Pada tanggal 26 Juni 2002 berdirilah Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI) di ruang TC 106 gedung Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi sepuluh Nopember Surabaya. KMSI berkedudukan di kampus Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi sepuluh Nopember Surabaya. Saat itu, AD/ART KMSI banyak berkaca pada AD/ART milik HMTC, tapi kemudian disempurnakan dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk masalah susunan kepengurusan, pada tahun pertama berdiri, sebutan untuk departemennya adalah bidang. Jenis – jenis departemennya pun bersifat tidak tetap artinya dapat terus berubah/diperbarui sesuai kebutuhan yang ada pada saat pembentukan kepengurusan.

Agar dapat mengetahui lebih detilnya, lihat disini

Sosialisasi Tugas Akhir dan Laboratorium Jurusan Sistem Informasi ITS

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Jum’at (16/9) sore hari menjelang akhir jam operasional akademik, bertempat di Plaza Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) telah diselenggarakan acara Sosialisasi Tugas Akhir dan Laboratorium.

Acara yang diselenggarakan khususnya untuk mahasiswa Angkatan 2013 dan 2014 Jurusan Sistem Informasi ITS tersebut adalah sebagai bekal mereka nantinya mengambil Tugas Akhir untuk bisa lulus dan meraih gelar Sarjana Komputer (SKom).  Dibuka oleh Ketua Prodi S1 Jurusan Sistem Informasi ITS, Nisfu Asrul Sani SKom MSc yang menjelaskan segala aturan akademik terkait penulisan tugas akhir.

 

Tiap mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya dalam Program Studi (Prodi) Sarjana Sistem Informasi ITS diwajibkan untuk menyusun suatu karya ilmiah yang disebut Tugas Akhir, setelah mahasiswa yang bersangkutan memenuhi persyaratan tertentu. Dengan menyusun Tugas Akhir ini, diharapkan mahasiswa mampu merangkum, mengaplikasikan, menuangkan semua pengetahuan, keterampilan, ide untuk memecahkan masalah dalam bidang keahliannya secara sistematis, logis, kritis dan kreatif, didukung oleh data atau informasi yang akurat dengan analisis yang tepat.

Beberapa kebijakan mulai dari syarat, tata cara dan aturan penulisan dijelaskan secara rinci oleh dosen yang juga alumni Jurusan Sistem Informasi ITS ini. Termasuk penekanan terkait kode etik akademik tentang plagiarisme dan adanya warning untuk indikasi bentuk-bentuk kecurangan dalam penulisan Tugas Akhir yang harus ditaati oleh mahasiswa.

Selain itu, juga diselenggarakan Sosialisasi Laboratorium untuk lima fasilitas laboratorium riset yang dimiliki oleh Jurusan Sistem Informasi ITS, masing-masing adalah Laboratorium Rekayasa Data dan Intelegensia Bisnis (RDIB), Laboratorium Akuisisi Data dan Diseminasi Informasi (ADDI), Laboratorium Manajemen Sistem Informasi (MSI), Laboratorium Sistem Enterprise (SE) dan Laboratorium Infrastruktur dan Keamanan Teknologi Informasi (IKTI). Dalam pemaparan tersebut juga mahasiswa diajak berdiskusi tentang topik riset terkait Tugas Akhir yang akan ditulis untuk disesuaikan dengan bidang keahlian dosen atau laboratorium yang bersangkutan. (shi)

Foto : Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI)


Syukuran Wisuda 114 Jurusan Sistem Informasi ITS : Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – “Bersenang-senanglah karena hari ini yang ‘kan kita rindukan, di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan.” Penggalan lirik lagu lawas Sheila on 7 bertajuk “Sebuah Kisah Klasik” yang dipopulerkan kembali oleh Rendy Pandugo ini sepertinya cocok untuk menjadi lagu tema dari akhir kisah perjuangan para mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam menyelesaikan studinya. Pada hari Sabtu (17/9) lalu, mereka resmi menyandang gelar sebagai Sarjana Komputer dan Magister Ilmu Komputer, seiring dengan digelarnya prosesi Wisuda 114 untuk 3775 wisudawan Program Studi Sarjana, Magister, Doktoral dan Vokasi di lingkungan ITS.

