menarik. Sementara GO-JEK menyediakan pijat gratis dengan layanan GO-MASSAGE yang ditambah voucher serta hadiah menarik pula di booth-nya. Begitu juga dengan PT KAI dengan berbagai info promo menariknya.

Sementara pada sesi talkshow dengan praktisi IT, menghadirkan tiga orang pembicara yang populer di bidangnya, masing-masing adalah Rama Mamuaya sebagai Chief Executive Officer (CEO) DailySocial.id, Rama Notowidigdo sebagai Chief of Product GO-JEK Indonesia, serta Arief Muhammad sebagai content creator dan YouTuber terkenal.

Bertempat di lantai 2 mall yang terintegrasi dengan apartemen, sekolah dan hotel yang baru dibuka pada penghujung tahun 2015 tersebut, acara talkshow yang bersifat gratis ini bekerjasama juga dengan GO-JEK untuk fasilitas pendaftarannya. Menggunakan layanan GO-TIX, peserta yang ingin mengikuti talkshow ini dapat melakukan reservasi online untuk menikmati fasilitas tempat duduk yang berjumlah terbatas 50 buah di setiap sesinya.

Di sesi pertama, talkshow IT Expo menampilkan sosok Rama Mamuaya sebagai guest speaker yang sudah cukup populer di jagad industri digital creative Indonesia. Berawal dari kecintaannya dengan programming, komputer dan internet di usia 7 tahun, membuatnya tak bisa lepas dari dunia IT. Karena passion-nya itu juga, Rama kemudian mendirikan dan membesarkan DailySocial.id yang merupakan jaringan media berbasis di Jakarta yang berfokus pada tech-startup  dan teknologi.

Sebagai guest speaker berikutnya di sesi kedua, talkshow IT Expo menghadirkan Rama Notowidigdo yang dikenal sebagai salah satu orang penting dalam pengembangan bisnis GO-JEK. Setelah lama merantau ke Amerika Serikat dengan menamatkan Sarjana bidang Computer Information Systems dari Missouri State University dan Master bidang Management Information Systems dari Saint Louis University, lalu menetap di Silicon Valley dengan bekerja di monster.com dan Oracle, Rama Notowidigdo memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena ingin membangun sumber daya manusia bidang IT yang berkualitas.

Adapun Arief Muhammad sebagai guest speaker ketiga di sesi terakhir talkshow IT Expo, terkenal karena kecerdikannya dalam memanfaatkan fenomena social media Twitter dan Blog yang sedang populer saat itu. Berawal dari akun anonim Twitter Poconggg dan tulisan semi-“gaul”nya di blog poconggg.com, pria kelahiran 26 Oktober 1990 ini berhasil mencuri perhatian. Sosoknya kemudian dikenal sebagai creativepreneur yang semakin lihai memanfaatkan perkembangan IT. Baru-baru ini, bersama dengan komedian Raditya Dika, pemuda bernama lengkap Muhammad Arief Yakoeb ini kemudian membuat situs nyunyu.com untuk anak muda.

Menjelang sore, tahap final BIONIX-ISE!2016 pun rampung dengan selesainya keseluruhan sesi presentasi dan penjurian. Para finalis kemudian diajak berpindah tempat dari Departemen Sistem Informasi ITS untuk menuju ke mall yang ada di pusat kota Surabaya, tempat digelarnya acara IT Expo-ISE!2016 tersebut. Sambil menunggu seremonial penutupan keseluruhan acara ISE!2016, para finalis menyempatkan diri untuk menikmati pamer karya komunitas IT dan mengikuti sesi talkshow.

Akhirnya, laju ISE!2016 pun sampailah ke tujuannya. Momen yang ditunggu-tunggu  itu pun tiba. Sesaat setelah sesi ketiga IT talkshow diakhiri, panitia segera bersiap mengumumkan para pemenang BIONIX-ISE!2016  Dinyatakan meraih hadiah piala serta uang tunai masing-masing Rp500 ribu dan Rp750 ribu, Tim Mikiro2 keluar sebagai Juara Harapan 2 dan Tim Purrrfect sebagai Juara Harapan 1. 

