Pada tanggal 26 Juni 2002 berdirilah Keluarga Mahasiswa Sistem Informasi (KMSI) di ruang TC 106 gedung Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi sepuluh Nopember Surabaya. KMSI berkedudukan di kampus Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi sepuluh Nopember Surabaya. Saat itu, AD/ART KMSI banyak berkaca pada AD/ART milik HMTC, tapi kemudian disempurnakan dari tahun ke tahun. Sedangkan untuk masalah susunan kepengurusan, pada tahun pertama berdiri, sebutan untuk departemennya adalah bidang. Jenis – jenis departemennya pun bersifat tidak tetap artinya dapat terus berubah/diperbarui sesuai kebutuhan yang ada pada saat pembentukan kepengurusan.

Agar dapat mengetahui lebih detilnya, lihat disini

Belajar Langsung Dari Pakarnya : International Lecture in Project Management ITS – Campus Outreach SymEx 2016

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Senin (17/10/2016), bertempat di Auditorium Gedung Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), digelar International Lecture bidang Manajemen Proyek bertajuk “Talent Management: A Strategic Imperative, Building Future Leadership in Project Management” dengan pematerinya adalah Jennifer Tharp PMP, seorang pakar di bidang tersebut yang asal Amerika Serikat.

Kegiatan kuliah tamu internasional ini sendiri menjadi agenda campus outreach, dimana ITS beruntung mendapat kesempatan untuk dikunjungi sebagai bagian rangkaian acara SymEx 2016 di Surabaya, acara khusus untuk komunitas manajemen proyek yang digelar oleh Project Management Institute (PMI) Indonesia Chapter untuk memperluas jejaring, sebagai ajang berbagi dan belajar serta untuk meningkatkan kemampuan diri masing-masing anggotanya.

Melalui kerja bareng dengan Asosiasi Sistem Informasi Indonesia (AISINDO) yang berkantor pusat di Jurusan Sistem Informasi (JSI) ITS sebagai tuan rumah kegiatan, memungkinkan para peminat bidang Manajemen Proyek dari kalangan ITS pada khususnya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan dan belajar dari segudang pengalaman yang telah dijalani oleh Jennifer Tharp selama karir profesionalnya. Utamanya adalah mahasiswa JSI ITS yang mengambil Mata Kuliah Manajemen Proyek Sistem Informasi di semester ini, baik untuk tingkat Sarjana dan Magister. Sementara para profesional dan praktisi dari luar ITS seperti anggota AISINDO dan kalangan lainnya juga tetap terwadahi hasrat untuk belajar langsung dari perempuan berambut blonde ikal tersebut, mengingat kegiatan ini juga terbuka untuk umum meski sifatnya terbatas.

Acara dimulai dengan sambutan oleh Ketua Jurusan Sistem Informasi ITS, Dr Ir Aris Tjahyanto MKom, dan dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Presiden AISINDO, Tony Dwi Susanto ST MT PhD ITIL hingga memasuki materi utama berupa pemaparan materi dari salah seorang Dewan Direksi PMI tersebut.

Nama Jennifer Tharp sendiri, perempuan asal San Francisco ini sudah tak diragukan lagi keberhasilannya dengan segudang pengalaman kaliber internasionalnya di berbagai sektor, mulai dari perencanaan strategis sales & marketing, keuangan, pengembangan bisnis, hingga manajemen proyek teknologi informasi. Track record keberhasilan perempuan yang juga adalah seorang instruktur pengajar mata kuliah Project Management & Sustainability di University of California Berkeley ini dibuktikan dengan mengembangkan bisnis beserta tim kerja, dimulai dari dasar hingga sukses tumbuh menjadi perusahaan besar.