Hari itu, bertempat di Grha Sepuluh Nopember ITS, sebanyak 125 wisudawan Program Studi Sarjana dan 20 wisudawan Program Studi Magister dari Jurusan Sistem Informasi ITS berbaur bersama para wisudawan lain dari Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) yang diwisuda terlebih dahulu pada gelaran hari pertama dari empat rangkaian Wisuda Semester Gasal 2016/2017 tersebut. Diantara mereka, sejumlah 42 wisudawan dari Program Sarjana dan 1 orang wisudawan Program Magister yang meraih predikat kelulusan “Dengan Pujian” dikukuhkan dalam prosesi yang dipimpin langsung oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD.

 

Selesai mengikuti acara seremonial tersebut, seluruh wisudawan beserta keluarga dan kerabat diundang untuk menghadiri Syukuran Wisuda 114 yang digelar di halaman parkir Jurusan Sistem Informasi ITS. Dengan berjalan melangkahkan kaki ke gedung yang letaknya hanya bersebelahan dengan tempat wisuda mereka, para wisudawan diajak untuk bersama-sama merayakan kelulusan mereka sekaligus sebagai tanda bahwa Jurusan Sistem Informasi ITS dengan bangga resmi melepas mereka untuk menjadi bagian dari Keluarga Besar Alumni-nya.

 

Edwin Riksakomara SKom MT selaku Sekretaris Jurusan memimpin acara yang rutin digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ini. Bertindak mewakili Ketua Jurusan yang masih menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, alumni Jurusan Teknik Komputer ITS Angkatan Keempat ini datang menyambut wajah-wajah bahagia para wisudawan beserta keluarga dan kerabat. Cuaca yang terik tidak menyurutkan semangat kegembiraan para wisudawan untuk mengabadikan momen kenangan terakhir mereka di tempat mereka selama ini menuntut ilmu, termasuk semangat beberapa dosen pengajar yang menyempatkan diri untuk hadir sebagai undangan, menjadi saksi salah satu bagian penting dalam hidup mahasiswa yang pernah diajarnya untuk selanjutnya meraih kesuksesannya masing-masing. Tak lupa, para adik kelas yang juga dengan bangga hadir untuk melepas kakak tingkatnya seraya berharap dapat lekas mengikuti jejaknya.

 

Hiburan ramah tamah, diiringi ucapan selamat tak henti-henti hingga berfoto bersama dengan dosen, keluarga dan kerabat ataupun rekan sesama wisudawan bahkan adik kelas yang menjadi Pendamping Wisuda menjadi gambaran suasana bahagia dan kesenangan yang larut menyelimuti. Semoga menjadi abadi untuk dikenang serta dirindukan sebagai sebuah kisah yang manis kelak di masa depan, ya? (shi)


Eitss, Saatnya ETS Di JSI ITS!

 

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Eitss, pertengahan semester gasal datang juga, saatnya seluruh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadapi Evaluasi Tengah Semester (ETS). Termasuk juga dengan mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS.

Selama sepekan, dimulai Senin (24/10/2016) hingga Jum’at (28/10/2016), sebagian besar mata kuliah yang diajarkan di Jurusan termuda di bawah Fakultas Teknologi Informasi (FTIf) ITS pada Semester Gasal 2016/2017 ini, baik untuk Program Studi Sarjana dan Program Studi Magister juga melakukan proses evaluasinya atas apa yang telah disampaikan oleh para dosen pengampu selama perkuliahan berlangsung. Evaluasi ini, selain untuk mengukur efektivitas proses pembelajaran, juga ditujukan untuk mengukur sejauh mana hasil belajar mahasiswa, mampu menerima, memahami, dan menguasai bahan ajar yang telah disajikan.

Memang tidak semua mata kuliah melakukan proses evaluasi yang rata-rata berbentuk assessment tertulis ini, karena ada juga mata kuliah yang memilih menerapkan bentuk assessment lain seperti dengan menggunakan model demo atau online.

 

Adapun untuk Program Studi Sarjana (S1) JSI ITS, jadwal ETS di hari pertama diawali oleh empat mata kuliah yaitu Desain dan Manajemen Proses Bisnis, Manajemen dan Administrasi Basis Data, Audit Sistem Informasi serta Pemrograman Integratif pada sesi pertama yang dimulai pada pukul 07:30 WIB. Di hari terakhir, mata kuliah Kecerdasan Bisnis akan memungkasi pekan ETS, saat keseluruhan sesi evaluasi ditutup tepat pukul 15:00 WIB.