Sebagai Juara 3 adalah Tim Goldfireflies yang meraih piala dan uang tunai sebesar Rp2,5 juta sementara Tim Kanjeng SMASTA yang keluar sebagai Juara 2 meraih hadiah piala dan uang tunai sebesar Rp4 juta. Dan yang berhasil keluar sebagai Juara 1 BIONIX-ISE!2016 adalah Tim Cepot's yang berhak mendapatkan hadiah Piala Walikota Surabaya, uang tunai Rp6 juta dan dinyatakan berhak berkuliah di JSI ITS karena juga berhasil mendapatkan freepass SNMPTN Departemen Sistem Informasi ITS Tahun 2017. Selamat! (shi)


Mahasiswa ITS Raih Gelar Inspiring Leader

SURABAYA, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER - Semangat untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya mendorong dua mahasiswa ITS, Irfanda Odytia dan Nanda Puji Nugroho, mendaftarkan diri dalam ajang Nutrifood Leadership Award. Tak sia-sia, setelah bersaing ketat dengan ribuan mahasiswa seluruh Indonesia, keduanya pun resmi menyandang gelar Inspiring Leader, Senin (7/11) lalu.

Dijelaskan Irfanda, Nutrifood Leadership Award merupakan penghargaan bagi mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi dalam bidang kepemimpinan. Meraihnya pun bukan perkara mudah. Ia dan Nanda harus melewati serangkaian proses seleksi, mulai dari seleksi berkas, audisi, Focus Group Discussion (FGD), hingga wawancara langsung dengan CEO Nutrifood.

"Saat audisi kami bermain beberapa leadership game dan diminta berpidato, jadi seperti pemilihan Putri Indonesia," jelas Irfanda seraya tertawa.

Proses seleksi panjang tersebut menghasilkan sepuluh mahasiswa yang dianugerahi gelar Inspiring Leader. Hebatnya, hanya ITS yang berhasil mengirim wakil lebih dari satu orang. "Dari ITS, hanya saya dan Nanda yang lolos ke tahap FGD dan alhamdulillah menang semua," ujar mahasiswa Teknik Industri ini.

Atas penghargaan tersebut, Irfanda dan Nanda pun berhak memperoleh kesempatan melakukan leadership adventure selama tiga hari ke suatu daerah di Indonesia guna mempelajari warisan budaya setempat. Bersama timnya, Irfanda mengunjungi Desa Nelayan Tanjung Binga Belitung.

Dalam kunjungannya, Irfanda sempat melakukan pengajaran kreatif dengan beberapa siswa sekolah dasar di Tanjung Binga. "Kami juga sempat berdiskusi dengan warga setempat. Hasilnya, kami akhirnya berinisiatif membangun sebuah tempat iconic di desa nelayan tersebut untuk meningkatkan daya tarik wisata desa," tutur mahasiswa asal Palembang ini.

Perjalanan tersebut, lanjut Irfanda, memberinya pelajaran untuk senantiasa bersyukur dan menyadari bahwa pemuda memiliki peran sangat penting bagi lingkungannya. "Selan itu, kami juga belajar tentang pentingnya menghargai budaya, layaknya pepatah dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung," tutupnya.

Nanda Raih Most Inspiring Group

Sementara itu, Nanda berkesempatan mengunjungi Suku Boti, sebuah suku pedalaman di wilayah Nusa Tenggara Timur. Diceritakan Nanda, karena budaya yang masih dijaga dengan baik, Suku Boti sejatinya memililki potensi wisata yang besar. "Namun, sayangnya disana belum ada penerangan saat malam hari," ungkap mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS Angkatan 2013 ini.

Nanda dan timnya pun membangun sebuah proyek yang dinamai "Cahaya Untuk Boti." Mereka mengimplementasikan teknologi solar panel sehingga cahaya matahari di siang hari dapat dimanfaatkan untuk penerangan saat malam.