Karir profesionalnya diawali semenjak menjadi seorang manajer di Technicolor, perusahaan yang menaungi produk merek RCA dan GE. Prestasi moncer Jennifer adalah kesuksesannya memimpin perusahaan Amerika tersebut hingga meraup laba 8 milyar dolar untuk penjualan produksi peralatan elektroniknya. Setelah tujuh tahun berkarir disana, karirnya terus melesat, tak kurang beberapa raksasa industri dunia sekelas Vodafone dan Cisco pernah merasakan sentuhan perempuan yang juga pernah menjadi konsultan lepas untuk beberapa perusahaan yang tak kalah mendunianya seperti e-Bay dan Nikon ini.

Dalam materinya, Chair of Audit and Performance Oversight Committee di PMI ini menampilkan kajian nilai strategis dari talent management dan pengembangannya. Berangkat dari penelitian yang dilakukan oleh PMI, Human Systems International dan Economist Intelligence Unit yang menunjukkan bagaimana kurangnya talent akan menghambat implementasi strategi sebuah organisasi, menurunkan tingkat keberhasilan sebuah proyek serta berdampak negatif. Digambarkan juga bagaimana diskonektivitas antara para pekerja dan pimpinan eksekutif, contoh-contoh organisasi yang buruk, pun arah kemana organisasi dapat ditingkatkan.

Sebagai akhir, dipaparkan arah yang jelas tentang apa yang organisasi dapat lakukan untuk meningkatkan strategi talent management mereka guna menaikkan tingkat keberhasilan proyek. Sungguh sebuah pengetahuan hasil belajar dari sang pakar yang membuka wawasan lebar-lebar setiap peserta kegiatan ini dan dapat digunakan kelak! (shi)

 


Curious About Kurio : Sosialisasi Karir Bisnis Start-up Jurusan Sistem Informasi ITS

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS – Selamat datang di era perkembangan bisnis teknologi informasi! Saat satu demi satu start-up mulai bermunculan yang menandai maraknya jenis platform bisnis masa kini.

Dari Wikipedia, start-up atau yang biasa disebut sebagai perusahaan rintisan, merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Namun tidak semua jenis usaha yang baru dimulai dapat dikategorikan ke dalam start-up. Start-up memang lebih condong kepada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, terkait kemunculannya pada periode akhir 1990-an hingga awal 2000-an saat terjadi gelembung teknologi informasi dimana internet baru berkembang dan banyak orang mulai meliriknya sebagai ladang bisnis.

Termasuk halnya dengan Kurio, sebuah start-up aplikasi untuk menemukan konten yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Aplikasi buatan lokal ini dikembangkan oleh Merah Putih Inc, yang juga merupakan investor dari DailySocial, portal berita bisnis teknologi dan gaya hidup modern. Kurio memungkinkan penggunanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya, seperti menentukan konten apa yang ingin dibaca, menjelajah berbagai pilihan dan memilih beberapa topik untuk secara rutin dibaca.

Terkait Kurio dan bisnis start-up, dalam kegiatan “Sosialisasi Karir” yang digelar pada Jum’at (30/9) bertempat di Studio Pemrograman Sistem Informasi I Jurusan Sistem Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dihadirkan Andika Kurniantoro, seorang infrastructure specialist-nya. Sosialisasi karir ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI) ITS selain terbuka untuk umum, utamanya juga untuk mewadahi alumni Jurusan Sistem Informasi ITS yang penasaran dan tertarik pada bisnis bidang teknologi informasi start-up ini.

Sesuai dengan judulnya “Start-up: Big Data, Machine Learning, Repeat” materi yang disampaikan oleh peraih gelar Sarjana Komputer di bidang Sistem Informasi dari Universitas Budi Luhur Jakarta ini membahas segala hal terkait start-up sebagai bisnis yang populer saat ini. Termasuk membahas tentang big data dan pengorganisasiannya dalam bisnis ini dan juga teknologi machine learning.