Kondisi yang agak berbeda untuk Program Studi Magister (S2) JSI ITS, hari pertama jadwal ETS diawali lebih siang di sesi kedua pada pukul 10:00 WIB dengan mata kuliah Topik Dalam Pengukuran Kinerja Teknologi Informasi. Dan yang juga berbeda adalah diakhiri mendahului pada hari Kamis (27/10/2016) pada sesi ketiga pukul 13:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB, dengan mata kuliah Manajemen Proyek dan Perubahan.

 

Dibutuhkan berbagai kesiapan untuk mahasiswa JSI ITS dalam menghadapi assessment terjadwal ini. Selain kesiapan materi yang tentu saja didapat dengan belajar sungguh-sungguh, kesiapan mental seperti ketenangan dan kecermatan dalam mengerjakan setiap soalnya, termasuk juga kesiapan administrasi juga menjadi faktor penting. Sebagai syarat mengikuti ETS ini, mahasiswa wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) sebagai identitas peserta. Bila KTM yang bersangkutan hilang dan belum mendapatkan ganti dari Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) ITS, maka bukti cetak Form Rencana Studi (FRS) yang harus dibawa untuk ditunjukkan kepada petugas pengawas sebagai gantinya.

Bila semuanya sudah siap dan well prepared, tinggal diawali dengan niat berdoa sebelum mengerjakan evaluasi yang sebagian besar bersifat tertutup tersebut. Do your best and God will do the rest, semoga diberikan kelancaran dan kemudahan sehingga dapat meraih hasil maksimal. (shi)


Sumbang Medali, Mahasiswa-Mahasiswi JSI Ikut Bawa ITS Raih Juara 2 Gemastik 9-2016

JAKARTA, UNIVERSITAS INDONESIA - Pagelaran Mahasiswa Nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) telah memasuki penyelenggaraannya yang ke-9. Di tahun 2016 ini, kegiatan ini dilangsungkan di Jakarta, dengan Universitas Indonesia sebagai host dan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) sebagai co-host.

Selama delapan tahun penyelenggaraan kegiatan yang menjadi media penyalur kreativitas mahasiswa dalam pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat nasional ini, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia telah menyelenggarakan kegiatan ini secara kontinyu. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa sebagai peserta kegiatan dapat meningkatkan kemampuan dalam penguasaan TIK dan dapat mengembangkan potensi besarnya sebagai agen perubahan melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini dan masa yang akan datang.

Berdasar pada Laporan Kegiatan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Gemastik 9, Dr R Yugo Kartono Isal MSc yang ada di dalam program book, seiring berjalannya waktu, Gemastik menjadi semakin kompetitif, bergengsi dan semakin diminati oleh mahasiswa di Indonesia. Terlihat dari semakin banyaknya jumlah mahasiswa, jumlah perguruan tinggi dan jumlah provinsi yang ikut berpartisipasi. Terdapat 2307 tim yang mendaftar pada seluruh 10 kategori yang dilombakan, yang berasal dari 113 perguruan tinggi yang tersebar di 23 provinsi. Lima kategori lomba melakukan 2 tahapan seleksi, dan 5 kategori lainnya hanya 1 tahapan seleksi. Dari hasil proses seleksi oleh para juri, telah terpilih 119 tim yang berasal dari 37 perguruan tinggi (12 perguruan tinggi diantaranya berasal dari luar Jawa dan Bali), yang tersebar di 18 provinsi.

Mengusung tema "Enabling Smart Society Through ICT,” mengacu pada laman resminya di https://gemastik.ui.ac.id/, rangkaian acara dalam Gemastik 9 terdiri dari perlombaan di bidang TIK, seminar, pameran hasil karya finalis, serta tak ketinggalan pentas budaya dan kesenian. Adapun untuk acara perlombaannya sendiri, kali ini Gemastik 9 memiliki 10 bidang yang dilombakan, dengan penambahan satu bidang baru disamping sembilan kategori yang dilombakan pada penyelenggaraan Gemastik sebelumnya. Sepuluh bidang perlombaan tersebut adalah Pemrograman, Pengembangan Perangkat Lunak, Data Mining, Keamanan Jaringan dan Sistem Informasi, Animasi, Piranti Cerdas dan Embedded System, Desain User Experience, Pengembangan Bisnis TIK, Pengembangan Aplikasi Permainan serta bidang baru yaitu e-Government.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tentu tak ketinggalan untuk berpartisipasi. Kali ini, kampus berjuluk Kampus Perjuangan tersebut mengirimkan kontingen sejumlah total 14 tim yang sukses menuju laga babak final, dengan perincian satu tim untuk bidang pemrograman, satu tim untuk bidang pengembangan perangkat lunak, dua tim untuk bidang lomba data mining, dua tim juga untuk bidang pengembangan bisnis TIK, tiga tim untuk bidang piranti cerdas dan embedded system, dua tim untuk bidang desain user experience, dua tim untuk bidang pengembangan aplikasi permainan, dan satu tim untuk bidang e-Government. Sebuah peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mengirimkan tujuh tim.