"Kami juga mewujudkan glowing forest yaitu membuat hutan disana indah saat malam hari, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata pula," jelas Nanda. Tak ayal, proyek tersebut mengantarkan Nanda dan timnya sebagai tim paling menginspirasi dalam Inspiring Adventure tahun ini. (ayi/hil)

Sumber : www.its.ac.id


Selamat Datang Mahasiswa Baru Magister Sistem Informasi Jurusan Sistem Informasi ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Selamat datang mahasiswa baru Program Pascasarjana Program Studi Magister Sistem Informasi di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)!

Sebanyak 24 mahasiswa yang terdiri atas 23 mahasiswa lokal dari seluruh Indonesia dan 1 mahasiswa asing asal Tanzania diterima menjadi mahasiswa baru di Tahun Akademik 2016/2017 pada Program Studi yang sudah tiga tahun berdiri sendiri, lepas dari Program Studi Magister Teknik Informatika ITS tersebut.

Sebelum memulai kegiatan perkuliahan, sebagai mahasiswa baru ITS, mereka diwajibkan untuk mengikuti kegiatan Informasi dan Pengenalan ITS (IPITS). Untuk kegiatan orientasi mahasiswa baru tersebut, terlebih dahulu mereka mengikuti IPITS tingkat Program Pascasarjana yang diselenggarakan di Gedung Pascasarjana ITS pada hari Selasa (30/8) lalu, bergabung bersama mahasiswa-mahasiswa Magister baru Program Studi lain. Keesokan harinya, Rabu (31/8) mereka mengikuti kegiatan IPITS tingkat Program Studi yang dilaksanakan di Ruang TC-102 Jurusan Sistem Informasi ITS.

Adapun dalam kegiatan IPITS tingkat Program Studi Magister Sistem Informasi diawali dengan pengenalan Program Studi yang disampaikan langsung oleh Ketua Program Studi Magister Sistem Informasi Jurusan Sistem Informasi ITS, Dr Apol Pribadi Subriadi ST MT yang juga sekaligus membuka acara.

Dilanjutkan dengan pengenalan laboratorium-laboratorium atau studio yang akan menjadi fasilitas pembelajaran selama mahasiswa menempuh pendidikan Magister Sistem Informasi yang disampaikan oleh masing-masing perwakilannya. Diawali oleh pengenalan Laboratorium Rekayasa Data dan Intelegensia Bisnis (RDIB) yang diwakili oleh Wiwik Anggraeni SSi MKom, yang kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Laboratorium Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi (ADDI) oleh Faizal Johan Atletiko SKom MKom.

 

Berlanjut berturut-turut dengan pengenalan Laboratorium Manajemen Sistem Informasi (MSI) oleh Sholiq ST MKom MSA, Laboratorium Sistem Enterprise (SE) oleh Rully Agus Hendrawan SKom MEng, dan tak ketinggalan pengenalan Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI) oleh Bekti Cahyo Hidayanto SSi MKom yang melengkapi pengenalan lima laboratorium riset yang ada di Jurusan Sistem Informasi ITS. Dalam pemaparan tersebut juga mahasiswa baru diajak berdiskusi tentang topik riset terkait tesis yang akan ditulis disesuaikan dengan bidang keahlian dosen atau laboratorium yang bersangkutan.

 

 

Setelah itu, diteruskan dengan pengenalan fasilitas lain berupa Studio Pemrograman oleh Arif Wibisono SKom MSc, Studio Aplikasi Terapan oleh Nur Aini Rakhmawati SKom MSc Eng hingga pengenalan Sistem Operasi dan Jaringan oleh Radityo Prasetianto Wibowo SKom MKom.

Tak lupa, setelah mengikuti materi pengenalan di kelas, mahasiswa baru peserta IPITS juga diajak berkunjung berkeliling Jurusan Sistem Informasi ITS, mulai dari melihat langsung sarana dan prasarana pendidikan yang ada terkait laboratorium-laboratorium dan studio yang telah dipaparkan dalam materi di kelas, hingga Ruang Diskusi, Ruang Baca dan tak lupa Ruang Tata Usaha Program Pascasarjana Program Studi Magister Sistem Informasi Jurusan Sistem Informasi ITS.

Selamat datang, selamat belajar dan semoga lancar! (shi)


— 5 Items per Page
Showing 1 - 5 of 13 results.