Dijelaskan oleh alumnus SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Malang yang juga adalah seorang penulis dan content strategist pada Kurio ini, pengguna dapat tetap update dengan berita-berita terbaru dari beragam sumber terpercaya hanya dalam sebuah aplikasi, dan juga memberikan informasi-informasi selain berita. Didukung dengan mesin andalnya, aplikasi tersebut akan merekomendasikan artikel-artikel yang berguna, praktis, dan informatif untuk apapun hobi, pekerjaan, minat dan profesi. Aplikasi ini juga tampil secara menarik baik dari tampilannya dengan adanya penghargaan atas design dan user interface­-nya sebagai komitmen untuk menciptakan user experience yang unik.

Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 8 pagi tersebut, yang menarik ada juga sesi code challenge yang menantang kemampuan coding para alumni. Dilanjutkan dengan sesi job interview seusai ibadah sholat Jum’at bagi para alumni jobseeker yang tertarik bergabung dengan perusahaan spesialis bidang mobile dan media yang didirikan pada tahun 2013 tersebut.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, pengetahuan dan wawasan tentang teknologi informasi terkini bertambah dan adanya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan menjadi manfaat-manfaat yang diharapkan akan didapatkan bagi para peserta kegiatan tersebut, khususnya alumni Jurusan Sistem Informasi ITS. Semoga! (shi)

Foto : Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HMSI)


COMMEX 2016 : Gebrakan Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi

SURABAYA, JURUSAN SISTEM INFORMASI ITS - Jum'at (23/9/2016) digelar Community Expo atau biasa disingkat COMMEX, merupakan rangkaian acara pengenalan komunitas mahasiswa Sistem Informasi kepada mahasiswa baru Sistem Informasi. Acara ini diselenggarakan secara kolaborasi oleh departemen DAGRI , HUBLU dan RISTEK yang masing masing memiliki komunitas berbeda sesuai dengan bidangnya.

Tahun ini DAGRI membuka lima komunitas yaitu Basket , Futsal, Badminton, Musik dan E-Sport. E-Sport sendiri ialah sebuah komunitas baru dari DAGRI yang dipersembahkan untuk para pecinta game, terutama DOTA 2 agar dapat merasakan keseruan bersama dalam permainan legendaris tersebut. Komunitas lain dari DAGRI pun memiliki banyak agenda seperti offline meeting, liga jurusan dan banyak lainnya. Selain DAGRI, HUBLU juga menampilkan komunitas terbaik yang dimilikinya yaitu English Club. Ada juga RISTEK dengan pesona identitas baru dalam komunitasnya tersebut. RISTEK memiliki empat komunitas yaitu ISGD (Information System Game Development), ISAC (Information System Android Community), ISWD (Information System Web Development) atau kerennya dulu disebut SIWEC, dan ISNS (Information System Network Security) yang pada 2015 lalu beken dengan nama NETSEC. Ada sekitar 10 komunitas dengan bidang berbeda-beda yang ditampilkan pada COMMEX 2016 kali ini. Untuk meminimalisir hilangnya anggota yang sudah berada dalam komunitas, disepakati bahwa satu mahasiswa hanya boleh mengikuti dua komunitas saja dari bidang yang berbeda. Seperti misalnya ISWD dengan Badminton. Hal ini dilakukan untuk menghindari hilangnya anggota dari masing masing komunitas, sehingga setiap mahasiwa baru akan fokus pada komunitas yang benar benar sesuai dengan minat dan bakatnya.

Acara COMMEX 2016 ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Eric Syafril Rizal selaku ketua panitia COMMEX 2016, acara kali ini lebih terstruktur dan memiliki grand design. Setiap komunitas juga mendapatkan controlling dari penganggungjawab masing masing. Dengan adanya acara ini harapannya, mahasiswa baru 2016 dapat mengembangkan kemampuannya sesuai dengan minat dan bakat masing masing serta dapat mengisi waktu agar kuliahnya tidak sekedar kuliah saja.


— 5 Items per Page
Showing 11 - 13 of 13 results.