Bergabung bersama keempatbelas tim tersebut, terselip beberapa nama mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS yang menguji keberuntungannya untuk berusaha meraih medali dalam perlombaan bidang TIK di ajang ini. Achmad Choirun Najib, mahasiswa Angkatan 2014 bergabung bersama kakak tingkatnya mahasiswa Angkatan 2013, Nikolaus Herjuno SDA dan Tetha Valianta, membentuk tim MagnifyID. Sementara tim TRIOS digawangi oleh tiga orang mahasiswa Angkatan 2014 yaitu Gede Doran Andika, Arymasu Godhein Ndoen dan Made Juli Dharma Adi. Mahasiswa-mahasiswa Angkatan 2015 pun seolah tak mau kalah, membentuk tim Integralistik yang digawangi oleh Muhammad Aldi Baihaqi, Dea Ayu Oktaviani dan Yasin Awwab. Adapun Tetha Valianta kembali bergabung dalam tim DM Team, bersama rekan se-angkatannya di 2013, Fahrizal Adi Wibowo dan Marina Safitri.

Setelah melewati tahapan kompetisi dan penilaian oleh juri-juri yang melibatkan para pakar TIK dari berbagai institusi perguruan tinggi seluruh Indonesia, saat diumumkan pada Sabtu (29/10) bertempat di Aula Saba Widya Wisma Makara Universitas Indonesia, DM Team berhasil menyumbang satu medali perunggu untuk dipersembahkan kepada kontingen ITS setelah berlaga di perlombaan TIK bidang e-Government. Hasil ini turut andil membawa ITS sukses menjadi juara dua dalam ajang Gemastik 9 tahun 2016, dengan membawa pulang total lima medali, hanya terpaut satu peringkat dari tuan rumah Universitas Indonesia yang menjadi juara umum. Selamat! (shi)


Get Lucky First, Get Certified Next : Mahasiswa-Mahasiswi JSI ITS Rajai Hadiah Dalam Roadshow Indonesia Next Surabaya

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Selasa lalu (25/10), Telkomsel bersama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer Indonesia (APTIKOM) sukses mengadakan event Indonesia Next. Menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai host kegiatan ini, kota Surabaya beruntung mendapat kesempatan pertama menjadi tempat pembuka serangkaian roadshow kegiatan yang menurut rencana akan digelar juga di lima kota besar lain di Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Makassar dan Yogyakarta sebagai penutupnya.

Indonesia Next adalah kegiatan yang digelar sebagai upaya mendukung generasi muda untuk mempersiapkan diri bersaing secara global, dengan rangkaian acaranya meliputi seminar inspiratif, sesi workshop kreatif hingga program pelatihan dan sertifikasi. Kegiatan ini adalah sebuah program corporate social responsibilities (CSR) dari Telkomsel.

Acara diawali dengan sambutan Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD selaku Wakil Rektor ITS Bidang Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi, disusul dengan penjelasan kegiatan Indonesia Next oleh Direktur Sales Telkomsel, Mas’ud Khamid. Dilanjutkan dengan sesi pemaparan bagaimana pengembangan teknologi informasi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Infrastruktur Teknologi Informasi Pemprov Jawa Timur, Ir Hagung Sipri MM. Ketiganya juga lantas secara bersama-sama men-tweet IndonesiaNext sebagai tanda dilakukannya launching kegiatan secara resmi.

Sebagai pembuka kegiatan untuk anak muda yang diadakan di Grha Sepuluh Nopember ITS ini, seminar inspiratif bertemakan “Get Inspired, Be The Next” digelar terlebih dahulu dengan mendatangkan beberapa pembicara dengan bisnis dan karyanya yang juga telah menginspirasi kaum muda. Nama-nama besar seperti Roy Simangunsong selaku Country Head Twitter Indonesia dan Dr Guntur Sialoon Siboro MEng MBA yang menjabat sebagai Country Head Hooq Indonesia menjadi inspiring speakers pada sesi ini. Nama-nama besar lain seperti Denny Santoso, Daus Gonia, Deddy Avianto, Hendy Setiono, Hiro Whardana hingga Erich Silalahi tak ketinggalan menjadi sederet inspiring speakers ternama yang mengisi beberapa sesi workshop kreatif dalam acara yang digelar dari pukul 7 pagi hingga berakhir pada pukul 6 sore tersebut.

Melalui seminar inspiratif dengan isi berbagi pengetahuan dan pengalaman menarik dari praktisi bisnis yang telah sukses di bidangnya tersebut, diharapkan akan membuka wawasan para peserta untuk memahami betapa pentingnya mutu dan kompetensi yang harus dimiliki agar seseorang dapat berkompetisi nantinya dalam wacana global.

Adapun kemasan workshop dari para pelaku bisnis terkait dengan topik perkembangan teknologi informasi terkini, strategi dan konsep digital marketing dan entrepreneurship hingga dunia kreatif digital content dan fotografi juga sangat menarik diikuti yang menjadi daya pikat acara. Begitu lekat dengan anak muda yang setiap hari seakan tidak pernah terpisahkan dengan hal-hal tersebut, yang mewarnai setiap jengkal kehidupannya, saat mata mulai membuka dan bernafas menghirup udara membuka pagi hingga kembali terlelap di waktu malam mengakhiri hari.

Apalagi dengan iming-iming kesempatan pelatihan dan uji sertifikasi keahlian profesi yang bisa mereka dapatkan setelah mengikuti kegiatan ini, menjadi nilai penting yang menjadi tambahan pemikat sehingga animo peserta yang akan mengikuti kegiatan ini begitu terasa dengan adanya antrean di meja registrasi sebelum acara dimulai. Sebagai informasi, para peserta yang lulus dari ujian sertifikasi tersebut akan mendapatkan sertifikat keahlian yang dapat digunakan oleh para mahasiswa untuk melengkapi ijazah kelulusan mereka nantinya. Dan pada tahap akhir, akan dipilih 18 peserta terbaik yang berkesempatan untuk mengikuti short course di perusahaan digital ternama kelas dunia.

Khusus bagi mahasiswa-mahasiswi Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS, meskipun masih dalam pekan Evaluasi Tengah Semester (ETS), mereka tetap bersemangat untuk mengikuti acara yang dapat menambah wawasan mereka tersebut. Tidak hanya antusias mengikuti keseluruhan materi seminar inspiratif dan workshop kreatif yang disajikan oleh para inspiring speakers, para mahasiswa JSI ITS tersebut juga rupanya tak ketinggalan untuk antusias mengikuti games yang disajikan sebagai bagian acara, menguji keberuntungan mereka untuk mendapatkan hadiah.

Banyaknya mahasiswa-mahasiswi yang beruntung mendapatkan beberapa hadiah dalam acara tersebut menjadi bukti lucky factor yang luar biasa besar yang dimiliki oleh mereka. Mega Resty, mahasiswi JSI ITS Angkatan 2013 beruntung mendapatkan hadiah handset iPhone 7 atas Tweet Terbaik-nya, sebagaimana rekan satu angkatannya Andre Surya yang juga mendapat hadiah yang sama atas keberhasilannya memenangkan trivia games. Sementara rekan satu angkatan mereka juga, Chandra Surya beruntung mendapat handset Lenovo Vibe C berikut powerbank atas Tweet Terbanyak-nya, diikuti keberuntungan yang juga dirasakan oleh para mahasiswa Angkatan 2013 yang lain yaitu Bintang Setyawan, Nadya Chandra dan Fahmi Zamroni dengan masing-masing hadiah yang mereka peroleh.

Seperti kata pepatah, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.” Semoga dengan keberuntungan diperolehnya hadiah sebagai reward bertambahnya wawasan pengetahuan mereka dengan mengikuti acara seminar inspiratif dan sesi workshop kreatif pada gelaran pertama Indonesia Next di Surabaya tersebut, keberuntungan yang sama juga akan diraih oleh mereka untuk berhasil mendapatkan sertifikasi keahlian profesi yang sangat berguna nantinya, ya? (shi)


— 5 Items per Page
Showing 6 - 10 of 13 results.